PATADaily.id - Jakarta - Di tengah persaingan industri pariwisata global yang semakin kompetitif, penguatan product knowledge menjadi salah satu kunci utama bagi pelaku industri travel untuk tetap relevan di pasar internasional. Hal inilah yang menjadi latar belakang terselenggaranya Agent Gathering Europe Product Knowledge yang digelar di Red Top Hotel Pecenongan, Jakarta, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Acara ini menghadirkan berbagai expert destination specialist Eropa dan UK, sekaligus menjadi forum strategis bagi travel agent untuk memperdalam pemahaman produk wisata, tren perjalanan Eropa terkini, serta peluang kerja sama industri travel lintas negara.
Dalam kegiatan ini, Mira, owner sekaligus Direktur PT Agra Danapati Parama (ADP Trip), turut hadir sebagai bagian dari pelaku industri travel yang aktif mengikuti perkembangan destinasi global dan penguatan kompetensi produk internasional.
Sebagai salah satu pelaku travel outbound yang fokus pada kualitas pengalaman perjalanan, Mira menilai kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan travel agent di era modern.
Dalam sesi wawancara, ia menyampaikan bahwa pemahaman destinasi secara detail menjadi nilai pembeda utama dalam industri travel saat ini.
“Sekarang travel agent tidak cukup hanya tahu destinasi secara umum. Kita harus memahami detail pengalaman, seasonal attraction, hingga lifestyle experience yang bisa diberikan ke customer. Itulah yang membuat travel company bisa memberikan value lebih,” jelasnya.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai karakter perjalanan ke Eropa, termasuk perencanaan perjalanan UK, aktivitas terbaik di setiap musim, hingga pengenalan destinasi premium lifestyle dan shopping destination di kota-kota utama Eropa.
Beberapa destinasi yang menjadi fokus pembahasan antara lain kawasan lifestyle luxury shopping di Madrid dan London, premium outlet destination di berbagai kota Eropa, serta iconic nature destination seperti pegunungan Alpen Swiss yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan global.
Materi yang disampaikan juga menekankan bahwa wisata Eropa saat ini tidak lagi hanya berfokus pada sightseeing klasik, tetapi berkembang ke arah experiential tourism, lifestyle travel, hingga seasonal travel experience yang lebih personal dan eksklusif.
Menanggapi tren tersebut, Mira melihat bahwa pasar wisata Indonesia, khususnya segmen middle up hingga premium traveler, mulai bergeser ke arah pengalaman wisata yang lebih customized.
“Wisatawan Indonesia sekarang semakin smart traveler. Mereka tidak hanya ingin datang ke Eropa, tapi ingin tahu experience apa yang bisa mereka dapatkan. Apakah itu seasonal experience, luxury shopping, cultural experience, atau nature experience,” ungkapnya kepada PATADaily.id, Kamis (12/2/2026).
Ia juga menilai bahwa Eropa masih menjadi salah satu benchmark global dalam pengembangan destinasi pariwisata yang terstruktur dan matang secara industri.
“Eropa itu punya kekuatan di sistem. Infrastruktur mereka kuat, tourism management mereka rapi, dan pengalaman wisata yang mereka bangun sangat konsisten. Itu yang membuat Eropa tetap menjadi salah satu destinasi impian wisatawan dunia.”
Selain penguatan product knowledge, acara ini juga menjadi ruang networking antar pelaku industri travel, membuka peluang kerja sama B2B yang semakin penting dalam pengembangan produk wisata internasional.
Dalam pandangannya terhadap masa depan industri travel outbound Indonesia, Mira menekankan pentingnya adaptasi terhadap tren global yang terus berubah.
“Travel industry sekarang bergerak sangat cepat. Kita harus terus update knowledge, memperluas network global, dan memahami perubahan perilaku wisatawan. Kalau tidak, kita akan tertinggal.”
Ia juga menambahkan bahwa travel company masa depan harus mampu menjadi partner perjalanan yang memberikan solusi perjalanan secara menyeluruh, bukan hanya menjual paket wisata.
“Kami ingin travel bukan hanya menjual perjalanan, tapi membantu customer menciptakan pengalaman perjalanan yang benar-benar berkesan.”
Partisipasi ADP Trip dalam forum product knowledge global seperti ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga standar layanan internasional, sekaligus memastikan setiap produk wisata yang ditawarkan kepada pelanggan memiliki kualitas pengalaman yang relevan dengan tren global.
Dengan meningkatnya minat wisata outbound Indonesia ke Eropa dan UK, penguatan product knowledge seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga daya saing industri travel nasional di pasar internasional. (Gabriel Bobby)

.jpg)
.jpg)