PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Adalah 2 mahasiswi asal Taiwan, yakni Irene dan Cherry bisa dibilang beruntung lantaran mereka mendapat kesempatan berharga karena bertemu langsung dengan Jony Yuwono, owner Acaraki the Art of Jamu yang terletak di kawasan destinasi wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (27/7/2026).
Irene dan Cherry merupakan mahasiswi National Chengchi University yang ada di Taiwan. Bahkan, Cherry ternyata ikut pertukaran mahasiswa Indonesia-Taiwan dan dirinya kuliha di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.
Cherry mengaku ikut Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di UGM. Di Acaraki, 2 mahasiswi asal Taiwan ini tak hanya bertemu dengan Jony karena Irene da Cerry ternyata juga bertemu Jahja B Soenarjo, pendiri dan Ketua Umum CEO Business Forum Indonesia.
Menariknya Irene menjemput Cerry di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena Cerry pulang traveling dari wilayah Sumatera Utara.
Kemudian mereka pun menuju Kota Tua. Di Acaraki, kedua mahasiswi Taiwan ini tampak serius menyimak penjelasan Jony dan Jahja mengenai jamu.
2 mahasiswi Taiwan ini terlihat interest dengan experience yang mereka dapat, yakni minum jamu. Tak hanya itu, Irene dan Cherry juga terkesima dengan cara Acaraki, orang yang meracik jamu.
Bahkan Irene dan Cherry yajg merupakan bagian dari Generasi Z ini juga mengetahui beragam jenis rempah dan sejumlah herbal yang bisa memperkaya mereka mengenal khasiat jamu yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Jony mengatakan bahwa Acaraki berupaya memperkenalkan jamu bagi kalangan anak muda, termasuk Gen Z sebab selama ini tak bisa dipungkiri jamu identik dengan rasa pahit.
Namun, lanjutnya, begitu anak muda sudah mencoba minum jamu, maka jika ada yang tertarik untuk mencoba jamu yang pahit maka bisa mulai rutin minum jamu, termasuk jamu yang rasanya pahit.
"Acaraki memperkenalkan jamu kekinian agar warisan tradisional Nusantara ini bisa dinikmati anak-anak muda," ujar Jony yang juga Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu.
Ia berharap generasi muda semakin banyak yang suka minum jamu. Menurutnya, perlu dilakukan edukasi terus-menerus mengenai manfaat jamu bagai generasi muda.
Tak hanya itu, Jony juga memperkenalkan wayang dan aksara yang merupakan bagian dari budaya Nusantara. Menurutnya, pelestarian wayang, sepeti wayang kulit kini bukan hanya sebatas pada fisik wayang saja melainkan juga pesan-pesan moral yang terkandung.
"Wayang kulit bagus untuk kita lestarikan namun tentunya kita tidak boleh lupa apa yang terkandung dalam pesan-pesan dunia wayang karena banyak pesan moral yang bagus," terangnya.
Jony juga mengaku tengah mengembangkan aksara Nusantara lantaran negeri ini juga menyimpan aksara yang sudah lama dikenal masyarakat negeri ini.

.png)