Destination

"Mimpi Apa Bisa ke Vatikan lalu ke Assisi?"

post-img

Penulis: Gabriel Bobby

PATADaily.id - Jakarta - Ini sepenggal kisah saya, Bonfilio Mahendra Wahanaputra wartawan desk hukum kriminal yang sehari-hari di Polda Metro Jaya, Mabes Polri, TNI, Kejagung lalu diajak Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) untuk audiensi dengan Paus Leo XIV di Vatikan, Roma, Italia pada Rabu, 25 Maret 2026.

Saya pikir cerita usai bertemu Paus selesai, ternyata tidak, kami bersama Pak Putut pengawas PWKI, Pak Ovier Imdotren.com, dan Pak Jumar Sonora, juga Pak Mayong berziarah kembali ke Assisi atau biasa disebut Fransiskus de Assisi.

Seperti biasa, kami bermodal transportasi bus umum untuk ke Termini atau pusat transumnya di Roma. Sesampainya di Roma kami naik kereta TRENITALIA ke Assisi dengan jarak waktu 3 jam berangkat pukul 11.42 transit di Foligno 14.22 lanjut dan tiba di Asissi pukul 14.42 waktu setempat.

Selama perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan alam yang sungguh luar biasa. Hamparan ladang dan juga hutan seakan jadi saksi sejarah bagaimana rel ini dibangun. Alias rel ada di tengah perbukitan. Belum puas dengan pemandangan yang berjarak 5-10 meter dari mata, kami juga disuguhkan gunung besar yang diselimuti salju sisa musim dingin.

Ah indah sekali! Sampai-sampai hampir semua dari kami tertidur pulas. Kamipun tiba di Assisi, setelah itu kami naik taksi dan menuju salah satu biara tempat kami menginap

Saya ingat hari itu Sabtu ke Minggu jadi banyak sekali wisawatan. Sepanjang perjalanan kira-kira 3 km dari stasiun ke susteran atau guest house, jalan lumayan menanjak perlahan tapi namanya pakai taksi ya hawanya sejuk saja.

Kami meningap semalam di samping Chiesa Abazzia di San Pietro, ada beberapa suster yang biasa mengurus wisatwan yang menginap.

Setelah menaruh barang-barang, kami kembali mulai menanjak karena ini jalan kaki ke salah satu susteran yang tidak jauh dari Basilika Santo Fransiskus Assisi. Di susteran itu, kami makan nasi goreng, telur ceplok dan ikan asin. (Akhirnya bisa makan nasi)

Setelah puas, kami ikut Misa Sabtu malam atau sudah masuk Minggu Palma di gereja Santa Maria Maggiore atau tempat Santo Carlo Acutiz jenazahnya disemayamkan. Sayang, di sana tidak diperbolehkan ambil foto dan video.

Suasana tenang, dengan iringan lagu bahasa Italia atau Latin semakin membuat hangat suasana yang malam itu menembus 8-10 derajat.

Memang cuaca dingin biasanya terjadi di jam 5 sore-7 malam. Lalu kami kembali ke biara awal dan istirahat, keesokan harinya kami baru ke Basilika Santo Fransiskus Assisi untuk berdoa dan meminta berkat oleh-oleh yang kami beli ke para Imam Fransiskan.

Kami juga sempat masuk ke Basilika, namun karena ramai dan sedang misa jadi kami keluar karena takut mengganggu.

Tak lupa kami sempatkan foto di taman depan Basilika yang bertuliskan PAX atau dalam artian Pax et Bonum (Damai dan Kebaikan).

Setelah menikmati keindahan Assisi dari dekat, kami bergegas ke gereja Santa Clara dekat dengan Gereja Santa Maria Maggiore, namun jalan yang menanjak dan kami rata-rata menggunakan jaket tebal membuat keringetan, setelah itu barulah kami kembali ke Roma menggunakan kereta yang sama.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side