TRAVEL

Mendaki Puncak Carstensz Harus Dipandu Masyarakat Asli Papua

post-img

PATADaily.id - Papua - Pendakian ke Puncak Carstensz jadi perhatian belakangan ini, karena menelan korban jiwa. Ada imbauan, pendakiannya harus dipandu masyarakat asli Papua!

Dua pendaki wanita meninggal dunia di Puncak Carstensz di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua yakni Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono. Diketahui, kedua wanita pendaki tersebut menghembuskan napas terakhirnya ketika dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz Pyramid menuju Base Camp Lembah Kuning pada Sabtu (1/3/2025). Keduanya diyakini mengalami hipotermia. 

Ketua Papua Mountaineering Association (PMA) Maximus Tipagau menjelaskan, pendakian ke Puncak Carstensz berbeda dengan puncak-puncak lainnya. Medannya lebih kompleks, dari tantangan suhu di ketinggian 4.000-an mdpl, panjat tebing ratusan meter, sampai faktor cuaca yang sulit ditebak.

"Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada para pendaki di seluruh Indonesia, untuk memakai jasa pemandu masyarakat asli Papua," jelasnya dalam keterangan pers, Kamis (3/4/2025).

PMA sendiri merupakan asosiasi pendakian gunung di Papua, fokusnya untuk pendakian Puncak Carstensz. Para pemandunya adalah masyarakat lokal yang paham betul dengan medan pendakiannya.

"Selain itu, kami sudah membekali para pemandu dengan skill tali-menali, manajemen risiko, dan lain sebagainya. Masyarakat lokal paham betul dengan segala tantangan yang ada, sehingga bisa meminimalisir segala risiko," paparnya.

"Kami turut berduka dengan kejadian pendaki-pendaki meninggal di Puncak Carstensz. Kami sebagai masyarakat asli Papua tidak mau ada kejadian itu terulang kembali," tambahnya.

Lebih dari itu, pendakian ke Puncak Carstensz dinilai Maximus Tipagau sebagai roda perekonomian untuk masyarakat setempat. Sehingga, itu bisa jadi lapangan pekerjaan dan ke depannya bisa jadi pembekalan untuk mengelola destinasi wisata lainnya.

"Papua itu kaya dengan alam dan budayanya. Makanya, masyarakat lokal harus bisa mengelolanya dan hal tetsebut juga bisa menambah kesejahteraan masyarakatnya di tanahnya sendiri," tutupnya. (Gabriel Bobby)

Artikel Lainnya