CULTURAL/HERITAGE

Tresna Suci, Kebaya Menari Kolaborasi Anne Avantie untuk Diplomasi Budaya dengan Sentuhan Religi ke Praha

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby 

Terinspirasi dari perca batik sisa perjalanan spiritual, karya desainer kondang Indonesia, Anne Avantie menjadi simbol cinta  kasih,  persatuan,  dan  persaudaraan  lintas  bangsa  dalam  misi  budaya Komunitas Kebaya Menari ke Praha, Republik Ceko.

Budaya Indonesia kembali mengambil peran sebagai jembatan persaudaraan lintas bangsa melalui misi budaya dan religi bertajuk “Tresna Suci: Persembahan Indonesia untuk Kanak-Kanak Yesus dari Praha.” Diinisiasi oleh Komunitas Kebaya  Menari,  misi  ini menghadirkan  kolaborasi bersama desainer kebaya Indonesia, Anne Avantie, melalui sebuah karya busana yang sarat makna spiritual dan kemanusiaan.

Pemaparan rancangan busana diselenggarakan  pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Grha Besuki, Jalan Besuki No 8, Menteng, Jakarta Pusat. Adapun kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penyerahan jubah Kanak-Kanak Yesus kepada Church of Our Lady Victorious atau Gereja Katolik Bunda Maria yang Berjaya di Praha, Republik Ceko, pada 1 November mendatang.  

Anne Avantie mengutarakan, mengusung tema “Tresna Suci”, karya ini tidak sekadar menghadirkan keindahan busana, tetapi juga membawa pesan cinta kasih dan persatuan melalui kekayaan tekstil Nusantara.

Inisiatif tersebut lahir dari Komunitas Kebaya Menari yang mengajak Anna Avantie untuk turut ambil bagian dalam perjalanan budaya dan religi yang membawa nama Indonesia ke panggung persaudaraan internasional.  

“Tresna Suci”, lanjutnya, ketika kain perca Batik menjadi simbol cinta kasih bagi Anne Avantie, “Tresna Suci” memiliki makna yang mendalam. "Karya ini dirangkai dari perca-perca batik yang tersisa dari perjalanan spiritual, kemudian disatukan menjadi sebuah busana yang menyimpan cerita, nilai, dan perenungan," terangnya.

Menariknya potongan-potongan batik  yang  berbeda  tidak  dibiarkan  terpisah,  melainkan  dirangkai menjadi satu kesatuan. Filosofi ini menjadi refleksi bahwa setiap bagian, sekecil apa pun, tetap memiliki arti ketika disatukan dengan ketulusan.  

Semangat tersebut terangkum dalam sebuah pesan yang menjadi jiwa dari karya “Tresna Suci”:  “Jadilah jarum yang MENYATUKAN, jangan menjadi GUNTING yang MEMISAHKAN.” Pesan ini mengajak setiap orang untuk menjadi bagian dari upaya merawat persaudaraan, menjembatani perbedaan, dan menghadirkan kebaikan di tengah kehidupan.

Seperti jarum yang menyatukan lembaran kain, manusia pun diharapkan mampu menyatukan hati melalui kasih, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.  Melalui  tangan Anna Avantie, perca batik memperoleh makna baru: bukan sekadar sisa material, melainkan bagian dari perjalanan yang diolah menjadi persembahan penuh makna.  

Inisiatif Kebaya Menari untuk budaya sebagai bahasa persaudaraan. Bagi  Komunitas  Kebaya  Menari, misi ke Praha merupakan wujud nyata bahwa budaya dapat menjadi sarana diplomasi yang menyentuh nilai kemanusiaan dan spiritualitas.  

Komunitas ini mengambil  inisiatif  untuk  mengajak  Anne  Avantie  berkolaborasi, mempertemukan kecintaan terhadap kebaya dan batik dengan semangat berbagi melalui karya yang memiliki pesan universal.  

Ketua Komunitas Kebaya  Menari, Yanti  Moeljono,  bersama  Wakil  Ketua  Berti  Dewi, mendukung upaya  menghadirkan  budaya Indonesia sebagai bahasa persahabatan yang dapat  menjangkau masyarakat  lintas negara.

Sementara itu, Marianti dipercaya sebagai Ketua Misi Religi yang mengoordinasikan rangkaian misi tersebut. Kolaborasi ini diharapkan  dapat  menunjukkan bahwa kekayaa budaya Indonesia tidak hanya hadir melalui keindahan visual, tetapi juga melalui nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya: gotong royong, ketulusan, penghormatan, dan persaudaraan.  

Penyerahan jubah Kanak-Kanak Yesus kepada Gereja di Praha pada 1 November mendatang menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Persembahan ini membawa semangat berbagi dari Indonesia sekaligus membuka ruang perjumpaan budaya dan religi dalam suasana persaudaraan.

Pada kesempatan inii, Anne Avantie membahas gagasan di balik karya, makna persembahan, serta misi budaya dan religi Komunitas Kebaya Menari menuju Praha. Yanti Moeljono mengungkapkanb bahwa Indonesia melalui misi budaya ke Praha ini memperlihatkan keanekaragaman dalam keseharian hiduo di negeri ini.

Ya, membawa nama Indonesia dengan Pesan yang Menyatukan “Tresna Suci” menjadi pengingat bahwa diplomasi budaya tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata formal namun melalui sebuah karya busana, sepotong batik, dan niat tulus untuk berbagi dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan yang melampaui batas geografis.  

Dari Indonesia menuju Praha, Komunitas Kebaya Menari bersama Anne Avantie membawa harapan  agar karya  ini  menjadi  simbol  cinta  kasih  dan  persaudaraan.  Di  balik  setiap potongan  perca  batik, tersimpan  pesan  bahwa  perbedaan  dapat  dirangkai  menjadi keindahan ketika setiap bagian ditempatkan dengan rasa hormat dan ketulusan.  

Pada  akhirnya, “Tresna Suci” bukan hanya tentang busana yang akan dipersembahkan, melainkan juga tentang nilai yang ingin diteruskan: bahwa manusia memiliki pilihan untuk menyatukan atau memisahkan, membangun jembatan atau menciptakan jarak.

Melalui misi ini, Komunitas Kebaya Menari ingin mengajak semua pihak untuk memilih jalan yang menyatukan. “Jadilah jarum yang menyatukan, jangan menjadi gunting yang memisahkan.” Sebuah  pesan cinta  dari  Indonesia  untuk  Praha, dirangkai  dalam  karya  budaya  yang membawa semangat persaudaraan dan kemanusiaan.

Komunitas Kebaya Menari merupakan komunitas yang bergerak dalam upaya merawat dan memperkenalkan kebaya serta budaya Indonesia melalui kegiatan dan kolaborasi budaya. Dalam  misi budaya  dan  religi  ke  Praha  ini,  Komunitas  Kebaya  Menari  menginisiasi kolaborasi  dengan  Anna Avantie  untuk  menghadirkan  karya  “Tresna  Suci”  sebagai persembahan Indonesia yang membawa pesan cinta kasih, persatuan, dan persaudaraan.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side