DESTINATIONS

Cikarang A Global Destination for Industry, Knowledge, Health and Innovation

post-img

PATADaily.id - Cikarang - Penulis: Gabriel Bobby

Jababeka diketahui sejak awal mempelopori transformasi Cikarang, dari kawasan industri menjadi kota terpadu yang menggabungkan industri, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

"Ke depan, kami ingin menjadikan Cikarang sebagai kota wisata industri, pendidikan, dan kesehatan, sekaligus international meeting place bagi para ilmuwan (scientists), pemilik perusahaan, penemu (inventors), akademisi, dan investor dari berbagai negara," tutur Direktur Utama PT Jababeke Tbk Setyono Djuandi Darmono kepada PATADaily.id, Senin (12/10/2026).

Darmono menjelaskan bahwa mereka dapat bertemu, bertukar pengetahuan, mengembangkan teknologi, melakukan penelitian, membangun kerja sama bisnis, sekaligus menikmati fasilitas kota yang modern.

Menurutnya, dengan ribuan perusahaan industri, President University, dan President University Research and Teaching Hospital, maka Cikarang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unik berbasis industri, ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kesehatan.

"Kami berharap orang datang ke Cikarang bukan hanya untuk bekerja atau berbisnis, tetapi juga untuk belajar, berobat, menemukan peluang, menciptakan inovasi, dan membangun persahabatan internasional," ujarnya

Darmono menerangkan, inilah visi kami: Building Industries, Building Cities, Building Civilizations. "Sesuai filosofi kami, Think Big, Start Small, Move Fast, visi ini akan diwujudkan secara bertahap melalui kolaborasi dengan berbagai pihak," katanya.

Menurut saya, lanjutnya, konsep yang perlu terus dipromosikan adalah “Cikarang — A Global Destination for Industry, Knowledge, Health and Innovation.”

Ini dapat menjadi identitas baru Cikarang yang membedakannya dari kota industri biasa. 

Adapun Darmono menanggapi artikel https://patadaily.id/pages/kawasan-industri-sebagai-ekosistem-pertumbuhan-ekonomi.

Era kawasan industri di Indonesia sejatinya dimulai awal dekade 1970-an silam dengan Kawasan industri Pulogadung yang menjadi konsentrasi industri PMDN maupun PMA yang berinvestasi di sini. 

Sejalan dengan pembangunan yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, bahkan sempat mencapai 8%, kawasan industri menjadi suatu kebutuhan untuk menjadi sentra-sentra penyerapan tenaga kerja sehingga kawasan mulai berdiri di banyak wilayah, khususnya sepanjang wilayah utara Jawa dan kemudian diikuti daerah luar Jawa.

Kawasan Industri Jababeka saat ini menjadi kawasan terbesar dengan lahan sekitar 5000 hektar dan lebih dari 2000 manufaktur telah berdiri, termasuk UT, Unilever, Komatsu, Samsung, Dexa, juga perusahaan-perusahaan menengah, dll serta dilengkapi Dry-Port. Selain itu Jababeka juga turut mengembangkan Kawasan Industri Kendal, Morotai (Maluku Utara) dan Tanjung Lesung. 

Saat ini kawasan tersebut telah berkembang menjadi ekosistem industri yang lengkap dengan berbagai infrastruktur termasuk penyediaan listrik, pengolahan air bersih maupun limbah, keamanan, transportasi,  tentunya cukup vital peranan untuk berkontribusi kepada PDB maupun PAD, menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja langsung di sektor manufaktur dan juga membuka peluang usaha  yang luas sektor informal, properti serta jasa-jasa. Sejumlah perusahaan asing berdiri di kawasan Jababeka maupun Kendal, menunjukkan pengelolaan kawasan (estate management) yang handal dan diakui secara internasional. 

Sejalan dengan perkembangan kawasan yang sangat pesat, termasuk kawasan lain di sekitarnya (MM 2100, EJIP, Karawang, dan lainnya), Jababeka melengkapi dengan kesehatan dan pendidikan berbagai jenjang. President University menjadi universitas pertama di kawasan industri dengan pengantar berbahasa Inggris dan memiliki sejumlah mahasiswa dari kawasan Asia dan Afrika, serta sudah membuka jenjang Strata-3, maupun Fakultas Kedokteran yang berdiri 2023 lalu, namun sudah dilengkapi dengan Rumah Sakit yang mulai percobaan beroperasi pada bulan Oktober 2026 ini. 

Vincent Jaya Saputra, seorang pengusaha yang bisnisnya juga  berada di kawasan Jababeka menyambut gembira dengan hadirnya Rumah Sakit Presiden University “Kami dari Kencana Group turut bangga atas mulai beroperasinya RSPU dan turut mendukung kelengkapan ekosistem Rumah Sakit President University dengan produksi syringe Telson, solar panel yang telah bekerjasama dengan Cikarang Listrikindo, baterai listrik JV dengan SAIC Group dan CATL yang berada di dan sekitar kawasan Jababeka.”

“Kawasan Industri lebih dari sekedar bisnis properti, tetapi juga harus membangun ekosistem yang menyediakan layanan lengkap, termasuk pendidikan dan kesehatan Itu yang sedang dilakukan kelompok Jababeka, yang mau tak mau harus terus berkembang, karena membangun suatu ekosistem bisnis berarti keberlangsungan yang menjaga kepentingan bersama secara jangka panjang. Hal yang sama tentunya menjadi perhatian para pelaku kawasan industri yang terpercaya lainnya," demikian pandangan Jahja B Soenarjo, Ketua Umum CEO Business Forum Indonesia, yang juga turut berkontribusi untuk President University ketika dihubungi PATADaily.id pada akhir pekan lalu.

Model ekosistem kawasan terintegrasi ini memang menjadi ciri Kota Industri yang Mandiri seperti banyak terdapat di Jepang, Korea Selatan, juga China. 

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side