PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Dalam lanskap global yang semakin terhubung, kolaborasi lintas negara tidak lagi terbatas pada hubungan diplomatik formal, tetapi juga berkembang melalui pertukaran pendidikan, budaya, dan pengalaman generasi muda. Semangat inilah yang tercermin dalam penyelenggaraan program Merentas Rumpun Global Nusantara Exchange yang berlangsung pada 2 hingga 7 Mei 2026, mempertemukan delegasi mahasiswa Malaysia dengan institusi pendidikan terkemuka di Indonesia.
Program yang diinisiasi oleh Jawatankuasa Kepimpinan & Pembangunan Siswa Residen Siswa & Ketua Blok (JKPSRSKB) INASIS PERODUA, Universiti Utara Malaysia (UUM), ini diikuti oleh 33 delegasi mahasiswa yang menjalani rangkaian kunjungan akademik ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI), sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis antar institusi pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam konteks pelaksanaan di Indonesia, peran sektor industri turut menjadi elemen penting dalam memastikan kualitas pengalaman lintas negara yang terstruktur dan berkelas. PT Agra Danapati Parama (ADP Trip), sebagai pelaku industri travel berbasis di Jakarta, hadir sebagai mitra yang mendukung kelancaran mobilitas serta keseluruhan pengalaman perjalanan para delegasi selama berada di Indonesia.
CEO ADP Trip, Mira, memandang program ini sebagai representasi nyata dari diplomasi budaya dan pendidikan yang semakin relevan di era modern.
“Program seperti ini mencerminkan bagaimana kolaborasi antar negara dapat dibangun melalui pendekatan yang lebih humanis melalui pendidikan, pengalaman, dan interaksi langsung. Ini bukan hanya pertukaran kunjungan, tetapi pertukaran perspektif,” ungkapnya ketika dihubungi PATADaily.id, Jumat (8/5/2026).
Selama program berlangsung, para peserta tidak hanya terlibat dalam diskusi akademik dan pertukaran wawasan bersama mahasiswa di Indonesia, tetapi juga mendapatkan pemahaman langsung mengenai dinamika kepemimpinan mahasiswa, budaya organisasi, serta sistem pengelolaan kehidupan kampus di dua universitas terkemuka tersebut.
Pengarah Program, Ahmat Fauzan bin Mustapha, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk membentuk generasi mahasiswa yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
“Program ini memberi pendedahan kepada peserta terhadap corak kepimpinan mahasiswa di luar negara serta mengasah kemahiran komunikasi dan profesionalisme mereka dalam persekitaran global,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengalaman lintas negara ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam memperkukuh sistem pengurusan pelajar di Universiti Utara Malaysia.
Di sisi lain, keterlibatan ADP Trip dalam program ini mencerminkan pergeseran peran industri travel yang kini tidak hanya berfokus pada perjalanan wisata, tetapi juga sebagai enabler dalam kegiatan internasional berbasis pendidikan dan kolaborasi.
Mira menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam peta kolaborasi regional, tidak hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai ruang pertemuan berbagai inisiatif global.
“Indonesia memiliki kekuatan sebagai titik temu—baik secara geografis maupun kultural. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, kegiatan seperti ini bisa berkembang menjadi platform kolaborasi yang lebih luas di tingkat internasional,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa pengalaman perjalanan dalam program seperti ini memiliki dimensi yang jauh lebih dalam dibandingkan perjalanan konvensional.
“Perjalanan dalam konteks ini bukan sekadar mobilitas, tetapi transformasi. Di situlah peserta belajar memahami perbedaan, membangun komunikasi lintas budaya, dan mengembangkan cara pandang yang lebih global.”
Program ini turut mendapat dukungan dari PERODUA Malaysia sebagai bagian dari komitmen dalam memperluas jaringan pendidikan dan kepemimpinan mahasiswa di kawasan ASEAN.
Melalui penyelenggaraan Merentas Rumpun Global Nusantara Exchange, hubungan antara Indonesia dan Malaysia tidak hanya diperkuat secara institusional, tetapi juga diperkaya melalui interaksi langsung antar generasi muda membuka jalan bagi terbentuknya kolaborasi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.
Dari perspektif industri, program seperti ini juga memberikan dampak strategis bagi sektor pariwisata Indonesia. Kegiatan mobilitas internasional berbasis pendidikan secara tidak langsung mendorong pertumbuhan travel ecosystem mulai dari transportasi, akomodasi, hingga layanan pendukung lainnya. Kehadiran delegasi internasional dalam durasi program yang terstruktur turut memperpanjang length of stay dan memperluas exposure destinasi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya menarik secara wisata, tetapi juga relevan sebagai pusat kegiatan internasional.
Lebih jauh, kegiatan seperti ini membuka peluang baru bagi pelaku industri travel untuk mengembangkan segmen educational travel dan institutional travel, yang memiliki karakteristik pasar berbeda dan cenderung lebih berkelanjutan. Indonesia, dalam hal ini, tidak hanya menjadi tujuan perjalanan, tetapi juga menjadi platform kolaborasi regional yang bernilai strategis bagi pertumbuhan industri pariwisata ke depan.

.jpg)
.jpg)