JAKARTA'S EVENTS

Rebranding: 4 Sehat 5 Sempurna

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Audiensi dengan Wakil Menteri (Wamen) PPPA Kementerian (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Veronica Tan, pada Senin, 18 Mei 2026, meninggalkan kesan yang mendalam buat Dwi Helly, dari KRIS.

"Berbeda dengan audiensi yang pernah saya alami dengan beberapa pejabat," ucapnya. Dr Jusuf Kristianto, Lendy, Fandy dan Dwi mewakili Adharta Ongkosaputra, Ketua Umum KRIS (Komunitas Relawan Indonesia Sehat) mendampingi Prof Dr Yos E Susanto, Chairperson RS Primaya, yang ditemani Budi Wijana dan Yosep untuk menyampaikan Program 4 Sehat 5 Sempurna versi baru, kepada Veronica Tan. 

Ya, versi baru karena versi lama sudah dihentikan dan diganti dengan program Pedoman Gizi Seimbang dengan kampanye Isi Piringku sejak Agustus 2014 silam. Prof Yos sudah menyiapkan booklet sebagai buku panduan ringkas dan praktis untuk mensosialisasikan program 4 Sehat 5 Sempurna melalui posyandu. 

"Rebranding ini menempatkan program 4 Sehat 5 Sempurna sesuai dengan konteks kekinian yang mencakup berbagai hal seperti gaya hidup, dampak teknologi dan gadget, bahkan isu polusi dan lingkungan yang dapat menghambat pertumbuhan anak," urainya kepada PATADaily.id pada akhir pekan ini.

"Hal-hal krusial yang perlu diedukasikan kepada masyarakat sejak mereka kecil agar mereka tumbuh sehat secara fisik dan mental," katanya.

Dwi menjelaskan, setelah tanya jawab singkat, Wamen PPPA menyampaikan bahwa program itu tidak bisa berjalan sendiri melalui PPPA, tetapi harus disinergikan dengan Kemenkes dan beberapa institusi lainnya. "Jadi, kami harus segera menindaklanjuti proses selanjutnya supaya program yang digagas Prof Yos bisa terealisasi untuk membuat anak-anak hidup lebih sehat," terangnya.

Di kesempatan itu, Veronica Tan juga menyampaikan program kementrian PPPA sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto ada 5 program utama, yakni:  
1. Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam Kewirausahaan,
2. Peningkatan Peran Ibu dalam Pendidikan Anak,
3. Penurunan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak,
4. Pencegahan Pekerja Anak,
5. Pencegahan Perkawinan Anak.

Adapun pemaparan program dan strategi pelaksanaannya disampaikan dengan sangat baik, terutama saat menjelaskan program Kebun Pangan Perempuan (KPP) yang sudah berjalan di beberapa kabupaten. Dengan aktivitas utama mengelola lahan dengan pangan lokal, bukan hanya untuk memperbaiki gizi dan kesehatan keluarga, tapi juga mampu meningkatkan interaksi dan relasi ibu-anak, melestarikan budaya, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal dengan dibentuknya pasar KPP. 

"Tak bisa dipungkiri, Veronica Tan tampil sebagai pemimpin yang sangat cerdas, gaya bicaranya ceplas-ceplos dan to the point, dan menguasai program kerjanya, lembaga mana saja yang harus digandeng dan diajak berkolaborasi dan bagaimana dia harus melakukan pendekatan dengan para kepala daerah" tututnya.

Tidak mudah, lanjutnya, dan tantangannya sangat banyak karena banyak pemimpin daerah tidak memiliki visi besar atau serius memikirkan kepentingan warga yang seharusnya mereka layani.

Waktu pun terasa sangat cepat berlalu dan Veronica Tan sudah harus pergi untuk pertemuan yang lain. "Kami belajar banyak," tegasnya. Dwi berharap semoga apa yang disampaikan Prof Yos bisa terealisasi dan KRIS bisa berperan untuk ikut membangun masyarakat Indonesia yang sehat, secara fisik maupun mental.

Dwi Helly

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side