PATADaily.id - Jakarta- Penulis: Gabriel Bobby
Program Doktor Ilmu Komunikasi Angkatan Ke-35 (DIK35), Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Prospects of the Tourism Industry Amid Economic Challenges” pada Jumat (24/7) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Seminar ini mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas berbagai strategi guna memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tengah tekanan ekonomi global yang memengaruhi sektor ini.
Industri pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan devisa, lapangan kerja, serta penguatan UMKM. Namun, sektor ini kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi global, meningkatnya harga bahan bakar pesawat, hingga naiknya biaya perjalanan yang berdampak pada wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata.
Di tengah kondisi tersebut, dibutuhkan sinergi lintas sektor agar industri pariwisata tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus mempertahankan daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.
"Pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi wisata atau aktivitas ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan nilai bersama bagi masyarakat. Komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk menyelaraskan kepentingan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra internasional agar setiap kebijakan dan kolaborasi yang dibangun mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pariwisata Indonesia," ujar Dr Prasetya Yoga Santoso, Kepala Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi, Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid.
"Seminar ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif, mulai dari pemerintah, pelaku industri, asosiasi, akademisi, hingga mitra internasional. Kami berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang implementatif sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi baru untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri pariwisata Indonesia," ungkap Dyah Hestu estari, Ketua Panitia Seminar Internasional DIK-35 Universitas Sahid.
Seminar menghadirkan Dr Hj Kurniasih Mufidayati, M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI, sebagai keynote speaker. Diskusi panel turut menghadirkan Prof Dr Zainuddin Maliki, M.Si., Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; Ahmad Fajar, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC); Pauline Suharno, Ketua Umum ASTINDO; serta Herman Courbois, General Manager, Hotel Grand Sahid Jaya.

.png)