CULTURAL/HERITAGE

Christine Hutabarat, Kebaya Bukan Hanya Busana Tradisional, tetapi Simbol Identitas Bangsa

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Kebaya bukan hanya busana tradisional, tetapi merupakan simbol identitas bangsa yang merepresentasikan nilai, filosofi, keanggunan, serta keberagaman budaya Indonesia. "Di  InJourney Hospitality, kami percaya bahwa budaya merupakan salah satu kekuatan yang menjadi difrerensiasi Indonesia di industri pariwisata global".

Hal tersebut disampaikan Christine Hutabarat, Direktur Utama InJourney Hosputality mengenai Hari Kebaya Nasional 2026. Hal ini sejalan dengan visi kami sebagai “The Leading Hospitality Company Embodies Indonesian Culture, Delivering Exceptional Experiences Rooted in Heritage”, serta misi kami untuk menjadi “Window to Indonesian Cultural Hospitality".  Budaya bukan hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi hadir sebagai inti dari pengalaman tamu," terangnya ketika dihubungi PATADailyid, Kamis (23/7/2026).

Mulai dari, lanjutnya, desain hotel yang mengangkat kearifan lokal, karya seni dan arsitektur  bernuansa daerah, pelayanan yang mencerminkan nilai keramahan Indonesia, hingga pengalaman budaya yang autentik.

Kebaya menjadi salah satu representasi penting dari identitas tersebut karena mampu menceritakan nilai, sejarah, dan karakter bangsa kepada dunia. Kami percaya bahwa hospitality bukan sekadar tempat menginap, tetapi jendela bagi wisatawan untuk mengenal Indonesia secara lebih mendalam. “A story of 
Legacy in Every stay.”," jelasnya. 

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai penjaga sekaligus penerus budaya Indonesia. Pelestarian budaya bukan hanya tentang mengenakan kebaya, tetapi juga menjaga nilai, filosofi, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

"Ketika perempuan mengenakan kebaya dengan bangga, mereka turut membawa narasi budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan. Di InJourney Hospitality, kami memandang setiap insan hospitality sebagai cultural ambassador. Melalui interaksi dengan tamu dari berbagai negara, mereka memperkenalkan keramahan Indonesia sekaligus menyampaikan cerita budaya yang menjadi kekayaan bangsa. Semangat ini sejalan dengan komitmen kami menghadirkan Cultural & Heritage Experience, yaitu pengalaman yang menghadirkan budaya lokal secara mendalam melalui immersive local culture, authentic heritage storytelling, traditional arts, cuisine, rituals, hingga iconic cultural products," terangnya.

Christine mengemukakan bahwa kebaya menjadi bagian penting dari pengalaman budaya tersebut. nilai, filosofi, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. "Ketika perempuan mengenakan kebaya dengan bangga, mereka turut membawa narasi budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan".

Ia mengatakan, pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO merupakan kebanggaan bagi Indonesia sekaligus pengakuan dunia atas nilai budaya, sejarah, dan filosofi yang dimilikinya. Hal ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya tersebut.

"Di lingkungan InJourney Hospitality, kami mengenakan wastra Nusantara setiap hari Kamis sebagai wujud komitmen dalam mengapresiasi dan melestarikan budaya Indonesia, termasuk kebaya sebagai salah satu representasi warisan budaya bangsa. Secara pribadi, saya juga mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan formal, kegiatan budaya, maupun acara yang merepresentasikan Indonesia.," jelasnya.

Bagi saya, lanjutnya, kebaya bukan sekadar busana, melainkan simbol penghormatan terhadap warisan budaya serta cerminan identitas dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. "Lebih dari itu, kami berharap kebaya terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan semakin hadir dalam berbagai aspek, termasuk di sektor hospitality. Ketika wisatawan, khususnya tamu mancanegara, melihat kebaya dikenakan oleh para insan hospitality, mereka tidak hanya menyaksikan sebuah busana tradisional, tetapi juga merasakan nilai, cerita, dan karakter budaya Indonesia yang kami hadirkan melalui komitmen InJourney Hospitality sebagai Window to Indonesian Cultural Hospitality," paparnya.

Christine melihat kebaya sebagai salah satu cultural asset yang memiliki potensi besar dalam memperkuat daya saing pariwisata Indonesia. Adapun tren pariwisata dunia saat ini bergeser dari sekadar sightseeing menjadi experiencedriven tourism, di mana wisatawan mencari pengalaman yang autentik dan memiliki makna. 

"Kebaya memiliki cerita, filosofi, nilai sejarah, serta keberagaman yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Ketika dipadukan dengan pengalaman hospitality, mulai dari desain hotel, seni pertunjukan, kuliner Nusantara, activity budaya, hingga pelayanan yang berakar pada nilai-nilai Indonesia, maka kebaya menjadi bagian dari sebuah perjalanan budaya yang utuh," tuturnya.

"Inilah yang menjadi pendekatan InJourney Hospitality melalui Cultural & Heritage Experience, yaitu menghadirkan pengalaman budaya yang imersif melalui heritage storytelling, seni tradisional, kuliner lokal, ritual budaya, dan berbagai produk budaya ikonik".

Dengan cara ini, lanjutnya, wisatawan tidak hanya mengunjungi Indonesia, tetapi benarbenar merasakan dan memahami Indonesia.

Christine berharap kebaya terus berkembang sebagai simbol dan identitas budaya yang hidup. Dari perspektif InJourney Hospitality, kami berharap kebaya menjadi bagian dari budaya Indonesia yang semakin kuat.

"Bersama seni, kuliner, arsitektur, tradisi, dan berbagai warisan budaya lainnya, kebaya dapat menghadirkan pengalaman yang autentik bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia," katanya.

Karena pada akhirnya, budaya adalah keunggulan kompetitif Indonesia. "Ketika kita mampu menghadirkan budaya secara autentik melalui pengalaman hospitality, maka kita tidak hanya melestarikan warisan bangsa, tetapi juga membangun daya tarik pariwisata Indonesia yang berkelas dunia dan berkelanjutan," tutupnya.

 

 

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side