JAKARTA'S EVENTS

Upaya Halimah Munawir Menghadirkan Sastra di Sekolah

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Sastra tak boleh kehilangan ruangnya di sekolah, meski kini generasi muda hidup di tengah gempuran teknologi digital.

Ya, tak bisa dipungkiri generasi milenial dan anak Gen Z begitu familiar dengan teknologi canggih namun bukan berarti mereka tak bisa belajar untuk mengenal karya sastra.

Hal itu ditegaskan sastrawati Halimah Munawir dalam kegiatan peluncuran buku Lika Liku Hariku di Sekolah, antologi puisi karya siswa SMA Negeri 31 Jakarta, yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

"Sastra mengajarkan kepekaan, kesabaran, dan kemampuan merenung akan hal-hal yang kian jarang disentuh oleh dunia serba cepat hari ini,” ujar Halimah ketika dihubungi PATADaily.id, Kamis (22/1/2026).

Menurut Halimah, kemajuan teknologi tidak seharusnya mematikan minat menulis, melainkan menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk menjaga keseimbangan antara kecakapan digital dan kecerdasan batin. 

Halimah pun mengutip pandangan Jack Ma yang menyebut masa depan akan penuh tantangan sebelum akhirnya menghadirkan keindahan.

"Kerja sastra memang tidak instan. Tapi ia menyiapkan manusia yang lebih tahan menghadapi zaman,” katanya. Dalam kegiatan tersebut, para siswa didorong untuk menulis puisi berdasarkan pengalaman mereka di sekolah. Dari ratusan siswa, hanya 70 karya yang akhirnya dibukukan. Bagi Halimah, angka itu bukan kegagalan.

"Sastra tidak pernah lahir dari paksaan. Ia tumbuh dari kesadaran dan keberanian,” ujarnya lagi. Menulis puisi tidak menghalangi seseorang menjadi dokter, insinyur, atau pengusaha. Justru sastra membuat mereka lebih manusiawi,” terangnya.

Halimah patut diapresiasi lantaran memberikan kesempatan untuk anak muda belajar sastra.

Halimah berharap sekolah-sekolah memberi ruang lebih luas bagi kegiatan literasi sastra, tidak hanya sebagai pelengkap kurikulum, tetapi sebagai bagian dari pembentukan karakter.

"Jika sastra mati di sekolah, kita akan kehilangan generasi yang mampu memahami dirinya sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Peluncuran buku Lika Liku Hariku di Sekolah menjadi penanda bahwa sastra masih menemukan jalannya di ruang pendidikan kendati perlahan, namun terus bergerak, menjaga nyala kata di tengah perubahan zaman. (Gabriel Bobby)

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side