AIRLINES

Wisatawan Tiongkok Penyumbang Terbesar Pergerakan Wisata Global dan Asia

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Sebagai salah satu pelaku industri travel yang aktif mengikuti perkembangan pariwisata nasional dan internasional, Mira, Direktur PT Agra Danapati Parama (ADP Trip), terus terlibat dalam berbagai forum strategis yang membahas pengembangan destinasi dan konektivitas pariwisata Indonesia. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai agenda industri, Mira dikenal sebagai pelaku usaha travel yang aktif mendorong pengembangan destinasi baru serta penguatan jaringan pariwisata nasional.

Dalam rangka mendukung pengembangan konektivitas udara nasional, Mira turut menghadiri acara Launching New Flight Route Jakarta – Luwuk – Jakarta yang diselenggarakan oleh Cocos Travel pada Rabu, 11 Februari 2026, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata di Jakarta.

Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat aksesibilitas menuju wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Banggai yang memiliki potensi wisata bahari, budaya, dan ekowisata yang masih sangat besar untuk dikembangkan. Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai tokoh nasional, termasuk Ibu Niluh Puspa, Bapak Putra Nababan, dan Reny Lamudidjo, bersama stakeholder pariwisata nasional lainnya.

Dalam sesi pemaparan materi, disampaikan bahwa wisatawan mancanegara asal Tiongkok menjadi salah satu penyumbang terbesar pergerakan wisata global dan regional Asia. Tren ini menunjukkan bahwa pasar wisata Tiongkok masih menjadi salah satu pasar outbound paling besar di dunia, termasuk bagi Indonesia. Kondisi ini membuka peluang besar bagi destinasi Indonesia untuk memperkuat strategi promosi yang lebih terarah ke pasar Asia Timur.

Sebagai pelaku industri travel yang aktif mengembangkan produk wisata domestik dan internasional, Mira melihat pembukaan rute penerbangan langsung memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan destinasi.

Dalam wawancara, ia menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya konektivitas transportasi dalam pengembangan pariwisata daerah.

“Transportasi udara adalah fondasi utama perkembangan pariwisata. Destinasi yang bagus akan sulit berkembang kalau aksesnya terbatas. Dengan dibukanya rute langsung seperti Jakarta – Luwuk, peluang pertumbuhan wisata daerah akan meningkat jauh lebih cepat,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa wilayah seperti Luwuk memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan jika didukung promosi yang tepat dan kesiapan ekosistem pariwisata daerah.

“Indonesia memiliki banyak destinasi luar biasa yang belum dikenal luas. Dengan konektivitas yang semakin baik, destinasi seperti Luwuk punya potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan, bukan hanya untuk pasar domestik, tapi juga internasional,” tambahnya kepada PATADaily.id, Kamis (12/2/2026).

Selain aspek konektivitas, Mira juga menyoroti pentingnya kesiapan destinasi dalam menghadapi perubahan tren wisata global yang semakin menuntut kualitas layanan dan pengalaman wisata yang lebih lengkap.

“Sekarang wisatawan tidak hanya mencari tempat yang indah, tetapi juga pengalaman yang nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Infrastruktur, hospitality, kebersihan, keamanan, sampai kesiapan wisata ramah Muslim menjadi faktor penting dalam persaingan destinasi global.”

Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk bersaing di tingkat global jika pengembangan pariwisata dilakukan secara konsisten dan terintegrasi.

“Kita punya alam luar biasa, budaya yang sangat kaya, dan masyarakat yang terkenal ramah. Tinggal bagaimana kita bisa bergerak lebih cepat dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM pariwisata, dan promosi global yang lebih kuat.”

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar stakeholder dalam membangun ekosistem pariwisata nasional yang berkelanjutan.

“Pariwisata tidak bisa berkembang sendiri. Harus ada sinergi kuat antara pemerintah, maskapai, pelaku industri, dan travel operator. Kalau ekosistemnya kuat, pertumbuhan pariwisata akan terjadi secara natural.”

Pembukaan rute Jakarta – Luwuk sendiri menjadi simbol bahwa pengembangan pariwisata Indonesia mulai bergerak menuju pemerataan destinasi, tidak lagi hanya berfokus pada destinasi utama, tetapi juga membuka peluang bagi daerah dengan potensi wisata besar yang sebelumnya memiliki keterbatasan aksesibilitas.

Dengan semakin kuatnya konektivitas udara nasional, didukung promosi destinasi yang tepat serta kesiapan layanan pariwisata yang semakin baik, sektor pariwisata Indonesia diyakini akan terus berkembang sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional di masa depan. (Gabriel Bobby)

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side