PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau InJourney Hospitality, bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, meraih tiga penghargaan dalam TOP GRC Awards 2026. Capaian tersebut menempatkan penguatan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai salah satu fondasi penting dalam agenda transformasi perusahaan untuk membangun bisnis hospitality yang semakin adaptif, resilient, dan berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut, InJourney Hospitality memperoleh TOP GRC Awards 2026 #Star 4. Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Bram Ismail, meraih penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026, dan Komisaris Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Bonny Anang Dwijanto, memperoleh penghargaan The High Performing Board of Commissioners on GRC 2026.
Tiga penghargaan tersebut mencerminkan penerapan GRC yang tidak hanya bertumpu pada sistem dan kepatuhan, tetapi telah menjadi bagian dari kerangka strategis perusahaan dalam memperkuat kualitas pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, efektivitas pengawasan, serta penciptaan nilai jangka panjang.
Capaian ini menjadi relevan di tengah dinamika industri hospitality dan pariwisata yang semakin kompetitif dan menghadirkan kompleksitas risiko yang terus berkembang. Bagi InJourney Hospitality, penguatan GRC menjadi instrumen penting untuk memastikan transformasi perusahaan berjalan dengan prinsip prudensi, akuntabilitas, integritas, serta orientasi pada keberlanjutan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Bram Ismail, mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen dan konsistensi perusahaan dalam menjadikan GRC sebagai bagian integral dari transformasi bisnis.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen dan konsistensi InJourney Hospitality dalam memperkuat Governance, Risk Management, and Compliance sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi perusahaan. Bagi kami, GRC bukan sekadar instrumen pengendalian dan kepatuhan, tetapi merupakan fondasi dalam memastikan setiap keputusan dan langkah bisnis dilakukan secara prudent, terukur, serta mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan,” ujar Bram dalam keterangan pers resmi, Jumat (11/9/2026).
Menurut Bram, dinamika industri hospitality dan pariwisata yang semakin kompetitif menuntut perusahaan memiliki kemampuan adaptasi sekaligus ketahanan bisnis yang kuat. Karena itu, GRC perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas sebagai business enabler yang mendukung kualitas pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, dan penciptaan nilai.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat harus dibangun di atas tata kelola yang kuat. Dengan risk awareness yang semakin baik, kepatuhan yang konsisten, serta proses pengambilan keputusan yang semakin terintegrasi, kami dapat membangun organisasi yang lebih resilient, adaptif, dan accountable. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan transformasi bisnis InJourney Hospitality memberikan dampak jangka panjang bagi perusahaan sekaligus turut memperkuat ekosistem pariwisata nasional,” lanjut Bram.
Dari sisi pengawasan, Komisaris Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Bonny Anang Dwijanto, menegaskan bahwa penguatan GRC merupakan bagian fundamental dalam memastikan transformasi perusahaan berlangsung secara terarah, akuntabel, dan berkelanjutan. Fungsi pengawasan Dewan Komisaris, menurutnya, tidak berhenti pada pemenuhan prinsip tata kelola, tetapi juga diarahkan untuk memastikan GRC memberikan kontribusi terhadap ketahanan dan penciptaan nilai perusahaan.
“Penerapan GRC yang kuat membutuhkan sinergi antara fungsi pengawasan, Direksi, dan seluruh insan perusahaan. Bagi kami, peran Dewan Komisaris adalah memastikan prinsip-prinsip tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan terintegrasi dalam setiap proses pengambilan keputusan strategis, sehingga perusahaan memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh secara sehat, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Bonny.
Bonny menambahkan, penguatan GRC menjadi semakin penting seiring dengan perubahan lingkungan bisnis dan tuntutan industri hospitality yang membutuhkan organisasi dengan kemampuan adaptasi serta ketahanan yang tinggi. Tata kelola, menurutnya, harus mampu menjadi bagian dari mekanisme perusahaan dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis.
“Penghargaan ini menjadi refleksi atas komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan tata kelola perusahaan. Kami melihat GRC sebagai fondasi penting dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memastikan setiap langkah transformasi InJourney Hospitality tetap berada dalam koridor prudensi, integritas, dan penciptaan nilai jangka panjang,” lanjut Bonny.
Adapun TOP GRC Awards 2026 #Star 4 yang diterima PT Hotel Indonesia Natour (Persero) merefleksikan bahwa sistem, infrastruktur, dan implementasi yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) , manajemen risiko, manajemen kepatuhan, serta pemanfaatan teknologi digital di perusahaan berada pada tingkat sangat baik. Penilaian juga mempertimbangkan implementasi GRC dalam mendukung aspek ESG dan SDGs untuk peningkatan kinerja bisnis yang berkelanjutan.
Penguatan GRC tersebut menjadi semakin strategis bagi InJourney Hospitality dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari ekosistem InJourney Group. Tata kelola yang kuat menjadi landasan dalam memastikan pengelolaan bisnis hospitality, optimalisasi aset, pengembangan usaha, serta peningkatan kualitas layanan berjalan secara prudent, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
TOP GRC Awards 2026 mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Penyelenggaraan penghargaan melibatkan sejumlah asosiasi dan institusi profesional di bidang GRC, termasuk Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), dan PaGi (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia), serta dukungan akademisi dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia.
Proses penilaian dilakukan secara objektif, independen, dan akuntabel melalui tahapan presentasi dan wawancara penjurian terhadap lebih dari 150 perusahaan di Indonesia. Penilaian mencakup penerapan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, manajemen kepatuhan, pemanfaatan teknologi digital, serta kontribusi implementasi GRC terhadap aspek ESG dan SDGs.
Ketua Umum Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Prof. Mardiasmo, menjelaskan bahwa penguatan governansi saat ini telah berkembang dari sekadar kepatuhan terhadap struktur dan regulasi menuju governansi yang mampu membentuk kualitas perilaku, keputusan, ketahanan, dan penciptaan nilai perusahaan.
“Transformasi ini mengharuskan perusahaan meruntuhkan batasan ‘silo’ antar departemen dengan menyinergikan tiga standar global utama: ISO 37000 sebagai penentu arah governans yang berbasis tujuan, ISO 31000 sebagai radar manajemen risiko yang strategis, dan ISO 37301 sebagai fondasi bagi budaya kepatuhan organisasi. Perpaduan antara desain keberlanjutan dan kecerdasan eksekusi GRC ini akan membentuk ketahanan jangka panjang yang memastikan perusahaan tetap relevan dan dipercaya oleh pasar global,” ujar Prof Mardiasmo.
Sejalan dengan perspektif tersebut, InJourney Hospitality memandang GRC sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang agile, accountable, resilient, dan sustainable. Implementasi GRC diarahkan untuk memastikan setiap proses bisnis dan keputusan strategis mempertimbangkan aspek tata kelola, risiko, kepatuhan, serta keberlanjutan secara terintegrasi.
Perolehan tiga penghargaan dalam TOP GRC Awards 2026 sekaligus memperlihatkan sinergi antara fungsi pengawasan, kepemimpinan, sistem pengendalian, manajemen risiko, dan budaya kepatuhan dalam memperkuat fondasi perusahaan. Bagi InJourney Hospitality, penguatan fondasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, dan memperkuat kontribusi perusahaan terhadap ekosistem pariwisata nasional.

.png)