PATADaily.id - Jakarta - IAS Hospitality memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional melalui partisipasi aktif pada ASTINDO Jakarta International Travel Exchange (AJITEX) 2026, forum business-to-business (B2B) yang mempertemukan pelaku industri perjalanan domestik dan internasional di Vertu Hotel Harmoni, Jakarta.
AJITEX 2026 menjadi ajang strategis bagi maskapai, hotel, tour operator, dan pelaku industri pariwisata untuk bertemu langsung dengan ratusan travel agent anggota ASTINDO. Forum ini ditargetkan menghasilkan potensi transaksi bisnis hingga Rp3 miliar–Rp5 miliar sekaligus memperkuat momentum pemulihan pariwisata Indonesia di tahun 2026.
Dengan konsep 100% B2B table-top meeting, AJITEX memungkinkan pertemuan bisnis yang intensif dan terstruktur antara seller dan buyer dalam satu hari penuh sesi networking. Format ini membuka peluang kerja sama baru serta mempercepat pembentukan kemitraan jangka panjang di industri perjalanan. 
Partisipasi IAS Hospitality mencerminkan peran perusahaan sebagai penyedia layanan perjalanan terintegrasi, mulai dari hospitality bandara, lounge premium, inflight catering, hingga passenger handling. Kehadiran perusahaan di AJITEX memperluas ruang kolaborasi strategis dengan mitra industri dan memperkuat jaringan bisnis di pasar domestik maupun internasional.
Direktur Komersial IAS Hospitality, Ariadevi Hermaini, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan industri.
“AJITEX bukan hanya forum transaksi, tetapi ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh rantai nilai industri perjalanan. Ini momentum strategis bagi kami untuk memperkuat kemitraan, mendorong inovasi layanan, dan meningkatkan standar pengalaman pelanggan. Masa depan pariwisata sangat ditentukan oleh kualitas kolaborasi dan konsistensi dalam menghadirkan layanan premium," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (2/2/2026).
IAS Hospitality memandang AJITEX sebagai katalis penting untuk membangun sinergi antar pelaku industri. Integrasi layanan perjalanan end-to-end diyakini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi regional. (Gabriel Bobby)

.jpg)
.jpg)