Adapun AJTM 2026 mengusung tema “Building Valuable Business Connections Across The Tourism Industry” dengan semangat Transformation Journey. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan seller dan buyer secara lebih terarah sekaligus membuka akses bisnis baru bagi anggota AITTA.
Ketua Pelaksana AJTM 2026 Miranti Adriana, mengatakan AJTM tahun ini diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih konkret bagi anggota asosiasi di tengah perubahan kondisi ekonomi dan dinamika industri pariwisata.
“Transformation Journey artinya kami ingin membawa perubahan yang baru. Dalam situasi ekonomi yang sedang berubah, kami menginginkan para member tetap mendapatkan manfaat dari keberadaan mereka di asosiasi,” ujar Miranti.
Menurutnya, AJTM diharapkan dapat membuka kembali jalur komunikasi dan koneksi bisnis antara anggota AITTA dengan mitra yang selama ini belum tersentuh.
“Harapan kami, member bisa menemukan kembali alur-alur yang menyambungkan komunikasi yang baik atau connecting dengan pihak-pihak lain yang mungkin belum tersentuh,” katanya.
Hadirkan Seller dari Dalam dan Luar Negeri
AJTM 2026 mempertemukan 30 seller dengan sekitar 100 buyer yang diundang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 buyer hadir dalam kegiatan tersebut.
Miranti mengatakan seller yang hadir tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara, termasuk Rusia, Jepang, dan Myanmar, serta berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran pelaku industri dari berbagai pasar tersebut dinilai membuka ruang bagi anggota AITTA untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus menemukan mitra yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Yang kami undang sebagai seller benar-benar yang diinginkan oleh para member. Alhamdulillah mereka mau datang jauh-jauh, baik dari luar negeri maupun dalam negeri,” ujar Miranti.
Target Transaksi Rp2 Miliar
Dari rangkaian pertemuan bisnis yang berlangsung, AITTA Jakarta menargetkan nilai transaksi sekitar Rp2 miliar.
Format Table Top Business Dealing dan Business Matching menjadi bagian utama AJTM 2026 untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra yang relevan.
Selain biro perjalanan wisata dan tour operator, AJTM juga melibatkan hotel, National Tourism Organization (NTO), maskapai penerbangan, perusahaan transportasi, destinasi wisata, pemerintah, serta pelaku industri pendukung lainnya.
Miranti berharap pertemuan bisnis tersebut tidak berhenti pada komunikasi awal, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama dan transaksi setelah kegiatan berlangsung.
“Target transaksinya kalau bisa mencapai Rp2 miliar. Mudah-mudahan,” ujarnya.
AITTA Jakarta Siapkan Diversifikasi Bisnis Pariwisata
Memasuki tahun berikutnya, AITTA Jakarta juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang tidak hanya berfokus pada bisnis perjalanan wisata konvensional.
Miranti mengatakan, asosiasi mulai menjajaki pengembangan kegiatan yang berkaitan dengan wisata ramah muslim, wellness, dan gastronomi.
“Untuk ke depan kami sudah merancang beberapa kegiatan, baik yang bersifat ramah Muslim maupun yang mempunyai benefit. Kami bukan hanya sekadar menjual goods and travel seperti biasa, tetapi juga sedang menjaring bidang lain seperti wellness dan gastronomi,” jelasnya.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat bagi anggota melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di luar sektor perjalanan wisata konvensional.
Dengan pendekatan tersebut, AJTM tidak hanya menjadi agenda tahunan untuk mempertemukan seller dan buyer, tetapi juga menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri pariwisata untuk mencari bentuk kerja sama baru di tengah perubahan pola bisnis dan kebutuhan wisatawan.

.png)