CULTURAL/HERITAGE

Halimah Munawir Ikut Melestarikan Kebaya

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Menyambut Hari Kebaya Nasional 2026 nanti pada 24 Juli mendatang, maka PATADaily.id tertarik mencoba menyajikan perempuan Indonesia dan kebaya. Halimah Munawir, seorang budayawan nasional menjelaskan bahwa kebaya bukan sekadar sebuah simbol budaya bangsa.

"Melainkan juga sebagai simbol "kebersamaan" sebagaimana yang pernah dikatakan Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahwa kebaya adalah warisan budaya yang menjadi simbol persatuan di kawasan Asia Tenggara, yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Thailand," tuturnya kepada PATADaily.id, Minggu (19/7/2026).

Halimah yang juga seorang pengusaha di Tanah Air ini mengatakan, kebaya selama ini identik dengan wanita. "Maka, perempuan Indonesia sudah seharusnya bersama melestarikan budaya berkebaya. Dan sejak disah kan oleh UNESCO pada tanggal 8 Desember, sepertinya pada hari-hari tertentu pekerja wanita, baik di lembaga pemerintahan/BUMN dan swasta bahkan di sekolah kini ada yang mewajibkan berkebaya," paparnya.

Halimah yang juga concern dalam bidang pendidikan dan anak negeri ini mengungkapkan bahwa dirinya memakai kebaya disetiap momen tertentu. Menurunya, kebaya yang merupakan bagian dari budaya Indonesia bisa menarik minat dan mempromosikan pariwisata Nusantara.

"Sangat bisa sebab kebaya merupakan bagian dari budaya Indonesia sehingga bisa dilibatkan untuk promosi pariwisata Nusantara," ujarnya. Halimah yang merupakan pemilik Rumah Budaya HMA di Megamendung, Bogor ini menyampaikan harapan, yakni kebaya sebagai warisan budaya tak benda ini, bukan hanya dilestarikan saja melainkan juga terus dipromosikan, baik di berbagai event maupun dipajang di gerai setiap mall maupun perkantoran untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side