TRAVEL

Kolaborasi Industri Travel dan Ekraf dalam BBWI Expo 2026: Sinergi Pelaku Usaha dan Asosiasi Pariwisata Nasional

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Perkembangan industri pariwisata Indonesia saat ini semakin bergerak ke arah kolaborasi lintas sektor, dimana pelaku usaha travel, asosiasi industri, hingga sektor ekonomi kreatif mulai membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan BBWI Expo 2026 yang berlangsung di Kota Kasablanka Mall, Jakarta, pada 13 hingga 15 Februari 2026.

Dalam ajang tersebut, Mira, owner PT Agra Danapati Parama (ADP Trip), turut hadir sebagai bagian dari pelaku industri travel nasional di bawah naungan Asosiasi Industri Travel Agent Indonesia (AITTA). Kehadirannya menjadi representasi pelaku usaha travel yang aktif mengikuti perkembangan tren industri pariwisata nasional maupun global, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap penguatan jaringan industri travel Indonesia.

Sebagai pelaku industri yang aktif terlibat dalam berbagai forum pariwisata nasional dan internasional, Mira dikenal memiliki pendekatan yang menekankan pada kualitas pengalaman wisata serta pentingnya membangun jaringan kolaborasi lintas industri. Partisipasinya dalam BBWI Expo menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antar pelaku usaha travel, partner industri, serta konsumen secara langsung.

Dalam wawancara di sela kegiatan pameran, Mira menilai bahwa event industri seperti BBWI memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem pariwisata nasional yang lebih kuat.

“Event seperti BBWI bukan hanya soal penjualan produk travel. Ini adalah ruang kolaborasi. Di sini pelaku travel, transportasi, hospitality, retail, sampai ekonomi kreatif bisa bertemu dalam satu platform. Ini yang dibutuhkan industri pariwisata ke depan,” jelasnya kepada PATADaily.id, Minggu (15/2/2026).

BBWI Expo sendiri menghadirkan berbagai pelaku industri yang mewakili ekosistem pariwisata secara menyeluruh, mulai dari asosiasi travel, operator transportasi nasional, hospitality, retail, hingga brand lifestyle dan food & beverage yang mendukung pengalaman wisata modern.

Dalam konteks tersebut, peran AITTA menjadi salah satu penguat utama ekosistem travel nasional. Sebagai asosiasi yang menaungi banyak travel agent di Indonesia, AITTA berperan dalam membangun sinergi antar pelaku industri, membuka peluang kerja sama internasional, serta memperkuat kompetensi pelaku usaha travel Indonesia.

Menurut Mira, keberadaan asosiasi industri seperti AITTA menjadi semakin relevan di tengah perubahan tren pariwisata global.

“Asosiasi seperti AITTA punya peran strategis. Mereka menjadi penghubung antara pelaku industri, pemerintah, dan partner global. Dengan ekosistem yang kuat, industri travel Indonesia bisa tumbuh lebih stabil dan kompetitif secara internasional,” ungkapnya.

Selain menghadirkan promo tiket perjalanan dan paket wisata, BBWI Expo juga menampilkan berbagai aktivasi interaktif, promo perjalanan periode libur, hingga kolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata modern telah berkembang menjadi bagian dari lifestyle industry yang lebih luas.

Melihat perkembangan tersebut, Mira menilai bahwa pelaku travel Indonesia perlu terus beradaptasi dengan perubahan tren global.

“Travel industry sekarang bergerak sangat cepat. Travel company harus terus update knowledge, memperluas jaringan global, dan memahami perubahan perilaku wisatawan. Kalau tidak, akan sulit bersaing di level internasional.”

Ia juga menekankan bahwa masa depan industri travel akan semakin berfokus pada pengalaman perjalanan yang lebih personal dan bernilai.

“Travel ke depan bukan hanya soal destinasi, tapi soal experience. Bagaimana perjalanan itu bisa memberikan kesan, cerita, dan nilai bagi wisatawan.”

Partisipasi dalam BBWI Expo juga menjadi momentum penting bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan kerja sama B2B, termasuk kolaborasi dengan berbagai partner travel internasional yang turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Ke depan, sinergi antara pelaku industri, asosiasi, serta sektor ekonomi kreatif diyakini akan menjadi fondasi utama pertumbuhan pariwisata Indonesia. Dengan semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor, industri pariwisata nasional diproyeksikan akan terus berkembang sebagai salah satu pilar ekonomi strategis Indonesia.

Dalam kegiatan ini, sejumlah partner travel internasional dan regional juga turut hadir sebagai bagian dari penguatan jaringan industri travel global, termasuk pelaku travel global yang aktif membangun kerja sama dengan travel agent Indonesia. (Gabriel Bobby)

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side