PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Ketua Umum KRIS (Komunitas Relawan Indonesia Sehat) Adharta Ongkosaputra sejak terjadi gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Barat (NTT) diketahui bergerak cepat untuk KRIS bisa terlibat langsung dalam upaya membantu korban di Flores.
Adharta mengaku sebagai orang Alor, NTT ini pun merasa prihatin dan menaruh empati kerpada korban bencana alam di Flores. Ia mengaku ikut sedih gempa bumi di Flores. Karenanya KRIS ooun melakukan kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk JNE .
Berikut Adharta menulis:
H+15 Pascabencana Gempa Bumi di Flores, NTT
Kabar dari Mataloko
Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS
Mataloko, Bajawa
30 Agustus 2026
Lima belas hari telah berlalu sejak gempa bumi mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur.
15 Agustus 2026
Kelabu
Namun, penderitaan masyarakat belum berakhir.
Di Mataloko, Mbay, Riung, serta beberapa lokasi lain di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, masih banyak warga yang membutuhkan pertolongan.
Sebagian korban bahkan belum tersentuh bantuan secara memadai.
Kabar terbaru dari Mataloko sungguh membuat kami prihatin. Persediaan obat-obatan untuk melayani para korban telah habis sama sekali.
Bapak Alfons kemudian berusaha menghubungi Apotek Sinar Harapan dan bebetapa Potik di Bajawa
Sebagian jenis obat masih tersedia, tetapi jumlahnya sangat terbatas.
Karena kebutuhan di lapangan begitu mendesak, semua persediaan yang tersedia terpaksa diborong habis
Saya kemudian menghubungi Bapak Thomas, pemilik Apotek Roxy dan sahabat baik Bapak Budi Hidayat Wakil Ketua Umum KRIS
Saya memohon bantuannya untuk menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh Tim Medis KRIS yang dipimpin oleh dr Fanny.
Puji Tuhan, semua obat yang diminta akhirnya berhasil diperoleh.
Namun, muncul persoalan berikutnya: bagaimana cara mengirimkannya dengan cepat ke Mataloko, Bajawa?
Pada awalnya, kami berencana menitipkan obat-obatan tersebut melalui pesawat TNI Angkatan Udara. Akan tetapi, jadwal penerbangan belum diperoleh, sementara lokasi tujuan masih cukup jauh dan kiriman harus dijemput kembali. Karena waktu semakin terbatas dan kebutuhan obat sangat mendesak, akhirnya diputuskan agar obat-obatan dikirim melalui Lion Parcel.
Estimasi 2 hari sudah sampai di Bajawa
Setibanya di tujuan, paket akan dijemput dan langsung diantar ke lokasi pelayanan.
Kami sangat bersyukur karena dalam situasi sulit ini selalu ada jalan yang dibukakan Tuhan.
KRIS juga mendapatkan bantuan dari perusahaan JNE untuk pengiriman bantuan ke Flores berikutnya, berupa obat-obatan, makanan, dan beberapa peralatan kesehatan.
Untuk bantuan wilayah Jawa Timur Surabaya
Bisa menghubungi Ketua KRIS Surabaya
Dr Inna Widjajanti Spk.
Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direksi JNE atas kepedulian serta dukungannya bagi para korban bencana di Flores.
Bantuan pengiriman ini sangat berarti karena jarak yang jauh dan kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan.
Setiap paket yang tiba bukan sekadar barang. Di dalamnya terdapat harapan, perhatian, dan tanda bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian.
Tim Medis KRIS terdiri dari dokter dan perawat serta relawan aktif setiap hari melayani warga yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan. Perhatian khusus diberikan kepada ibu-ibu hamil, bayi, anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan penyakit tertentu. Mereka termasuk kelompok yang paling rentan dalam situasi bencana.
Kami sangat membutuhkan bantuan berupa obat-obatan, susu dan makanan bayi, vitamin, makanan bergizi, serta berbagai perlengkapan kesehatan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang melewati masa sulit ini.
Hubungi Call Centre KRIS
08119620888
Suka-Duka Para Relawan
Perjalanan kemanusiaan ini dipenuhi suka dan duka.
Para relawan bekerja di Mbay, Riung, Mataloko, dan sejumlah lokasi lain di Kabupaten Ngada serta Nagekeo. Mereka harus menempuh perjalanan yang jauh, melewati medan yang tidak selalu mudah, menghadapi cuaca dingin, serta berpindah dari satu lokasi pelayanan ke lokasi lainnya.
Pekerjaan dimulai sejak pagi dan baru berakhir pada malam hari. Dalam kondisi tertentu, tim harus bekerja lembur karena jumlah warga yang membutuhkan pelayanan cukup banyak.
Tubuh terasa lelah, mata mengantuk, dan waktu beristirahat sangat terbatas. Namun, ketika melihat seorang anak kembali tersenyum, seorang ibu hamil memperoleh pemeriksaan, atau seorang pasien menerima obat yang dibutuhkannya, semua kelelahan seakan terbayar.
