TRAVEL

Peringati Hari Bumi, InJourney Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Program InJourney Green bersama ITDC dengan Rehabilitasi Mangrove di KEK Mandalika

post-img

PATADaily.id - The Mandalika - Penulis: Gabriel Bobby

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak usahanya InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperingati Hari Bumi (22/4) dengan melakukan penanaman 15.000 bibit mangrove di KEK Mandalika.

Program ini adalah rangkaian dari program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group pada pilar lingkungan, yakni InJourney Green. Kegiatan ini sekaligus lanjutan dari kegiatan penanaman mangrove InJourney Green yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman menegaskan bahwa InJourney Green merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan InJourney Group dalam mendorong praktik pariwisata yang bertanggung jawab di seluruh member khususnya pada pilar lingkungan.

“InJourney Green kami dorong sebagai wadah kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis kajian dan kolaborasi lintas stakeholder, kami ingin memastikan setiap inisiatif yang dijalankan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem,” ujarnya.

Senada dengan Herdy Harman, Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyampaikan bahwa penanaman mangrove ini adalah bagian dari upaya strategis perusahaan, dalam memastikan pengembangan KEK Mandalika berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. “InJourney Green 2026 bukan sekadar bagian dari flagship program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group, tetapi juga sebagai langkah konkret mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir,” kata Febrina dalam keterangan pers resmi, Kamis (23/4/2026)

Pelaksanaan program InJourney Green didasarkan pada hasil kajian teknis dari tim Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), yang mengidentifikasi kondisi eksisting mangrove di KEK Mandalika.

Ekosistem mangrove di lokasi ini, didominasi oleh fase pertumbuhan pancang dengan tinggi rata-rata 3 hingga 5 meter, serta karakteristik substrat berupa campuran lumpur dan pasir padat yang dipengaruhi oleh dinamika pasang surut. Berdasarkan kajian itu, program rehabilitasi dirancang secara terukur dengan mempertimbangkan kesesuaian jenis, lokasi, serta metode penanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Area 22 seluas ±1.500 m² sebagai lokasi utama, serta Area 23 sebagai area lanjutan, dengan total cakupan rehabilitasi mencapai ±5,2 hektare. Secara keseluruhan, akan ditanam 15.000 jenis bibit mangrove, yang terdiri dari jenis Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa.

Penyelenggaraan program InJourney Green berkolaborasi dengan melibatkan lintas stakeholder, antara lain InJourney Group dan ITDC sebagai pelaksana, pemerintah pusat dan daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL), Pusdal LH Bali Nusra, unsur aparat TNI/Polri, akademisi dari PKSPL IPB serta Universitas Mataram, Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), Duta Lingkungan NTB, serta pemerintah desa dan masyarakat lokal sekitar KEK Mandalika.

Seluruh proses penanaman berada di bawah supervisi teknis PKSPL IPB dan didukung Universitas Mataram dalam penyediaan bibit. “Ke depan, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir, dan memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.” tutup Febrina.

 

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side