Penulis: Gabriel Bobby
PATADaily.id - Jakarta - Di bentang kepulauan Indonesia, transportasi penyeberangan bukan sekadar moda, melainkan urat nadi yang menjaga denyut konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Menyadari peran strategis tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan demi memastikan layanan yang andal, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Komitmen ini ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengoperasian KMP Aceh Hebat I bersama Pemerintah Provinsi Aceh pada Selasa (7/4/2-26) di Kantor Pusat ASDP. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga kesinambungan layanan penyeberangan, khususnya di wilayah kepulauan Aceh yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Penandatanganan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh T Robby Irza, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh T Faisal, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aceh Muhammad Diwarsyah, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, Direktur Teknik Nana Sutisna, Direktur SDM dan Layanan Korporasi Ardhi Ekapaty, serta Executive Director Regional I Theresia Damayanti bersama jajaran manajemen terkait.
Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan pijakan strategis dalam memastikan layanan penyeberangan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Penandatanganan MoU KMP Aceh Hebat I ini bukan sekadar kelanjutan kerja sama, melainkan wujud komitmen bersama dalam menghadirkan layanan yang semakin andal dan berorientasi pada masyarakat. Sinergi ini akan memperkuat konektivitas wilayah, sekaligus membuka akses ekonomi dan pembangunan bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan pers resmi, Rabu (8/4/2026).
Konsisten dan Berkualitas
Dalam operasionalnya, KMP Aceh Hebat I melayani lintasan Simeulue–Calang, jalur vital yang menghubungkan mobilitas penumpang dan distribusi logistik. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, kapal ini telah melayani 9.820 penumpang dan 3.565 kendaraan—angka yang mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyeberangan yang konsisten dan berkualitas.
Executive Director Regional I ASDP, Theresia Damayanti, menambahkan bahwa keberhasilan kerja sama sebelumnya menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan kolaborasi ini. “Melalui skema kerja sama berbasis sewa yang berkelanjutan, kami menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan standar layanan. Prinsip safety, security, dan service excellence menjadi prioritas utama, yang didukung peningkatan fasilitas kapal, penguatan sistem pemeliharaan, serta pengembangan kompetensi SDM,” jelasnya.
Dari sisi Pemerintah Provinsi Aceh, T Robby Irza menilai sinergi ini sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar distribusi logistik, dan memperluas aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui kolaborasi yang solid, ASDP menegaskan perannya sebagai penghubung antarwilayah yang tidak hanya menjaga keandalan layanan, tetapi juga menghadirkan sistem transportasi penyeberangan yang adaptif, modern, dan berdaya saing. Upaya ini diharapkan mampu menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik nasional secara lebih efisien dan berkelanjutan.

.jpg)
.jpg)