FESTIVAL

Imlek, Makna dan Harapan

post-img

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Komunitas
Relawan 
Indonesia
Sehat

Medio Februari 2026

Merayakan Imlek

Keluarga, Persahabatan, dan Pembangunan Bangsa

Sahabatku

Setiap kali kita merayakan Imlek, sesungguhnya kita tidak hanya merayakan pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa. 

Imlek adalah perayaan nilai, makna, dan harapan. Di dalamnya tersimpan pesan luhur yang diwariskan oleh leluhur dan tetap relevan hingga hari ini, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. 

Ada tiga hal utama yang kita rayakan bersama Imlek: keluarga, persahabatan, dan pembangunan kehidupan.

Pertama dan yang paling utama adalah keluarga. 

Imlek selalu identik dengan pulang ke rumah, berkumpul bersama orang-orang terkasih. 

Ajakan pulang ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk kembali pada akar kehidupan. 

Di meja makan Imlek, kita duduk bersama kakek dan nenek, ayah dan ibu, kakak dan adik, sepupu, paman, dan bibi.

Di sanalah nilai penghormatan kepada orang tua diajarkan, diwariskan, dan dirasakan secara nyata.

Keluarga adalah fondasi masyarakat. Ketika keluarga kuat, masyarakat pun akan kuat. 

Salah satu tujuan utama perayaan Imlek adalah merapatkan kembali ikatan keluarga yang mungkin renggang oleh kesibukan hidup.

Silaturahmi yang terjalin bukan hanya memperkuat hubungan darah, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kasih sayang antargenerasi. 

Nilai inilah yang menjadi modal sosial penting bagi bangsa Indonesia yang majemuk dan beragam.


Kedua, Imlek juga merayakan persahabatan. Dalam tradisi Tionghoa, persahabatan dipandang sebagai mutiara kehidupan.

Sahabat adalah mereka yang hadir bukan karena hubungan darah, tetapi karena ikatan hati dan kepercayaan. 

Perayaan Imlek menjadi momentum untuk saling mengunjungi, saling mendoakan, dan mempererat hubungan antarsahabat tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Kita berbeda agama
Kepercayaan
Tapi satu dalam persahabatan

Leluhur kita mengajarkan bahwa membangun persahabatan adalah cita-cita luhur.

Persahabatan yang tulus mampu menciptakan harmoni, bahkan perdamaian dunia.

Kehilangan sahabat, atau hidup tanpa sahabat, adalah kerugian besar dalam kehidupan manusia. 

Dalam konteks Indonesia, semangat persahabatan ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Imlek

Mengingatkan kita bahwa persahabatan adalah jembatan menuju kehidupan yang damai dan sejahtera.


Ketiga, Imlek juga mengandung semangat pembangunan kehidupan. Pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Transfer teknologi, pertukaran informasi, kolaborasi usaha, dan hubungan bisnis adalah bagian dari dinamika kehidupan yang turut dirayakan dalam semangat Imlek.

Kolaborasi dan business relation yang sehat akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang kerja.
Melalui teknologi dan peningkatan kemampuan intelektual, manusia didorong untuk terus belajar dan berkontribusi. 

Apa pun yang bisa kita kerjakan demi pembangunan
baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, maupun budaya
adalah bentuk nyata pengamalan nilai Imlek. Pembangunan manusia menjadi kunci agar bangsa Indonesia mampu bersaing, mandiri, dan bermartabat.
Saat ini, perayaan Imlek mendapatkan perhatian yang semakin besar dari Pemerintah Indonesia. 

Hal ini menunjukkan bahwa Imlek telah menjadi bagian utuh dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Harapannya, dari tahun ke tahun, nilai-nilai Imlek dapat terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih beradab.
Dengan semangat Imlek, kita berharap bangsa Indonesia dapat lepas dari kemiskinan dan keterbelakangan

Pendidikan yang kuat akan memberantas buta huruf, membuka wawasan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Imlek bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik
berakar pada nilai keluarga, diperkokoh oleh persahabatan, dan diarahkan pada pembangunan berkelanjutan.


www.adharta.com

www.kris.or.id

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side