CULTURAL/HERITAGE

Menanti Kolaborasi Acaraki dan PT BWJ

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Jony Yuwono, pemilik Acaraki the Art of Jamu menjelaskan bahwa minum jamu pada masa kini tak melulu harus pahit sehingga anak muda, baik kalangan milenial dan generasi Z tetap bisa menikmati warisan tradisional Nusantara ini.

Ia mengungkapkan hal tersebut kepada Direktur Utama PT Banten West Java (BWJ) Poernomo Siswoprasetijo yang didampingi tim dari BWJ, yakni Chesa Rachmawati, Asfarina Riandra, dan Manuel C Kumaat di Acaraki the Art of Jamu yang ada di Kota Tua, Jakarta Barat, Selasa (4/8/2026).

Adapun PT BWJ pengelola destinasi wisata Tanjung Lesung yang ada di Pandeglang, Banten. Jony mengatakan bahwa cita rasa minum jamu bisa diketahui dari aroma yang dicium lewat hidung.

Pada kesempatan ini, Jony memperkenalkan berbagai menu dan sejumlah varian jamu yang ada di Acaraki kepada Poernomo dan tim PT BWJ.

Jony mengemukakan bahwa manfaat jamu turun-temurun diakui bagus untuk kesehatan orang Indonesia. "Sudah sejak lama jamu disukai orang Indonesia," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa jamu berasal dari bahasa Jawa kuno, yakni Jampi yang artinya doa, dan Usodo yang berarti kesehatan sehingga jamu adalah doa untuk kesehatan.

Bahkan, lanjutnya, kata menjamu pada masa lampau hingga kini menjadi penuh makna lantaran ketika itu raja maupun kaum bangsawan akan menjamu dengan hidangan terbaik dan upaya memberikan yang terbaik untuk tamunya.

"Menjamu begitu penting sehingga jamu pun menjadi minuman yang penting untuk kesehatan," terangnya. Tampak Poernomo dan tim PT BWJ antusias bisa langsung menikmati jamu kekinian di Acaraki.

Jony membeberkan bahwa Acaraki sudah ada di Brunei Darussalam. Rencananya, lanjutnya, Acaraki juga akan ada di Singapura sebab respons masyarakat Singapura positif terhadap jamu dan menyambut baik Acaraki ada di Negeri Singa itu.

Tak hanya itu, Jony yang rupanya seorang pencinta budaya Nusantara ini juga mengajak Poernomo dan tim PT BWJ untuk ikut melestarikan budaya Nusantara.

Jony pun membuka kesempatan untuk melakkan kolaborasi antara Acaraki dengan PT BWJ. Ia menuturkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan Shadow of The Light, yakni melestarikan, baik itu makna dan filosofi yang terkandung dalam budaya Nusantara, utamanya wayang kulit.

Jadi, lanjutnya, melestarikan wayang kulit bukan hanya sebatas fisik wayang kulit saja, namun nilai-nilai yang kuat akan pesan moral bagi orang Indonesia yang ada dalam wayang kulit.

Dan, seiring perkembangan zaman, yaitu adanya keecanggihan teknologi, maka pentas wayang kulit pun tidak menutup kemungkinan juga menggunakan teknologi.

"Yang penting adalah bagaimana kita melestarikan nilai-nilai yang ada dalam wayang kulit sehingga dengan story telling maka akan tersampaikan pesan maupun filosofi wayang kulit bagi kita, termasuk generasi muda," ujarnya.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side