Walaupun semangat kemanusiaan begitu besar, saya selalu mengingatkan seluruh tim agar tetap mematuhi prosedur standar Health, Safety, and Environment (HSE). Keselamatan dan kesehatan para dokter, tenaga medis, serta relawan harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena terlalu bersemangat menolong, kita melupakan kondisi tubuh sendiri.
Apabila dokter atau relawan jatuh sakit, kita akan mengalami kerugian dua kali: tim kehilangan tenaga yang sangat dibutuhkan dan orang yang seharusnya menolong justru harus mendapatkan pertolongan.
Karena itu, seluruh tim harus cukup makan, beristirahat secara bergantian, menggunakan perlengkapan pelindung, menjaga kebersihan, dan tidak memaksakan diri.
Di tengah beratnya pekerjaan, kami dipertemukan dengan orang-orang luar biasa.
Salah satunya adalah Bapak Alfons, yang dengan penuh kasih saya panggil Ong Siauw Loong
Si Naga Kecil yang luar biasa. Perjuangan dan ketulusannya sungguh mengagumkan. Rasanya, jempol saya tidak cukup untuk memberikan penghargaan atas semua yang telah dikerjakannya.
Demikian pula Bapak Rudy Wogo, anggota DPRD yang menjabat sebagai Wakil Ketua. Beliau terus berjuang membantu masyarakat bersama istrinya, dr Fanny, yang memimpin Tim Medis KRIS.
Keduanya bekerja tanpa mengenal lelah, hadir langsung di tengah masyarakat, dan memberikan dukungan nyata kepada para korban.
Roti Tabor,
Roti Penghiburan
Kami juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada Pastor Patris, SVD, dari Kemah Tabor Mataloko.
Kompleks Kemah Tabor mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa bumi. Meskipun demikian, Pastor Patris tidak berhenti melayani.
Bersama para pastor dan suster, beliau setiap hari membuat lebih dari 1.000 potong roti untuk dibagikan kepada para korban bencana.
Roti Tabor dibuat sendiri dengan penuh kasih. Rasanya enak dan gurih, terlebih jika dinikmati bersama secangkir kopi panas di tengah udara dingin Mataloko.
Roti itu mungkin tampak sederhana, tetapi bagi korban bencana, sepotong roti dapat menjadi sumber kekuatan dan penghiburan.
Di balik setiap potongnya terdapat kerja keras, doa, kepedulian, dan kasih kepada sesama.
Semoga para korban dapat merasakan kebahagiaan serta penghiburan melalui Roti Tabor.
Keindahan Kemah Tabor
Kemah Tabor, yang juga dikenal dengan nama Rumah Tinggi, merupakan sebuah kompleks yang cukup luas di Mataloko.
Jika keadaan telah membaik dan situasi sudah aman, tempat ini layak dikunjungi sebagai salah satu tujuan wisata rohani.
Udara di sana sangat sejuk, dengan suhu sekitar 4 hingga 20 derajat Celsius.
Pemandangannya luar biasa indah, dihiasi panorama dua gunung yang tampak seperti gunung kembar. Keindahannya sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Bapak Budi Hidayat telah beberapa kali mengunjungi Kemah Tabor dan tentu dapat menceritakan keindahan serta suasana rohani di tempat tersebut.
Saya merekomendasikan Kemah Tabor sebagai destinasi rohani bagi Bapak dan Ibu ketika kondisi Flores sudah kembali aman. Namun, untuk saat ini kewaspadaan tetap harus dijaga karena gempa susulan masih sering terjadi.
Mari Bergandengan Tangan
Saya sungguh terharu melihat begitu banyak orang yang bersedia bekerja, berbagi, dan berkorban.
Namun, hati saya juga sedih karena masih banyak korban yang belum tersentuh bantuan.
Perjalanan kemanusiaan ini belum selesai. KRIS sangat mengharapkan dukungan seluruh keluarga besar, sahabat, donatur, perusahaan, komunitas, dan masyarakat luas.
Mari bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Flores, khususnya di Kabupaten Ngada dan Nagekeo.
Semoga setiap obat yang dikirimkan menjadi jalan kesembuhan, setiap makanan menjadi sumber kekuatan, setiap selimut memberikan kehangatan, dan setiap doa menumbuhkan harapan baru.
Call Center KRIS
0811-9620-888
www.kris.or.id
www.adharta.com
Rekening Donasi KRIS
Bank BCA: 6383648888
Atas nama: Perkumpulan KRIS
Terima kasih atas doa, kepedulian, dan bantuan Bapak dan Ibu sekalian.
Tuhan memberkati setiap hati yang tergerak untuk menolong.
Adharta
Ketua Umum KRIS

.png)