PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Ketua Umum DPP ASITA Dr N Rusmiati menyambut baik penetapan bulan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan yang baginya menjadi momentum yang sangat relevan secara historis maupun strategis.
"Sebagai perempuan, saya bersyukur bahwa saat ini akses dan kesempatan untuk perempuan di Indonesia sudah bisa dikatakan setara. Dalam konteks industri pariwisata, biro perjalanan wisata, dan hospitality, maka bulan pemberdayaan perempuan ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai decision maker dan leader. Di ASITA, kami melihat pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari upaya menciptakan industri yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," terangnya ketika dihubungi PATADaily.id, Senin (20/4/2026).
Jadi, lanjutnya, Hari Kartini tidak lagi sekadar mengenakan kebaya namun perempuan memiliki peran penting dalam berbagai sektor di Tanah Air, termasuk di industri pariwisata negeri ini.
Menurutnya, perempuan Indonesia memiliki peran yang semakin strategis di sektor pariwisata, baik sebagai pelaku usaha, penggerak komunitas, maupun profesional di industri.
Rusmiati menuturkan bahwa perempuan menjadi wajah hospitality karena hakekatnya perempuan mampu menghadirkan sentuhan personal, ketulusan, dan kualitas layanan yang menjadi kekuatan utama pariwisata Indonesia.
"Kita harus terus mendorong peningkatan akses terhadap pelatihan, peluang kepemimpinan dan teknologi sehingga kontribusi perempuan terhadap pengembangan talenta muda, ekosistem ekonomi dan pariwisata Indonesia makin kuat," jelasnya.
Ia memberikan apresiasi fenomena solo traveling di kalangan perempuan mencerminkan tingkat kemandirian, kepercayaan diri dan open mindedness yang positif.
"Sebagai penyedia rangkaian pengalaman pariwisata berbasis travel agent, maka ASITA berkomitmen terus memastikan aspek keamanan, kenyamanan dan meaningful experience aebagai prioritas utama. Di ASITA, kami terus mengembangkan layanan berupa pengalaman yang menyenangkan dan punya makna inspiratif, sehingga perempuan dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang dan percaya diri," paparnya.
Tak ketinggalan Rusmiati pun memberikan pendapat perempuan yang memiliki peran penting dalam keluarga ketika memutuskan destinasi wisata saat akan pergi traveling.
"Perempuan umumnya punya peran sebagai ‘chief experience officer’ dalam keluarga, mulai dari memilih destinasi, menyusun itinerary, hingga memastikan kenyamanan seluruh anggota keluarga. Insight perempuan dalam keluarga sebagai decision maker ini sering mendasari proses perancangan produk dan layanan kami. Pendekatan experience yang thoughtful, aman, nyaman, dan well-curated menjadi kunci agar perjalanan wisata juga dinikmati sebagai pengalaman yang meaningful bagi seluruh keluarga," ungkapnya.
Ia memberikan apresiasi untuk Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang menjadi lokomotif pariwisata Indonesia. "Inilah momentum untuk memperkuat positioning pariwisata Indonesia, khususnya dalam menghadirkan pengalaman yang berkualitas dan berkelas dunia. Saya yakin bahwa dengan tantangan global yg ada saat ini, kesadaran pentingnya sinergi antara regulator, operator, dan pelaku industri akan semakin kuat," urainya.
ASITA, lanjutnya, siap menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata sebagai platform dan orchestrator pariwisata berbasis biro perjalanan wisata yang merangkai destinasi, atraksi, amenitas dan pengalaman yg bermakna.
"Saya optimistis Indonesia dapat menjadi destinasi unggulan global dengan diferensiasi kekayaan budaya, keindahan alam, serta kualitas experience yang autentik dan berkelanjutan," tutupnya.

.jpg)
.jpg)