CULTURAL/HERITAGE

Merayakan Kemerdekaan dengan Menjamu Nusantara

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan, Acaraki Jamu Festival kembali hadir membawa warna berbeda. Lebih dari sekadar perayaan, festival yang berlangsung pada Agustus ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan kesehatan, tradisi, dan inovasi.

Diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu), perhelatan ini yang rencana digelar Minggu (31/8/2025) di Kota Tua mendapat dukungan penuh dari Acaraki, pelopor edukasi jamu modern, serta Larutan Penyegar Cap Badak, produk asli Indonesia yang telah melegenda selama puluhan tahun sebagai minuman pereda panas dalam.

Acaraki Jamu Festival edisi kemerdekaan ini berangkat dari filosofi bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang kebebasan dari penjajahan, tetapi juga keberanian untuk merawat identitas bangsa. Dari jamu yang diwariskan turun-temurun, aksara Nusantara yang kian jarang dikenal generasi muda, hingga permainan tradisional yang menyimpan nilai gotong royong, semuanya dihadirkan untuk mengingatkan bahwa budaya adalah fondasi persatuan.

Gerakan Revitalisasi Aksara, yang menjadi salah satu agenda utama festival, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali huruf-huruf tradisional Indonesia agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sekadar arsip sejarah.

Festival ini juga menampilkan narasi masa depan melalui gagasan EV Kencana – kereta kencana Nusantara yang dihidupkan kembali dalam bentuk kendaraan listrik modern / EV (Electric Vehicle). Inovasi ini menjadi simbol perjalanan Indonesia: dari kejayaan tradisi, melalui tantangan zaman, menuju masa depan berkelanjutan. Sama seperti jamu dan aksara, EV Kencana menegaskan bahwa warisan bangsa tidak akan hilang, justru semakin kuat ketika bersanding dengan inovasi.

Keberadaan Acaraki dan Larutan Penyegar Cap Badak di tengah festival ini merefleksikan peran nyata produk asli Indonesia dalam mendukung revitalisasi budaya. Acaraki dengan semangat The Art of Jamu menjadikan jamu tetap relevan di era modern, sementara Cap Badak terus konsisten menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari sejarah panjang minuman tradisional di negeri ini. Keduanya menunjukkan bahwa produk lokal bukan hanya bertahan, melainkan ikut menjadi motor penggerak dalam merawat warisan budaya bangsa.

EV Kencana dan Petisi Aksara Nusantara adalah simbol bahwa bangsa ini mampu berjalan maju tanpa meninggalkan akarnya. Kita tidak hanya menjaga jamu, aksara, atau permainan tradisional sebagai warisan budaya & nostalgia, tapi menempatkannya kembali di tengah kehidupan masyarakat. Inilah makna kemerdekaan yang sebenarnya: sehat dalam raga, kuat dalam budaya, dan berani melangkah ke masa depan dengan jati diri sendiri,” ujar Jony Juwono, Ketua GP Jamu dalam keterangan resmi, Jumat (29/8/2025).

Dengan menghadirkan funwalk jamu gendong, karnaval games, estafet permainan tradisional, hingga papan petisi aksara Nusantara, Acaraki Jamu Festival mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan dengan cara yang lebih bermakna: menyehatkan raga, melestarikan budaya.

GP Jamu bersama Acaraki dan Larutan Penyegar Cap Badak berharap perayaan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa ini mampu menjaga identitas, merawat warisan, dan terus melangkah maju dengan inovasi penuh kebanggaan. (Gabriel Bobby)

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side