PATADaily.id - Semarang - Penulis: Gabriel Bobby
Historic Building Lawang Sewu, ikon heritage Kota Semarang yang telah berdiri megah sejak era kolonial, kembali mengukir sejarah baru dengan menjadi saksi peluncuran resmi Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Festival film pendek yang mengusung nama Lawang Sewu ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi sineas muda Indonesia sekaligus mengangkat nama Lawang Sewu sebagai pusat kreativitas dan budaya di tingkat nasional maupun internasional.
Acara berlangsung hangat dan megah dengan dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, serta sejumlah pejabat dan tokoh penting dari berbagai instansi pemerintah dan swasta.
Lawang Sewu yang dalam bahasa Jawa bermakna "seribu pintu" kini dimaknai ulang sebagai seribu peluang bagi dunia perfilman Indonesia. Kawasan heritage yang dikelola PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) ini memang bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan telah menjadi destinasi wisata unggulan yang terus bertransformasi.
Dari sekadar situs heritage yang menyimpan cerita masa lalu, Lawang Sewu kini tampil sebagai ruang kreatif yang membuka pintu bagi lahirnya karya-karya baru di industri perfilman Indonesia. Transformasi ini menegaskan bahwa Lawang Sewu selalu relevan di setiap zaman, mampu menjembatani warisan sejarah dengan semangat kreativitas generasi muda.
Turut hadir Konsulat Kehormatan India di Surabaya Mr Manoj Bhat, Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI (Direktur Film, Musik, dan Seni) Inni Dewi Wanti, Perwakilan Gubernur Jawa Tengah sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah AR Hanung Triyono, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris., Wali Kota Salatiga yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari.
Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah terhadap pengembangan industri kreatif melalui festival yang berbasis di kawasan heritage Lawang Sewu.
Hadir pula unsur Forkopimda Kota Semarang dan perwakilan instansi, di antaranya Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heri Wahyudi,, Dandim 0733/KS Kolonel Inf Priyo Handoyo, Danlanal Kolonel Marinir Sabronianto, Dandenpom Mayor CPM Sugiyarto, serta Danlanumad Letkol CPN I Gede Winarsa.
Keberadaan unsur Forkopimda ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor sangat didukung untuk kesuksesan LOFF 2026 di kawasan Lawang Sewu.
Turut hadir pula jajaran manajemen PT Kereta Api Pariwisata, di antaranya Direktur Komersial PT Kereta Api Pariwisata Hetty Herawati, Vice President of Sales and Marketing PT Kereta Api Pariwisata Kartono, serta Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata.
Kehadiran jajaran manajemen KAI Wisata menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kegiatan yang menguatkan posisi Lawang Sewu sebagai ruang kreatif dan destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur masa lalu, tetapi juga menjadi panggung bagi kreativitas masa depan.
Direktur Komersial PT Kereta Api Pariwisata, Hetty Herawati menyampaikan, "Kami sangat bangga Lawang Sewu dapat menjadi rumah bagi lahirnya karya-karya kreatif sineas muda Indonesia melalui LOFF 2026. Lawang Sewu bukan sekadar bangunan bersejarah, ia adalah ruang hidup yang terus bernapas dan berevolusi",
"Sebagai pengelola kawasan heritage, KAI Wisata selalu berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan wisata sejarah, tetapi juga menjadikan Lawang Sewu sebagai ruang bagi ekspresi kreatif dan pengembangan industri kreatif nasional," tuturnya dalam keterangan pers resmi pada akhir pekan ini.
Acara dibuka dengan penampilan Alfa Bintang Orchestra dan pertunjukan teatrikal Mahardhi Project yang menghadirkan nuansa budaya khas Semarang. Momen utama ditandai dengan peluncuran brand identity baru LOFF 2026 melalui simbolisasi "pintu" yang merepresentasikan Lawang Sewu sebagai gerbang lahirnya peluang baru bagi dunia perfilman Indonesia.
Simbolisme pintu ini sangat lekat dengan identitas Lawang Sewu yang bermakna "seribu pintu", kini dimaknai ulang sebagai seribu peluang bagi para sineas muda untuk berkarya dan bersinar di industri perfilman. Setiap pintu di Lawang Sewu seolah menjadi metafora bagi setiap kesempatan yang terbuka lebar bagi kreativitas tanpa batas.
LOFF 2026 juga menghadirkan para juri ternama seperti Nirina Zubir, Yandi Laurens, dan Ardian Parasto, serta dihadiri Pembina Sampo Kong Mulyadi. Keberadaan juri-juri berpengalaman ini diharapkan dapat memberikan penilaian yang berkualitas dan inspiratif bagi para peserta, sekaligus meningkatkan kredibilitas festival di mata industri perfilman Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan talkshow inspiratif bertajuk "Belajar, Berkarya, Berlayar" mengenai perkembangan industri kreatif dan perfilman Indonesia yang membawa wawasan berharga bagi seluruh hadirin di tengah keagungan arsitektur Lawang Sewu.
Sebagai penutup, ditayangkan film pemenang Film Fund 2025 "The Last Swing 38" yang semakin menambah hangat suasana malam peluncuran LOFF 2026 di kawasan Lawang Sewu. Penayangan film ini juga menjadi bukti nyata bahwa Lawang Sewu secara konsisten mendukung dan mengapresiasi karya-karya sineas muda Indonesia dari tahun ke tahun, menjadikan kawasan ini sebagai rumah bagi industri perfilman yang terus bertumbuh.
Hetty menambahkan, "Melalui LOFF 2026, kami ingin menunjukkan bahwa Lawang Sewu bukan hanya tempat untuk mengenang masa lalu, tetapi juga panggung bagi kreativitas masa depan. Lawang Sewu adalah bukti bahwa warisan sejarah dan semangat inovasi bisa berjalan beriringan. Kami percaya sinergi antara heritage, budaya, dan industri kreatif akan membawa nama Lawang Sewu semakin dikenal luas dan membawa manfaat yang besar bagi Kota Semarang dan Indonesia secara keseluruhan."
Melalui LOFF 2026, Kota Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang tumbuh industri kreatif dan perfilman Indonesia. Kehadiran festival ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Lawang Sewu sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang yang menawarkan pengalaman melampaui sekadar wisata heritage, yaitu pengalaman berseni, berkreasi, dan berkolaborasi.
Lawang Sewu kini hadir dengan wajah baru yang lebih segar dan relevan, tanpa meninggalkan keaslian dan keagungan yang menjadi identitasnya selama puluhan tahun. Festival ini diharapkan semakin menggaungkan nama Lawang Sewu di tingkat nasional maupun internasional sebagai ikon heritage, budaya, dan ruang kreatif Indonesia.
"Ke depannya, KAI Wisata akan selalu mendukung inisiatif-inisiatif kreatif yang dapat memperkaya nilai dan daya tarik Lawang Sewu. LOFF 2026 adalah bukti bahwa Lawang Sewu mampu menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata heritage, ia dapat menjadi inspirasi dan panggung bagi talenta-talenta kreatif Indonesia. Lawang Sewu akan selalu membuka pintu-pintu baru bagi siapa saja yang ingin berkarya dan bermimpi," tutup Hetty Herawati.
Dengan semangat More Experience, Elevating Every Journey, KAI Wisata terus berkomitmen menghadirkan layanan dan pengalaman yang lebih personal, lebih berkesan, dan semakin relevan bagi pelanggan masa kini.

.png)