TRAVEL

Bersama Mendorong Pariwisata Indonesia: ADP Trip dan Semangat Membangun Destinasi Nusantara

post-img

PATADaily.id - Bandung - Penulis: Gabriel Bobby

Pariwisata Indonesia memiliki modal yang tidak sedikit untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi sekaligus identitas bangsa di mata dunia. Dari bentang alam, kekayaan budaya, kuliner, sejarah, hingga karakter masyarakatnya yang dikenal hangat, Indonesia memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan untuk membangun industri pariwisata yang kuat.

Namun, potensi yang besar tidak akan berkembang dengan sendirinya. Dibutuhkan ekosistem yang saling terhubung antara pemerintah, pelaku usaha, pengelola destinasi, transportasi, akomodasi, komunitas, hingga travel agent yang berhadapan langsung dengan wisatawan.

Semangat kolaborasi tersebut kembali terlihat dalam Luxury Business Networking yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata melalui tim pemasaran, Jumat, 14 Agustus 2026, di Padma Hotel Bandung.

Forum tersebut mempertemukan buyer dan seller dari berbagai sektor industri sebagai ruang untuk memperluas jejaring, memperkenalkan produk, memahami kebutuhan pasar, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan pariwisata Indonesia.

Di antara para seller yang hadir, terdapat PT Agra Danapati Parama (ADP Trip) yang diwakili oleh Mira selaku owner. Keterlibatan ADP Trip dalam agenda tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan untuk terus membangun jaringan sekaligus mengambil peran dalam pengembangan industri pariwisata nasional.

Bagi Mira, keterlibatan dalam agenda yang digagas Kementerian Pariwisata tidak semata-mata dipandang sebagai kesempatan bisnis.

Lebih jauh, ia melihatnya sebagai ruang untuk mempertemukan perspektif industri dengan visi yang lebih besar: bagaimana potensi pariwisata Indonesia dapat semakin dikenal, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bagi kami, pariwisata bukan hanya tentang menjual perjalanan. Ada tanggung jawab untuk ikut memperkenalkan Indonesia. Kita punya begitu banyak destinasi yang luar biasa, tetapi masih banyak pula yang belum dikenal secara optimal. Sebagai pelaku travel, kami ingin menjadi bagian dari proses memperkenalkan dan mengembangkan potensi tersebut,” ujar Mira dalam keterangan pers resmi, Senin (17/8/2026).

Pariwisata Indonesia Tidak Hanya Bali

Selama bertahun-tahun, nama Indonesia di pasar wisata internasional sering kali sangat identik dengan Bali. Padahal, kekuatan pariwisata Indonesia jauh lebih luas daripada satu destinasi.

Dari Sumatera hingga Papua, Indonesia memiliki karakter wisata yang berbeda-beda. Ada destinasi bahari, pegunungan, desa wisata, wisata budaya, sejarah, kuliner, wellness, hingga berbagai bentuk wisata minat khusus.

Bagi industri travel, keberagaman tersebut sebenarnya merupakan peluang besar.

Tantangannya adalah bagaimana destinasi-destinasi tersebut dikemas secara menarik, mudah diakses, memiliki pelayanan yang baik, serta mampu memberikan pengalaman yang sesuai dengan karakter wisatawan.

Di sinilah Mira melihat peran travel agent menjadi semakin penting.

“Indonesia jangan hanya dikenal karena destinasi yang sudah populer. Saya ingin kita juga berani membawa wisatawan melihat Indonesia yang lain. Masih banyak daerah yang punya potensi luar biasa, tetapi membutuhkan promosi, akses, dan pengemasan produk yang tepat,” katanya.

Pandangan tersebut juga menjadi bagian dari arah yang ingin dibangun ADP Trip. Perusahaan tidak hanya ingin berorientasi pada penjualan paket perjalanan, tetapi secara bertahap ikut memperkenalkan berbagai potensi destinasi Indonesia kepada pasar.

Menurut Mira, sebuah destinasi tidak cukup hanya memiliki pemandangan indah.

Wisatawan membutuhkan akses transportasi, akomodasi, informasi, aktivitas yang menarik, keamanan, kebersihan, pelayanan, hingga pengalaman yang meninggalkan kesan.

Dengan kata lain, destinasi dan industri harus tumbuh secara bersamaan.

Ketika Pemerintah dan Industri Berjalan Bersama

Dalam konteks tersebut, berbagai agenda pemasaran yang mempertemukan pemerintah dan pelaku industri memiliki arti strategis.

Kementerian Pariwisata memiliki peran penting dalam membangun arah promosi dan memperluas exposure destinasi Indonesia. Sementara pelaku industri berada di lapangan untuk menerjemahkan potensi tersebut menjadi produk perjalanan yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

Hubungan keduanya menjadi semakin penting ketika persaingan destinasi wisata di kawasan Asia semakin kompetitif.

Mira mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada pelaku industri untuk terlibat dalam berbagai agenda pemasaran yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata, termasuk melalui jejaring yang dibangun oleh tim pemasaran.

Dalam dokumentasi kegiatan, Mira juga terlihat bersama Ibu Dian, Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata, yang menjadi salah satu figur yang turut memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam berbagai agenda industri.

