PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Platform perjalanan digital Agoda merilis laporan 2027 Asia Travel Pulse yang mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia merupakan yang paling terpengaruh media sosial dan paling berorientasi pada penawaran menarik di Asia.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa media sosial memengaruhi 73% keputusan perjalanan wisatawan Indonesia, sementara 17% responden mengatakan bahwa penawaran harga yang menarik saja sudah cukup untuk menentukan pilihan perjalanan mereka, persentase tertinggi di Asia.
Laporan Agoda ini juga menunjukkan kembali meningkatnya minat terhadap perjalanan internasional, seiring dengan pesatnya pemanfaatan AI dalam perencanaan perjalanan dan meningkatnya minat terhadap pengalaman wisata yang sesuai dengan kegemaran masing-masing, mulai dari kuliner dan budaya hingga acara dan aktivitas luar ruang.Gede Gunawan, Senior Country Director Indonesia di Agoda, mengatakan, “Bagi wisatawan Indonesia, perjalanan sering kali dimulai dari media sosial". "Sebuah video atau unggahan dari teman dapat memantik ide untuk berwisata, dan menemukan penawaran terbaik yang mewujudkan ide tersebut. Di Agoda, kami menawarkan kemudahan untuk mengubah inspirasi tersebut menjadi pengalaman perjalanan yang terjangkau, melalui berbagai penawaran menarik untuk akomodasi, penerbangan, dan aktivitas,” jelasnya dalam keterangan pers resmi, Jumat (6/11/2026).
Berikut empat tren utama yang mewarnai perjalanan wisata di Asia dan Indonesia pada 2027:
1. Wisatawan Indonesia Paling Terpengaruh Media Sosial dan Berorientasi pada Promo di Asia
Wisatawan Indonesia tercatat sebagai kelompok yang paling terinspirasi oleh media sosial sekaligus paling mengutamakan nilai penawaran di Asia. Sebanyak 73% responden mengatakan media sosial memengaruhi pilihan perjalanan mereka. Angka ini merupakan yang tertinggi di kawasan dan jauh melampaui rata-rata Asia sebesar 47%. Temuan ini menunjukkan bahwa platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube tidak hanya menjadi sumber inspirasi, tetapi juga turut memengaruhi keputusan mengenai destinasi yang dikunjungi, aktivitas yang dilakukan, tempat menginap, hingga cara mencapai tujuan.
Selain itu, wisatawan Indonesia juga menjadi yang paling mempertimbangkan promo. Penawaran dan promosi masuk dalam tiga pertimbangan utama untuk perjalanan pada 2027, setelah destinasi dan akomodasi. Bahkan, 17% responden mengatakan bahwa penawaran menarik saja sudah cukup untuk menentukan perjalanan mereka. Angka ini merupakan yang tertinggi di kawasan, dibandingkan rata-rata Asia sebesar 8%. Temuan tersebut menegaskan bahwa harga dan nilai yang ditawarkan berperan penting dalam mendorong wisatawan merealisasikan rencana perjalanan menjadi pemesanan.
2. Harga Menjadi Pertimbangan Utama dalam Merencanakan Perjalanan 2027
Bagi wisatawan Indonesia, harga bukan sekadar salah satu faktor pertimbangan, melainkan menjadi prioritas utama. Sebanyak 47% responden menempatkan harga sebagai pertimbangan terpenting saat memilih akomodasi, mengungguli lokasi dan ulasan. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia, di atas rata-rata regional sebesar 32%.
Sensitivitas terhadap harga juga terlihat dalam preferensi program loyalitas. Sebanyak 57% responden memilih diskon eksklusif bagi member sebagai manfaat yang paling penting, lebih tinggi dibandingkan manfaat lainnya seperti peningkatan kelas kamar (room upgrade) dan pembatalan gratis. Angka tersebut melampaui rata-rata Asia sebesar 50% dan menempati posisi ketiga tertinggi di kawasan, setelah Thailand (66%) dan Jepang (59%).Temuan ini menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia lebih menghargai penghematan secara langsung dibandingkan keuntungan yang berkaitan dengan status keanggotaan. Dengan demikian, diskon eksklusif menjadi salah satu cara penting untuk mendorong pemesanan akomodasi sekaligus meningkatkan kemungkinan wisatawan melakukan pemesanan ulang.
3. Wisatawan Indonesia Menyukai Kemudahan dan Perencanaan Perjalanan Terpadu
Wisatawan Indonesia juga menunjukkan preferensi tertinggi di Asia terhadap kemudahan dan perencanaan perjalanan dalam satu platform. Sebanyak 42% responden lebih memilih memesan penerbangan dan hotel melalui platform yang sama, menempatkan Indonesia di posisi pertama di Asia, dibandingkan rata-rata regional sebesar 27%.
Selain itu, 24% responden memilih mencari hotel terlebih dahulu sebelum menyusun rencana perjalanan lainnya. Angka ini merupakan yang tertinggi bersama Thailand dan di atas rata-rata Asia sebesar 14%.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa akomodasi dapat menjadi titik awal dalam menyusun keseluruhan rencana perjalanan. Karena itu, pengalaman pemesanan dalam satu platform yang menggabungkan penerbangan dan hotel menjadi faktor penting untuk memberikan kemudahan dan menyederhanakan proses perencanaan perjalanan.
4. Akomodasi Terjangkau Menjadi Strategi Cerdas dalam Berwisata
Harga akomodasi menjadi salah satu perhatian utama wisatawan Indonesia. Sebanyak 61% responden berencana menganggarkan US$50 (sekitar Rp907.000) atau kurang per malam untuk akomodasi, yaitu rentang harga terendah dalam survei. Angka ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Filipina (69%) dan jauh melampaui rata-rata Asia sebesar 33%.
Temuan ini mencerminkan strategi wisatawan Indonesia dalam menjaga biaya akomodasi tetap terjangkau agar anggaran dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain selama perjalanan atau memungkinkan mereka bepergian lebih sering. Tren perjalanan hemat juga terus meningkat, dengan persentase wisatawan yang memilih kategori anggaran tersebut naik dari 30% menjadi 36% dibandingkan survei 2026. Semakin banyak wisatawan yang memilih anggaran akomodasi US$50 atau kurang untuk perjalanan pada 2027.
Bagi wisatawan yang mulai merencanakan perjalanan pada 2027 mendatang, Agoda menawarkan lebih dari 6 juta properti liburan, lebih dari 130.000 rute penerbangan, serta lebih dari 300.000 aktivitas yang dapat dengan mudah digabungkan dalam satu pemesanan. Wisatawan dapat menemukan berbagai penawaran terbaik melalui aplikasi Agoda dan mengunjungi Agoda.com untuk informasi lebih lanjut.

.png)