PATADaily.id - Cikarang - Penulis: Gabriel Bobby
Era kawasan industri di Indonesia sejatinya dimulai awal dekade 1970-an silam dengan Kawasan industri Pulogadung yang menjadi konsentrasi industri PMDN maupun PMA yang berinvestasi di sini.
Sejalan dengan pembangunan yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, bahkan sempat mencapai 8%, kawasan industri menjadi suatu kebutuhan untuk menjadi sentra-sentra penyerapan tenaga kerja sehingga kawasan mulai berdiri di banyak wilayah, khususnya sepanjang wilayah utara Jawa dan kemudian diikuti daerah luar Jawa.
Kawasan Industri Jababeka saat ini menjadi kawasan terbesar dengan lahan sekitar 5000 hektar dan lebih dari 2000 manufaktur telah berdiri, termasuk UT, Unilever, Komatsu, Samsung, Dexa, juga perusahaan-perusahaan menengah, dll serta dilengkapi Dry-Port. Selain itu Jababeka juga turut mengembangkan Kawasan Industri Kendal, Morotai (Maluku Utara) dan Tanjung Lesung.
Saat ini kawasan tersebut telah berkembang menjadi ekosistem industri yang lengkap dengan berbagai infrastruktur termasuk penyediaan listrik, pengolahan air bersih maupun limbah, keamanan, transportasi, tentunya cukup vital peranan untuk berkontribusi kepada PDB maupun PAD, menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja langsung di sektor manufaktur dan juga membuka peluang usaha yang luas sektor informal, properti serta jasa-jasa. Sejumlah perusahaan asing berdiri di kawasan Jababeka maupun Kendal, menunjukkan pengelolaan kawasan (estate management) yang handal dan diakui secara internasional.
Sejalan dengan perkembangan kawasan yang sangat pesat, termasuk kawasan lain di sekitarnya (MM 2100, EJIP, Karawang, dan lainnya), Jababeka melengkapi dengan kesehatan dan pendidikan berbagai jenjang. President University menjadi universitas pertama di kawasan industri dengan pengantar berbahasa Inggris dan memiliki sejumlah mahasiswa dari kawasan Asia dan Afrika, serta sudah membuka jenjang Strata-3, maupun Fakultas Kedokteran yang berdiri 2023 lalu, namun sudah dilengkapi dengan Rumah Sakit yang mulai percobaan beroperasi pada bulan Oktober 2026 ini.
Vincent Jaya Saputra, seorang pengusaha yang bisnisnya juga berada di kawasan Jababeka menyambut gembira dengan hadirnya Rumah Sakit Presiden University “Kami dari Kencana Group turut bangga atas mulai beroperasinya RSPU dan turut mendukung kelengkapan ekosistem Rumah Sakit President University dengan produksi syringe Telson, solar panel yang telah bekerjasama dengan Cikarang Listrikindo, baterai listrik JV dengan SAIC Group dan CATL yang berada di dan sekitar kawasan Jababeka.”
“Kawasan Industri lebih dari sekedar bisnis properti, tetapi juga harus membangun ekosistem yang menyediakan layanan lengkap, termasuk pendidikan dan kesehatan Itu yang sedang dilakukan kelompok Jababeka, yang mau tak mau harus terus berkembang, karena membangun suatu ekosistem bisnis berarti keberlangsungan yang menjaga kepentingan bersama secara jangka panjang. Hal yang sama tentunya menjadi perhatian para pelaku kawasan industri yang terpercaya lainnya," demikian pandangan Jahja B Soenarjo, Ketua Umum CEO Business Forum Indonesia, yang juga turut berkontribusi untuk President University ketika dihubungi PATADaily.id pada akhir pekan lalu.
Model ekosistem kawasan terintegrasi ini memang menjadi ciri Kota Industri yang Mandiri seperti banyak terdapat di Jepang, Korea Selatan, juga China.

.png)