“Saya melihat pemerintah dan pelaku usaha sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana pariwisata Indonesia semakin maju. Pemerintah memiliki program dan arah kebijakan, sementara kami di industri melihat langsung apa yang terjadi di pasar. Kalau dua perspektif ini terus dipertemukan, saya yakin banyak hal yang bisa kita kembangkan bersama,” tutur Mira.

Bagi ADP Trip, keterlibatan dalam forum seperti ini menjadi kesempatan untuk memahami perkembangan pasar sekaligus membawa perspektif dari sisi industri perjalanan.

Setiap wisatawan memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang mencari perjalanan keluarga, perjalanan bisnis, wisata budaya, wisata alam, perjalanan kelompok, hingga pengalaman yang lebih personal.

Keragaman kebutuhan tersebut menuntut pelaku travel untuk terus berinovasi.

Membangun Indonesia Melalui Perjalanan

Pada akhirnya, perjalanan wisata bukan hanya aktivitas berpindah dari satu kota ke kota lain.

Setiap wisatawan yang datang ke sebuah daerah akan berinteraksi dengan masyarakat lokal, menggunakan transportasi, menginap di akomodasi, menikmati kuliner, membeli produk UMKM, menggunakan jasa pemandu, serta mengunjungi berbagai atraksi.

Artinya, ketika sebuah destinasi berkembang, terdapat banyak sektor ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.

Perspektif inilah yang membuat Mira melihat pengembangan pariwisata Indonesia sebagai sesuatu yang jauh lebih besar daripada kepentingan bisnis sebuah perusahaan travel.

“Kalau kami menjual sebuah destinasi Indonesia dan wisatawan datang ke sana, sebenarnya yang bergerak bukan hanya bisnis travel. Ada hotel, restoran, transportasi, UMKM, pemandu lokal, pengelola destinasi, sampai masyarakat di sekitar. Karena itu saya melihat pengembangan pariwisata sebagai ekosistem. Kami ingin pertumbuhan itu bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu pekerjaan besar industri pariwisata Indonesia ke depan adalah membangun keseimbangan antara destinasi yang sudah populer dengan destinasi yang sedang berkembang.

Destinasi unggulan tetap perlu diperkuat, tetapi destinasi baru juga perlu mendapatkan kesempatan untuk diperkenalkan kepada pasar.

Hal tersebut dapat menciptakan distribusi wisatawan yang lebih merata sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah.

ADP Trip dan Visi Membawa Potensi Indonesia Lebih Jauh

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan wisata, ADP Trip melihat pengembangan destinasi domestik sebagai salah satu bagian penting dari perjalanan bisnisnya.

Mira menilai bahwa travel company Indonesia seharusnya tidak hanya menjadi pihak yang menjual destinasi luar negeri kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga memiliki peran untuk mengajak masyarakat Indonesia mengenal negerinya sendiri dan memperkenalkan Indonesia kepada wisatawan mancanegara.

“Visi kami bukan hanya bagaimana ADP Trip berkembang sebagai perusahaan. Kami juga ingin berkembang bersama pariwisata Indonesia. Kalau ada destinasi Indonesia yang potensial, sebisa mungkin kami ingin ikut membantu memperkenalkannya melalui produk perjalanan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ungkap Mira.

Semangat tersebut menjadi semakin relevan ketika tren wisata bergerak menuju pengalaman yang lebih autentik. Wisatawan tidak selalu mencari destinasi yang paling terkenal; banyak pula yang mulai tertarik pada pengalaman lokal, budaya, alam, kuliner, serta interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Indonesia memiliki kekuatan besar di area tersebut.

Yang diperlukan adalah konsistensi dalam membangun kualitas dan kemampuan seluruh pihak untuk bekerja bersama.

“Saya percaya Indonesia tidak kekurangan destinasi. Yang perlu terus kita tingkatkan adalah cara kita mengemas, memasarkan, memberikan pelayanan, dan menjaga destinasi tersebut. Jangan sampai wisatawan datang sekali lalu tidak ingin kembali. Kita harus menciptakan pengalaman yang membuat mereka ingin datang lagi dan mengajak orang lain,” ujar Mira.

Luxury Business Networking pun pada akhirnya bukan hanya menjadi sebuah pertemuan bisnis antara buyer dan seller.

Bagi pelaku industri seperti ADP Trip, forum tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang—sebuah ruang untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, memahami kebutuhan pasar, sekaligus melihat kembali posisi industri travel dalam pembangunan pariwisata nasional.

Karena pada akhirnya, membangun pariwisata Indonesia bukan pekerjaan satu institusi atau satu perusahaan.

Ia merupakan perjalanan bersama.

Pemerintah membuka arah dan ruang kolaborasi. Industri menciptakan produk dan pengalaman. Masyarakat menjaga nilai budaya dan lingkungan. Dan wisatawan menjadi bagian dari mata rantai ekonomi yang membuat destinasi terus hidup.

Di tengah kompetisi pariwisata global yang semakin dinamis, Indonesia memiliki satu keunggulan yang tidak mudah ditiru negara lain: keragaman nusantara.

Tantangannya kini adalah memastikan keragaman tersebut tidak hanya menjadi kekayaan yang dimiliki, tetapi juga menjadi pengalaman berkualitas yang dikenal dunia.

Dan di titik itulah ADP Trip ingin mengambil bagian—bukan sekadar menjual perjalanan, tetapi ikut membawa nama dan potensi pariwisata Indonesia lebih jauh.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side