TRAVEL TRADE

Memperkuat Jejaring Industri Pariwisata Nasional melalui Jogjavaganza 2026

post-img

PATADaily.id - Yogyakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Partisipasi aktif pelaku industri travel dalam forum pariwisata nasional menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing industri di tengah dinamika global. Hal ini tercermin dalam keikutsertaan Mira, owner PT Agra Danapati Parama (ADP Trip), dalam ajang Jogjavaganza 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 15 April 2026 di Yogyakarta.

Sebagai salah satu buyer dalam kegiatan tersebut, kehadiran Mira mewakili peran travel agent dalam menjembatani potensi destinasi daerah dengan pasar wisata yang lebih luas, baik domestik maupun internasional. Jogjavaganza sendiri dikenal sebagai forum business matching yang mempertemukan pelaku industri pariwisata, mulai dari hotel, destinasi, hingga travel operator—dalam satu platform kolaboratif.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta dan welcome dinner yang menjadi ajang awal membangun relasi antar pelaku industri. Suasana formal yang dikemas dalam nuansa budaya lokal mencerminkan karakter Yogyakarta sebagai destinasi yang kaya akan nilai tradisi dan hospitality.

Memasuki agenda utama, kegiatan table top yang berlangsung di Tara Hotel menjadi titik fokus interaksi bisnis. Dalam sesi ini, para buyer, termasuk Mira, melakukan pertemuan langsung dengan berbagai seller dari industri pariwisata Yogyakarta dan sekitarnya. Pertemuan ini membuka peluang kerja sama strategis dalam pengembangan paket wisata, sekaligus memperluas jaringan industri yang semakin kompetitif.

Mira menilai bahwa forum seperti Jogjavaganza memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas bisnis antar pelaku industri.

“Event seperti ini sangat penting karena mempertemukan pelaku industri secara langsung. Kita bisa memahami produk destinasi secara lebih detail, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret,” ujarnya kepada PATADaily.id, Kamis (16/4/2026).

Selain agenda bisnis, Jogjavaganza juga menghadirkan pengalaman langsung melalui program famtrip yang mengajak peserta mengeksplorasi destinasi unggulan Yogyakarta, salah satunya kawasan Pakualaman. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai potensi wisata budaya yang dapat dikembangkan menjadi produk perjalanan yang lebih menarik dan bernilai.

Bagi Mira, pengalaman langsung terhadap destinasi menjadi hal yang sangat penting dalam membangun kualitas produk travel.

“Sebagai pelaku travel, kami tidak bisa hanya menjual destinasi, tapi harus benar-benar memahami experience di dalamnya. Dengan melihat langsung, kami bisa mengkurasi perjalanan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan market,” ungkapnya.

Rangkaian acara dilengkapi dengan berbagai sesi networking dalam suasana yang lebih santai, seperti dinner di kawasan ikonik hingga kunjungan ke pusat oleh-oleh. Pendekatan ini menjadi strategi efektif dalam membangun hubungan jangka panjang antar pelaku industri.

Ia juga menambahkan bahwa kekuatan utama event seperti Jogjavaganza terletak pada kolaborasi yang terbangun antar pelaku industri.

“Pariwisata itu industri yang sangat bergantung pada kolaborasi. Tidak bisa berjalan sendiri. Semakin kuat jaringan yang kita bangun, semakin besar peluang kita untuk berkembang,” jelasnya.

Sebagai pelaku industri travel, partisipasi dalam forum seperti ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperbarui wawasan serta menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.

“Bagi kami, mengikuti forum seperti ini bukan hanya soal hadir, tetapi tentang bagaimana kami bisa terus berkembang, memahami tren, dan menghadirkan produk perjalanan yang lebih berkualitas ke depannya,” tambahnya.

Dengan semakin aktifnya pelaku industri dalam kegiatan kolaboratif seperti Jogjavaganza, diharapkan pariwisata Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi destinasi lokal di tengah persaingan global.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side