PATADaily.id - Bajoe - Penulis: Gabriel Bobby
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan peningkatan layanan penyeberangan tidak hanya berfokus pada penguatan infrastruktur, tetapi juga tetap menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Di tengah pengalihan sementara lintasan penyeberangan Siwa–Kolaka, ASDP menyalurkan bantuan sosial serta menggelar pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat Bajoe sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan ekonomi warga.
Pengalihan lintasan dilakukan untuk mendukung rehabilitasi fasilitas dermaga Pelabuhan Bajoe, khususnya peningkatan kapasitas movable bridge dari 30 ton menjadi 50 ton. Pekerjaan peningkatan fasilitas tersebut berlangsung mulai 1 Mei hingga 1 Juni mendatang sebagai bagian dari langkah strategis ASDP dalam memperkuat layanan penyeberangan yang lebih andal, aman, dan berkeselamatan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, transformasi layanan tidak hanya diukur dari kesiapan fasilitas, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Peningkatan kapasitas dermaga ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih optimal dan berkeselamatan. Di saat yang sama, ASDP juga ingin memastikan masyarakat tetap merasakan manfaat langsung melalui bantuan sosial dan penguatan kapasitas ekonomi,” ujar Heru dalam keterangan pers resmi, Rabu (29/4/2026).
Sebagai bentuk kepedulian tersebut, ASDP menyalurkan 500 paket sembako gratis kepada masyarakat Bajoe pada Selasa (28/4/2026). Penyaluran dilakukan secara bertahap dalam dua sesi guna memastikan distribusi berjalan tertib dan lancar, yakni kepada 200 penerima pada pukul 10.00–12.00 WITA dan dilanjutkan kepada 300 penerima lainnya pada pukul 15.00 WITA hingga selesai.
Selain bantuan sosial, ASDP juga menggelar seminar dan pelatihan kewirausahaan pada Rabu (29/4). Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengalihan sementara lintasan penyeberangan sekaligus membekali keterampilan dalam menciptakan alternatif sumber penghasilan selama masa rehabilitasi berlangsung. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk terus produktif, kreatif, dan mampu mengembangkan peluang usaha baru secara berkelanjutan.
Keselamatan Prioritas Utama
General Manager ASDP Bajoe Anom Sedayu menjelaskan, rehabilitasi dermaga yang dimulai pada 1 Mei 2026 turut melibatkan sedikitnya 25 tenaga kerja lokal. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai optimal dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
“Pengalihan lintasan Siwa–Kolaka ini bersifat sementara sesuai Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor AP.201/1/16/DJPD/2026 tanggal 13 Februari 2026. Setelah rehabilitasi rampung, layanan penyeberangan Bajoe–Kolaka akan kembali beroperasi normal,” ujar Anom.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan secara simbolis antara lain Executive Director Regional IV Syamsudin, General Manager ASDP Bajoe Anom Sedayu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Hj Andi Tenriawaru, Ketua DPRD Komisi III Andi Yusuf, Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Selatan Andy Sanjaya, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.
Dengan berbagai kesiapan dan langkah yang dilakukan, ASDP berkomitmen memastikan proses rehabilitasi dermaga dan pengalihan lintasan berjalan optimal, sekaligus menjaga keamanan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat selama pekerjaan berlangsung.

.jpg)
.jpg)