TOURISM EDUCATION & CAREER PATHS

Kualitas SDM Pariwisata Menuju Indonesia Emas 2045

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Pariwisata adalah industri pengalaman (experience industry), sehingga kualitas manusia menjadi wajah utama bangsa. 

Hal tersebut disampaikan Tetty DS Ariyanto, Sekretaris Jenderal DPP ITLA ketika dihubungi PATADaily.id, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, kunci utama Indonesia Emas 2045 bukan hanya sumber daya alam, tetapi kualitas manusianya. Tetty mengatakan, dalam sektor pariwisata, SDM harus memiliki kompetensi global, kemampuan digital, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesadaran terhadap keberlanjutan (sustainability mindset).

Ia mengemukakan bahwa SDM pariwisata Indonesia dikenal ramah dan adaptif, namun untuk Indonesia Emas kita membutuhkan lebih banyak tenaga kerja tersertifikasi kompetensi, pelaku pariwisata berbasis teknologi, dan pemimpin industri yang inovatif dan berwawasan global.

"Ketiga hal ini harus dibudayakan sehingga tidak hanya SDM Emas, namun juga daya saing Indonesia dan produktivitas pasti meningkat," terangnya. Jadi, lanjutnya, kita perlu tanamkan mindset dan budaya 'green' dalam kehidupan sehari-hari.

Tetty berharap Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas manusia, karakter bangsa, dan keberlanjutan lingkungan. "Saya berharap Indonesia memiliki SDM yang unggul, kompeten, beretika, dan mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri bangsa," jelasnya.

Tetty yang juga Master Asesor BNSP ini mengemukakan, pariwisata harus menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan kebanggaan nasional. "Kita ingin Indonesia dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kualitas manusianya, keramahtamahannya, serta komitmennya terhadap masa depan yang berkelanjutan," ujarnya.

Sehingga Indonesia Emas 2045 harus menjadi masa depan yang inklusif, hijau, dan membanggakan bagi generasi mendatang. Tetty mengatakan, sektor pariwisata itu multiplier effect. "Kita cinta damai jadi pasti besar kontribusinya buat Indonesia Emas karena tidak ada orang pariwisata berperang," tuturnya.

Tetty mengutarakan bahwa pemerintah selama ini tentu sudah berupaya untuk kualitas SDM pariwisata Indonesia meningkat menuju Indonesia Emas 2045. "Pemerintah telah menunjukkan dukungan yang cukup kuat terhadap sektor pariwisata, antara lain melalui program sertifikasi SDM, digitalisasi promosi serta penguatan konsep pariwisata berkelanjutan," urainya.

Selain itu, lanutnya, kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, industri, akademisi, komunitas, dan media massa harus diperkuat. "Hal ini menjadi penting karena pariwisata tidak bisa berjalan sendiri," tegasnya.

Ke depan, lanjutnya, tantangannya adalah memastikan kebijakan tersebut berkelanjutan, tepat sasaran, dan mampu menjangkau pelaku UMKM serta masyarakat daerah agar manfaat ekonomi pariwisata semakin merata.

Tetty yang juga founder Indonesia Cultural Heritage ini merasa optimistis akan bisa tercapai. "Juga saya optimis karena ibu Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata kan launching skema sertifikasi okupasi nasional baru baru ini, baik masional maupun yang ASEAN..jadi saya lega sih. karena ada harapan utk TVET dan industri," paparnya.

Yang perlu, lanjutnya, dikuatkan selain 6 Poltekpar ada ribuan SMK Pariwisata yang dikelola swasta dan negeri, juga Universitas, Institut negeri dan swasta. Jadi, kualitas pendidikan ikut menentukan kualitas SDM pariwisata negeri ini menuju Indonesia Emas 2045.

"Merekalah yang akan memanfaatkan skema-skema ini. Merepresentasikan kepemimpinan Indonesia di ASEAN dalam hal penjaminan mutu dan rekognisi sistem sertifikasi melalui proyek ASEAN Guiding Principles PRINCIPLES ke-3, dimana saya menjadi Regional Consultant, yang ditunjuk oleh BNSP" katanya.

Tetty mengaku optimistis Indonesia pasti emas jika menjaga mutu SDM pariwisata negeri ini.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side