PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Menyambut Hari Kebaya Nasional 2026 nanti pada 24 Juli mendatang, maka PATADaily.id tertarik mencoba menyajikan perempuan Indonesia dan kebaya. Plt Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Ratri Paramita menjelaskan bahwa kebaya adalah salah satu identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat.
"Bagi saya, kebaya adalah cerminan karakter, keanggunan, dan keberagaman budaya yang kita miliki. Karena itu, sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikannya sebagai bagian dari jati diri bangsa," urainya kepada PATADaily.id, Selasa (21/7/2026).
Ia mendukung perempuan negeri ini diajak untuk melestarikan budaya. "Saya tentu sangat mendukung. Perempuan memang memiliki peran yang besar dalam mewariskan budaya, termasuk melalui kebaya," ujarnya.
Tetapi pada dasarnya, lanjutnya, melestarikan budaya adalah tanggung jawab kita semua. Yang terpenting adalah bagaimana budaya itu tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari dan bisa diterima oleh generasi muda dengan cara yang relevan.
"Di TMII, kami berupaya menghadirkan pengalaman budaya yang dekat dengan masyarakat, sehingga budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga terus dijalani dan dilestarikan," ungkapnya. Kebaya telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO sehingga Plt Direktur Utama TMII ini mengaku bahwa untuk kegiatan resmi atau acara yang berkaitan dengan budaya, dirinya cukup sering mengenakan kebaya.
"Menurut saya, mengenakan kebaya adalah bentuk apresiasi terhadap warisan budaya kita. Pengakuan dari UNESCO tentu menjadi kebanggaan, sekaligus pengingat bahwa tugas kita berikutnya adalah memastikan kebaya tetap dikenal, dipakai, dan dicintai oleh generasi mendatang," paparnya.
"Terlebih di TMII, pada acara-acara yang diselenggarakan di TMII baik itu acara resmi, upacara bendera, maupun acara-acara lainnya, kami selalu encourage teman-teman TMII untuk menggunakan pakaian tradisional/wastra. Salah satunya adalah kebaya," jelasnya.
Kebaya dianggap sebagai bagian dari budaya sehingga bisa menarik minat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia membuat Mita, sapaan akrabnya, meyakini kebaya bisa ikut serta mempromosikan pariwisata Nusantara.
"Tentu bisa. Saat ini wisatawan tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang memiliki cerita dan nilai budaya. Kebaya adalah salah satu simbol budaya Indonesia yang sangat kuat. Ketika dipadukan dengan destinasi rekreasi, pertunjukan seni, atau festival budaya, kebaya bisa menjadi bagian dari pengalaman yang membuat wisatawan semakin mengenal Indonesia," terangnya.
"Di TMII sendiri, kami melihat budaya selalu menjadi daya tarik utama. Kebaya menjadi salah satu elemen yang memperkaya pengalaman tersebut karena merepresentasikan keberagaman budaya Nusantara.
Ternyata Mita memiliki harapan tersendiri untuk kebaya. "Saya berharap kebaya semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya dikenakan pada acara tertentu, tetapi juga menjadi bagian dari kebanggaan terhadap budaya Indonesia".
"Saya juga berharap semakin banyak ruang yang mendukung pelestarian kebaya, baik melalui pendidikan, komunitas, industri kreatif, maupun destinasi seperti TMII. Dengan begitu, kebaya tidak hanya menjadi warisan yang kita jaga, tetapi juga budaya yang terus hidup dan berkembang mengikuti zamannya," tukasnya.

.png)