PATADaily.id - Yogyakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Peluang usaha kembali terbuka dengan hadirnya Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (3/7/2026) hingga Minggu (5/7/2026). IFBC 2026 menjadi ajang strategis yang menghadirkan ratusan peluang bisnis, kemitraan, dan waralaba dari berbagai sektor industri yang tengah berkembang.
Mengangkat tema “Grow Beyond Boundaries,” penyelenggaraan IFBC 2026 Yogyakarta mencerminkan optimisme dunia usaha dalam menghadapi perubahan pasar sekaligus memperkuat daya saing melalui inovasi dan kolaborasi. Pameran ini dirancang untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dalam mengenal berbagai model bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
IFBC 2026 ini menjadi rangkaian pameran ke-179. IFBC 2026 Yogyakarta menghadirkan ratusan peluang usaha dari berbagai sektor industri yang siap menjadi referensi bisnis bagi masyarakat Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya.
Dibuka oleh Deputi Kementerian UMKM Temmy Satya Permana bersama Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan DIY Kusno Wibowo yang mewakili Sri Sultan Hamengkubuwono X, selama tiga hari sejak 3 hingga 5 Juli 2026, ajang IFBC 2026 di Yogya Expo Center telah menyedot ribuan pengunjung yang antusias untuk mencari peluang usaha di budang kiliner, laundry, pendidikan, ritel, kafe kekinian, dan banyak lagi.
Anang Sukandar selaku Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) yang berdiri sejak 1991 silam ini menekankan bahwa konsep waralaba bukan sekadar strategi penjualan yang instan. Ia menyebut waralaba harus berbasis model bisnis yang telah terbukti menguntungkan dan idealnya sudah berjalan minimal tiga tahun dan memiliki STPW dari Kementerian Perdagangan.
Dewan Penasihat AFI, Jahja B Soenarjo dalam pembukaan pameran waralaba dan peluang usaha menilai agenda safari IFBC 2026 juga mampu membangun semangat kewirausahaan UMKM. Menurutnya, UMKM menjadi tulang punggung yang kuat, termasuk dalam kondisi ekonomi yang berat akhir-akhir ini. Konsep waralaba dan lisensi adalah salah satu model bisnis alternatif untuk melakukan akselerasi penguatan sekaligus menopang stabilitas ekonomi kelas menengah ke bawah. Apalagi di tahun 2025 transaksi yang dicapai melalui safari pameran IFBC sepanjang tahun diperkirakan sudah mencapai trilyun rupiah.
Selain itu, Jahja juga menilai bahwa produk UMKM dalam negeri mampu bersaing dengan produk luar negeri. ”Jika bisa bersinergi akan bisa merambah pasar global, bahkan waralaba UMKM dapat berjaya bukan hanya di negeri sendiri tetapi juga di kancah internasional,” kata Jahja yang juga Wakil Ketua Bidang Perdagangan DPN APINDO.
Untuk itu selaku Anggota Luar Biasa dari DPN APINDO, AFI akan selalu berkolaborasi dengan APINDO sebagai payung dan akan ikut melakukan sosialisasi serta pembinaan konsep waralaba untuk anggota-anggota APINDO yang memiliki potensi dan minat mengembangkan model bisnis ini untuk usahanya.
Hadir pula dalam pameran ini Bupati Bantul, pejabat BPD, wakil dari DJKI, dan pejabat lainnya. Selain stan pewaralaba ternama seperti Alfamart dan Indomaret yang masih laris diminati, pameran juga diramaikan oleh pelaku usaha dari APINDO UMKM Jatim, IWAPI, KADIN serta dinas tempat dengan menampilkan produk-produk unggulan yang sudah menjajal pasar ekspor.
Safari pameran masih akan berlanjut pada September mendatang di Surabaya dan November dengan skala internasional di ICE BSD.

.png)