TRAVEL

Afrika Selatan Membuka Pintu Baru Pariwisata Global bagi Wisatawan Indonesia

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Pergerakan industri pariwisata global terus menunjukkan dinamika baru, termasuk terbukanya peluang destinasi non-tradisional bagi wisatawan Indonesia. Salah satu momentum penting terlihat dalam penyelenggaraan Destination Workshop South Africa yang digelar pada Senin, 9 Februari lalu di Hotel Santika Premiere ICE BSD City.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Afrika Selatan bersama ASTINDO, AITTA DPD Jakarta, serta berbagai pelaku industri pariwisata lintas negara, dan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Afrika Selatan, Ms Patricia de Lille.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan bisnis pariwisata kedua negara melalui pembaruan informasi sistem visa terbaru, kemudahan akses penerbangan internasional, serta peluang pengembangan paket wisata kolaboratif antara Indonesia dan Afrika Selatan (Afsel). 

Momentum ini semakin kuat dengan adanya kebijakan bebas visa yang baru diresmikan pada November lalu, yang membuka akses lebih luas bagi wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Afrika Selatan. Dalam acara tersebut, Mira selaku Direktur PT Agra Danapati Parama turut hadir sebagai bagian dari pelaku industri travel Indonesia yang melihat langsung potensi pengembangan destinasi Afrika sebagai market baru yang sangat menjanjikan.

Saat diwawancarai mengenai pandangannya terhadap peluang ini, Mira menyampaikan, “Menurut saya ini adalah momentum besar. Selama ini wisatawan Indonesia masih banyak fokus ke Asia atau Eropa. Dengan kebijakan baru ini, Afrika Selatan bisa menjadi alternatif destinasi premium yang tetap punya value experience yang kuat.”

Ia juga menyoroti bagaimana Afsel menawarkan kombinasi wisata yang sangat lengkap, mulai dari petualangan ekstrem hingga wisata alam dan wildlife yang autentik. Salah satu pengalaman yang banyak menarik perhatian adalah shark cage diving, yaitu aktivitas menyelam dalam kandang pelindung untuk melihat hiu putih secara langsung di habitat aslinya. Aktivitas ini menjadi salah satu signature tourism experience yang banyak dicari wisatawan global.

Selain itu, terdapat juga aktivitas petualangan ekstrem berupa bungee jumping dari Bloukrans Bridge, yang dikenal sebagai salah satu lokasi bungee jumping komersial tertinggi di dunia. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pencinta adrenalin dan experiential tourism.

Dalam wawancara lanjutan, Mira menambahkan, “Wisata sekarang bukan hanya soal foto atau checklist destinasi. Wisatawan sekarang mencari pengalaman. Afrika Selatan punya kekuatan di situ, yakni nature, wildlife, adventure, semua ada dalam satu negara.”

Tidak hanya wisata petualangan, Afrika Selatan juga dikenal memiliki destinasi safari kelas dunia, taman nasional dengan ekosistem satwa liar yang masih sangat terjaga, hingga kawasan kota modern dengan budaya kuliner dan lifestyle yang berkembang pesat.

Dari sisi wisata ramah Muslim, Afrika Selatan juga terus berupaya meningkatkan kenyamanan wisatawan Muslim internasional melalui pengembangan restoran halal, kemudahan akses masjid, serta komunitas Muslim lokal yang cukup berkembang di beberapa kota besar.

Menanggapi hal tersebut, Mira menyampaikan pandangan yang lebih strategis, “Bagi kami sebagai travel company, penting memastikan destinasi yang kami jual bisa dinikmati dengan nyaman oleh market Indonesia. Saya melihat Afrika Selatan mulai bergerak ke arah itu, dan ini sangat positif untuk pengembangan produk wisata ke depan.”

Ia juga menekankan bahwa kerja sama antar negara dan pelaku industri menjadi kunci dalam membuka pasar baru. “Kami tidak hanya melihat ini sebagai peluang bisnis, tapi juga peluang edukasi pasar. Banyak wisatawan Indonesia sebenarnya tertarik dengan Afrika, hanya saja informasinya masih terbatas. Forum seperti ini sangat membantu membuka wawasan industri," urainya kepada PATADaily.id, Rabu (11/2/2026).

Dengan terbukanya akses perjalanan yang lebih mudah, dukungan pemerintah kedua negara, serta meningkatnya minat wisata berbasis pengalaman, Afrika Selatan berpotensi menjadi salah satu rising destination baru bagi wisatawan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Adapun partisipasi PT Agra Danapati Parama dalam forum ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperluas jaringan global sekaligus menghadirkan pilihan destinasi yang lebih beragam, relevan, dan bernilai pengalaman tinggi bagi pelanggan. (Gabriel Bobby)

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side