FESTIVAL

Kisah Pulang, Harapan, dan Cinta yang Selalu Diperbarui

post-img

Kisah Pulang, Harapan, dan Cinta yang Selalu Diperbarui

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Medio Februari 2026

Menjelang Imlek

Sahabatku

Setiap kali Imlek tiba, ada satu kata yang diam-diam memanggil banyak hati
PULANG

Pulang ke rumah, pulang ke meja makan, pulang ke orang-orang yang kita cintai.

Imlek bukan sekadar pergantian tahun. 
Imlek adalah momen ketika waktu seakan melambat, memberi ruang bagi keluarga untuk duduk bersama, saling menatap, dan berkata meski tanpa kata “aku masih di sini, bersama kamu.”

Di banyak rumah, aroma masakan khas Imlek memenuhi udara. 
Lampion merah digantung dengan hati-hati. Angpao disiapkan bukan soal jumlah, melainkan doa. Di balik semua itu, tersimpan kisah cinta yang sederhana
Cinta orang tua kepada anak, cinta anak kepada leluhur, dan cinta keluarga yang terus dijaga lintas generasi.

Kisah tentang Meja Makan
Ada kisah yang hampir selalu sama, namun tak pernah membosankan.

Seorang ayah yang jarang bicara, tiba-tiba tersenyum lebih lama.

Seorang ibu yang sibuk sepanjang tahun, hari itu duduk paling akhir, memastikan semua sudah makan.

Anak-anak yang mungkin jarang pulang, hari itu hadir lengkap
meski hanya untuk satu malam.

Imlek mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu besar dan gemerlap. 

Kadang ia hadir dalam semangkuk sup hangat, tawa kecil di sela cerita lama, atau keheningan penuh syukur setelah doa bersama.

Merah, Angpao, dan Makna Cinta
Warna merah yang mendominasi Imlek bukan sekadar lambang keberuntungan. 

Imlek adalah simbol keberanian untuk berharap lagi, meski tahun lalu tidak selalu mudah.

Angpao bukan tentang uang, tetapi tentang kasih yang mengalir dari tangan ke tangan, dari generasi ke generasi.

Di sinilah Imlek menjadi bahasa cinta yang universal.

Tanpa perlu banyak penjelasan, semua orang bisa merasakannya
termasuk mereka yang bukan berasal dari budaya Tionghoa. 

Itulah sebabnya Imlek kini dirayakan luas di Indonesia, sebagai bagian dari kebersamaan yang indah dalam keberagaman.

Romantika Harapan Baru

Imlek juga romantis dengan caranya sendiri. Ia tidak berisik soal janji, tetapi lembut dalam harapan.
Harapan agar keluarga tetap utuh.
Harapan agar yang jauh bisa kembali.
Harapan agar tahun baru memberi ruang untuk saling memaafkan dan memulai lagi.

Di era digital, Imlek mungkin hadir lewat unggahan media sosial dan pesan singkat.

Namun maknanya tetap sama: mengingatkan kita bahwa di balik layar ponsel, ada rumah yang menunggu, ada orang yang rindu, dan ada cinta yang tak pernah benar-benar pergi.

Imlek adalah Cinta

Imlek mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam

Bahwa hidup akan selalu lebih hangat jika dijalani bersama

Selamat merayakan Imlek.
Semoga kita semua selalu menemukan jalan pulang
kepada keluarga, kepada cinta, dan kepada harapan yang baru.

www.kris.or.id

www.adharta.com

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side