PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mendukung penyelenggaraan World Tourism Day 2026 International Webinar dan 2nd International Conference on Community Service (ICCS 2026) sebagai ruang kolaborasi untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan dan inovasi digital dalam memperkuat daya saing destinasi pariwisata Indonesia.
Kegiatan yang digelar secara daring pada Senin, 28 September 2026 tersebut akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri pariwisata, akademisi, praktisi teknologi, dan pakar internasional untuk membahas peran AI dalam promosi, pengelolaan destinasi, pengalaman wisatawan, hingga penciptaan nilai ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Webinar internasional ini merupakan bagian dari penyelenggaraan World Tourism Day oleh PATA Indonesia Chapter yang ke-9, yang dikolaborasikan dengan 2nd International Conference on Community Service (ICCS 2026) oleh Institut Pariwisata Trisakti.
WTD 2026 mengusung tema global “Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism”, sementara ICCS 2026 mengangkat tema “Shaping the Future of Tourism through Digital Innovation and AI.”
Kedua tema tersebut menjadi landasan diskusi mengenai bagaimana inovasi digital dan AI dapat mendorong transformasi ekosistem pariwisata, mulai dari promosi dan pengelolaan destinasi, perubahan perilaku wisatawan, hingga cara pelaku usaha menciptakan nilai.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan internasional tersebut.
Sementara itu, sambutan akan disampaikan oleh Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati dan President PATA Indonesia sekaligus CEO World Tourism Day, Purnomo Siswoprasetijo.
Sejumlah pembicara nasional dan internasional dari bidang pariwisata, teknologi, akademisi, serta pengembangan destinasi juga akan turut ambil bagian.
Mereka antara lain Dr. Sofian Lusa, Co-Founder Osnova Cyber Innovation, Indonesia; Noor Ahmad Hamid, CEO PATA Headquarters, Thailand; Cahyo Alkantana, Ph.D., Founder Bravo 360 Adventure Indonesia; Prof. Zhu Jinsheng, Associate Professor Guilin Tourism University, China; Prof. Dr. Erdogan Ekiz, Ph.D., DSc, CHE, QLF, Founding Dean of HMT DQ School, Central Asian University, Uzbekistan; serta Marlon Cristiano Liu, CEO & Co-Founder S.O.T, Timor-Leste.
Kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai sektor tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran perspektif mengenai pemanfaatan teknologi untuk membangun pariwisata yang semakin inovatif, inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal PATA Indonesia Chapter, Ningsih Chandra mengatakan, WTD 2026 menjadi momentum penting untuk membahas perkembangan AI yang semakin cepat memasuki industri pariwisata.
“World Tourism Day 2026 menjadi momentum penting bagi kita untuk membahas bagaimana kecerdasan buatan dan inovasi digital dengan cepat mentransformasi industri pariwisata. AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah memengaruhi bagaimana destinasi dipromosikan, bagaimana wisatawan mencari dan menikmati destinasi, serta bagaimana pelaku usaha pariwisata menciptakan nilai,” ujar Ningsih dalam keterangan pers, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, pembahasan mengenai AI tidak lagi sebatas melihat kemungkinan pemanfaatan teknologi tersebut pada masa mendatang. AI telah mulai memengaruhi berbagai aktivitas dalam ekosistem pariwisata.
“Pertanyaannya bukan apakah pariwisata akan ditransformasi oleh AI, tetapi bagaimana kita dapat memastikan bahwa transformasi ini menciptakan nilai yang berarti bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus memperkuat destinasi dan bisnis pariwisata,” tambahnya.
ITDC Dukung Penguatan Daya Saing Destinasi
Dukungan terhadap penyelenggaraan WTD 2026 International Webinar dan 2nd ICCS 2026 juga diberikan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Dukungan ini sejalan dengan komitmen ITDC dalam mendorong pengembangan destinasi pariwisata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan bahwa kecerdasan buatan dan inovasi digital membuka peluang baru bagi pengelolaan destinasi pariwisata yang lebih adaptif, responsif, dan berkelanjutan.
“Bagi pengelola destinasi, AI bukan sekadar teknologi pendukung, melainkan instrumen untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat berbasis data. Teknologi ini dapat membantu kita memahami perilaku wisatawan, meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung, mengoptimalkan pengelolaan kawasan, serta menciptakan nilai yang lebih besar bagi pelaku usaha dan masyarakat. Yang terpenting, transformasi ini harus tetap menjaga karakter destinasi dan prinsip keberlanjutan,” ujar Ahmad Fajar dalam keterangan pers resmi, Sabtu (26/9/2026).
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Kolaborasi PATA Indonesia Chapter dengan Institut Pariwisata Trisakti dalam penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan perspektif pariwisata global dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain ITDC, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai institusi pendidikan, pariwisata, dan media, di antaranya President University, Podomoro University, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), International Tourism and Business Institute (IPBI), Matana University, Politeknik Pariwisata Lombok, Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), ElJohn, dan PATA Daily News.
Dukungan lintas institusi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dunia pendidikan, teknologi, dan media dalam mempersiapkan ekosistem pariwisata menghadapi percepatan transformasi digital dan perkembangan AI.
Dengan menghadirkan pembicara serta peserta dari Indonesia dan berbagai negara, WTD 2026 International Webinar dan 2nd ICCS 2026 diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman, perspektif, dan gagasan mengenai arah perkembangan pariwisata di tengah transformasi digital.
Pelaksanaan secara daring juga memungkinkan profesional pariwisata, akademisi, mahasiswa, pemerintah, dan pemangku kepentingan industri dari berbagai negara mengikuti diskusi tanpa batas geografis.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dunia pendidikan, teknologi, dan media menjadi penting untuk memastikan transformasi digital di sektor pariwisata berjalan inklusif dan memberikan manfaat nyata.
Melalui forum ini, ITDC berharap pertukaran gagagasan dan pengalaman dapat memperkuat kesiapan ekosistem pariwisata Indonesia dalam memanfaatkan teknologi, meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.

.png)