PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Grand Final Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 digelar di Casa Grande Ballroom, Merlynn Park Hotel Jakarta, Minggu (27/9/2026). Berlangsung bertepatan dengan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia.
Menariknya malam puncak ini tidak hanya menjadi ajang penentuan pemegang gelar, tetapi juga menjadi momentum untuk merayakan kekayaan pariwisata, budaya, dan keberagaman Indonesia.
Diselenggarakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia, Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 mempertemukan para finalis dari berbagai daerah di Indonesia. Para finalis membawa identitas, potensi, budaya, serta kekayaan daerah masing-masing dalam rangkaian pemilihan yang tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kemampuan komunikasi, wawasan, karakter, dan pemahaman mengenai pariwisata.
Pada babak awal Grand Final, persaingan seluruh finalis dikerucutkan menjadi 10 besar. Sepuluh finalis yang berhasil melaju kemudian mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan statement tentang pariwisata dan budaya. Kesempatan yang diberikan menjadi tantangan bagi para finalis untuk menyampaikan pemikiran secara singkat, padat, dan jelas.
Setelah menyampaikan statement, kompetisi kembali dikerucutkan menjadi lima besar. Lima finalis terpilih kemudian melanjutkan perjuangan pada tahapan Question and Answer (Q&A).
Pada sesi Q&A, para finalis mendapatkan pertanyaan yang menguji wawasan, kemampuan berpikir, ketenangan, serta kemampuan memberikan jawaban secara spontan dan terstruktur selama 30 detik. Tahapan ini menjadi kesempatan bagi lima finalis untuk memperlihatkan karakter dan pemikiran mereka secara lebih mendalam.
Penentuan pemenang tidak semata-mata didasarkan pada penampilan para finalis di malam puncak, namun proses penilaian telah dilakukansejak rangkaian bootcamp dimulai pada 22 September lalu.
Setelah seluruh tahapan penilaian selesai, dewan juri menentukan hasil akhir kompetisi. Alhasil, pasangan yang terpilih sebagai Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 adalah Muhammad Irfan Perdana dari Kalimantan Selatan dan Santhika Devi Yogi Pramesti dari Provinsi Jawa Tengah.
Keduanya mendapat tugas untuk ikut mempromosikan pariwisata daerah masing-masing dan pariwasata Nusantara yang tersebar di negeri ini. Tak ketinggalan, budaya yang beragam juga ada di berbagai daerah. Mereka juga akan membawa Indonesia ketika nanti mendapat kesempatan tampil di panggung dunia.
Perpaduan Kalimantan dan Jawa menjadi menarik lantaran memperlihatkan kekayaan budaya Nusantras, destinasi yang tersebar di negeri ini, indahnya alam Indonesia, serta pariwisata bisa ikut memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.
Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia, M. Johnnie Sugiarto, mengucapkan selamat kepada finalis yang berhasil meraih gelar. Tokoh Pariwisata Nasional ini mengatakan gelar yang diperoleh melalui ajang Putra Putri Pariwisata Nusantara2026 harus diikuti dengan wawasan dan kepedulian terhadap berbagai kekayaan yang dimiliki Indonesia, khususnya budaya dan pariwisata.
Ia berharap para pemegang gelar dapat menjadi bagian dari generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap budaya, menjunjung semangat perdamaian, serta memiliki kreativitas untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat luas.
“Saya berharap putra-putri pariwisata Nusantara 2026 yang terpilih nanti tidak hanya menjadi beauty and role model, tetapi juga menjadi generasi muda Indonesia yang memiliki wawasan, kepedulian terhadap budaya, semangat perdamaian, serta kreativitas untuk membawa pesan positif tentang Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Johnnie.
Ia menilai, peran sebagai Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 tidak berhenti ketika mahkota disematkan dan gelar diumumkan. Justru setelah itu, para pemenang memiliki tanggung jawab untuk menjalankan peran sebagai representasi generasi muda Indonesia.
Johnnie berpesan kepada para finalis agar menjadikan kesempatan dalam ajang ini sebagai langkah untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi bagi pariwisata serta Indonesia.
“Harapan saya, jadilah putra-putri pariwisata Nusantara yang tidak hanya memiliki mahkota, tetapi juga memiliki makna,” tegasnya.
Peringatan Hari Pariwisata Dunia yang bertepatan dengan Grand Final tahun ini turut memberikan makna penting bagi penyelenggaraan ajang tersebut. Pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi, tetapi juga menyangkut manusia, budaya, kreativitas, lingkungan, dan potensi ekonomi masyarakat.

.png)