PATADaily.id - Jakarta - Perkembangan industri pariwisata Asia Tenggara saat ini menunjukkan arah yang semakin terintegrasi antara lifestyle tourism, retail destination, serta konsep wisata berkelanjutan yang ramah bagi berbagai segmen wisatawan global.
Hal tersebut tercermin dalam acara yang diselenggarakan oleh Mitsui Shopping Park KLCC bersama LaLaport BBCC, Gamuda Land, serta sejumlah mitra strategis lainnya, yang berlangsung pada Kamis, 5 Februari lalu, di Jakarta.
Adapun acara ini mempertemukan berbagai pelaku industri pariwisata regional, travel operator internasional, serta partner pengembang destinasi wisata modern. PT Agra Danapati Parama turut hadir dalam forum strategis tersebut melalui kehadiran Direktur, Mira, sebagai bagian dari langkah perusahaan sebagai upaya memperluas jaringan kerja sama global serta memperkuat pengembangan produk wisata outbound yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Dalam rangkaian presentasi yang disampaikan, terlihat bagaimana Malaysia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Asia, khususnya dalam mengembangkan konsep wisata terpadu yang menggabungkan belanja, hiburan keluarga, rekreasi alam, serta fasilitas yang mendukung kenyamanan wisatawan Muslim.
Pengembangan pusat lifestyle modern yang mengintegrasikan tenant internasional, fasilitas keluarga, serta kemudahan akses layanan halal menjadi salah satu daya tarik utama yang terus dikembangkan. Selain itu, pengembangan kawasan wisata berbasis alam dan teknologi berkelanjutan juga menjadi fokus utama dalam pengembangan destinasi masa depan.
Konsep eco tourism, taman rekreasi terpadu, hingga kawasan konservasi alam yang dikemas sebagai destinasi edukasi wisata menunjukkan bagaimana industri pariwisata mulai bergerak menuju model yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus tetap menarik secara komersial.
Dalam kesempatan tersebut, Mira menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan tren wisata regional. “Saya melihat tren wisata sekarang tidak hanya soal destinasi yang populer, tetapi bagaimana sebuah tempat bisa memberikan pengalaman yang nyaman, aman, dan relevan dengan kebutuhan wisatawan. Terutama untuk pasar Indonesia, aspek wisata ramah Muslim bukan lagi nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama,” ujarnya ketika dihubungi PATADaily.id, Rabu (11/2/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan partner internasional menjadi kunci dalam menghadirkan produk wisata yang kompetitif. “Sebagai travel company, kami tidak bisa hanya menjual paket perjalanan. Kami harus memastikan bahwa setiap destinasi yang kami tawarkan benar-benar memberikan value experience bagi customer. Mulai dari kemudahan akses makanan halal, fasilitas ibadah, hingga kenyamanan bagi keluarga yang membawa anak-anak maupun orang tua," terangnya.
Menurut Mira, Malaysia masih menjadi salah satu benchmark penting dalam pengembangan wisata ramah Muslim secara global. Selain faktor fasilitas, kedekatan budaya dan kemudahan komunikasi menjadi faktor yang membuat wisatawan Indonesia merasa lebih nyaman berkunjung.
Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri pariwisata dan tanggung jawab sosial. “Ke depan, saya percaya wisata bukan hanya soal jumlah kunjungan, tetapi bagaimana kita bisa menjaga keberlanjutan destinasi. Responsible tourism akan menjadi standar baru industri travel, dan kami ingin menjadi bagian dari ekosistem tersebut.”
Menariknya partisipasi PT Agra Danapati Parama dalam forum ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang kerja sama jangka panjang, sekaligus memperkaya portofolio destinasi outbound yang dapat ditawarkan kepada pasar Indonesia.
Dengan meningkatnya minat wisata keluarga, group tour, hingga wisata berbasis pengalaman, kolaborasi lintas negara diyakini akan menjadi fondasi penting dalam pengembangan industri travel modern. Melalui sinergi antara pengembang destinasi, pelaku industri pariwisata, serta travel operator regional, masa depan pariwisata Asia Tenggara diproyeksikan akan semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mampu menjawab kebutuhan wisatawan global yang semakin beragam. (Gabriel Bobby)

.jpg)
.jpg)