PATADaily.id - Surabaya - Penulis: Gabriel Bobby
Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 yang merupakan rangkaian ke-5 telah sukses berlangsung di Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur mulai 11 hingga 13 September 2026, mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”. Menariknya penyelenggaraan ke-181 IFBC ini menghadirkan beragam peluang franchise, kemitraan, dan konsep bisnis dari berbagai sektor dengan total lebih dari 180 merek.
Pembukaan IFBC 2026 Surabaya yang dihadiri oleh Advisor Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Wakil Ketua Bidang Perdagangan APINDO Jahja B Soenarjo dan Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Drs. Anang Sukandar, CFE.
Rangkaian pembukaan diawali dengan Iringan Perkusi, Tari Bumi Langit dari Sanggar Sekalendra, dan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Syukur.
Advisor Asosiasi Franchise Indonesia sekaligus Wakil Ketua Bidang Perdagangan APINDO Jahja B. Soenarjo turut menyoroti besarnya potensi usaha dari Jawa Timur. Ia mengungkapkan, sejak puluhan tahun lalu Jawa Timur telah memiliki komoditas yang mampu menembus pasar lokal maupun global.
Jahja mengatakan potensi tersebut seharusnya dapat menjadi contoh bagi pengusaha Jawa Timur untuk mengembangkan usaha hingga ke berbagai wilayah Indonesia. “Kita bawa ke seluruh Nusantara, sebelum menembus pasar dunia. Waralaba adalah salah satu elemen dari ekosistem UMKM juga.” ujar Jahja dalam pembukaan IFBC 2026 Surabaya di Grand City Convex, Jumat (11/9/2026). AFI juga merupakan Anggota Luar Biasa dari APINDO.
Tak ketinggalan tokoh sekaligus yang dianggap sesepuh waralaba Indonesia sekaligus pendiri AFI pada 1991 silam serta ikut mendirikan Asia Pacific Franchise Confederation (APFC), Anang Sukandar, menguraikan manfaat waralaba untuk menjadi strategi perluasan uaaha dan pentingnya pemahaman serta regulasi yang tepat, jelas dan konsisten untuk melindungi ekosistem waralaba Indonesia oleh kementerian terkait.
Acara ini dimeriahkan pula dengan penyerahan penghargaan IFBC Local Brand East Java 2026 untuk Lanny Siswandi pemilik Bu Rudy, JETE besutan Johnny Thio, dan Bumbu Tjap Bamboe yang dipimpin Freya Nirmala.
Menteri UMKM melalui Deputi Bidang Usaha Menengah Bagus Rahman menegaskan pemerintah terus mendorong UMKM naik kelas melalui skema waralaba. Menurut dia, waralaba tidak sekadar menjual lisensi merek, tetapi juga mentransfer sistem manajemen yang telah teruji dan terstandardisasi.
“Sistem bisnis waralaba memungkinkan UMKM tumbuh lebih terstruktur, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing melalui kekuatan merek yang telah terbangun,” ujar Bagus Rahman di sela pembukaan IFBC 2026.
Dia menjelaskan standardisasi operasional dan penguatan rantai pasok membuat usaha lokal berskala kecil memiliki peluang untuk menduplikasi keberhasilan ke berbagai daerah. Skema tersebut dinilai dapat membuka jalan bagi merek lokal untuk menembus pasar global.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur DR Alim Abdi Nusa hadir mewakili Wakil Gubernur Jawa Timur yang mendadak berhalangan karena adanya kunjungan salah satu Menteri. Dia mengapresiasi Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan PT Neo Expo Promosindo yang dinilai konsisten menyediakan ruang untuk memperkuat ekonomi daerah.
“Di tengah ketidakpastian global, tulang punggung perekonomian kita tetap terjaga karena dua hal, yakni kekuatan konsumsi domestik dan ketangguhan UMKM,” kata Endy. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Timur menjadi salah satu yang tertinggi di Pulau Jawa.
Dari dunia akademik hadir Universitas Surabaya dengan menonjolkan Innovation Hub-nya dan Universitas Airlangga yang menampilkan sejumlah UMKM binaannya.
Rangkaian IFBC 2026 ini akan berakhir di ICE BSD Tangerang pada 4 hingga 6 November mendatang yang berskala internasional rencananya akan dihadiri berbagai anggota asosiasi anggota APFC.

.png)