Perjalanan 11 tahun PATADaily.id yang terus bertumbuh dan menginpirasi berupaya memberikan sesuatu yang baru bagi pembaca.
Kini ada Gen Z Bicara. Adalah Alifa Arifiani Samantiningrum, mahasiswi President University mengungkapkan pengalaman menarik dan kisah seru selama dirinya berada di boarding school.
Voice from behind the prejudice.
"Anak pesantren mah gaptek. Hidupnya cuma kitab sama buku.’
Oke, yang ini kayaknya perlu kita luruskan pelan-pelan.
Karena banyak orang yang masih ngebayangin pesantren itu isinya cuma ngaji, hafalan, terus baca buku dari pagi sampai malam.
Padahal realitanya nggak begitu juga, (buktinya aku juga masih bisa dikit-dikit tau update-an grup KPopku kok hehe, tapi diem aja ya jangan kasih tau guruku.
Di pesantrenku, kita tetap belajar teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Jadi ada lab komputer, ada tugas yang pakai laptop, dan di perpustakaan juga tersedia komputer yang bisa dipinjam buat belajar atau mengerjakan tugas.
Jadi tenang, kita nggak hidup dengan kitab lalu berburu rusa sambil dikejar dinosaurus hutan.
Engga kok, kita makan sudah tinggal makan (sudah dimasakin, aman bray). Terus kalau ngomongin kreativitas, justru banyak kegiatan yang ngasih ruang buat kita berekspresi.
Ada public speaking, Student Passion Fair, Festival Nusantara, dan lainnya (aku sampai lupa saking banyaknya). Nah, di acara-acara kayak gitu kita bebas banget berkreasi.
Mau drama? Bisa. Musik? Bisa. Koreografi? Bisa. Jadi MC? Juga bisa. Dan yes, kita juga main alat musik. Makanya aku kadang agak heran kalau masih ada yang mikir santri itu nggak kenal teknologi
atau nggak punya ruang buat berkarya.
Karena di satu hari yang sama, seorang santri bisa aja pagi belajar fiqih, siang presentasi pakai PowerPoint, sore latihan pidato, dan malamnya sibuk latihan drama buat acara sekolah.
Jadi kalau ada yang bilang pesantren bikin anak jauh dari perkembangan zaman (yeu gua cubit ye,,, becanda), mungkin mereka belum pernah lihat langsung how real boarding life works.
Karena nyatanya, kami tetap belajar agama sambil bertumbuh, berkreasi, dan mengikuti perkembangan dunia juga. Ingat ya, tidak semua pesantren itu isinya anak-anak yang bikin status WA jamet titik-titik pas perpulangan kok (hehe). Jangan ragu buat jin bareng.

.png)