PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Pengelolaan ruang komersil Borobudur dinilai buruk. Hal tersebut disampaikan Jejel, seorang wisatawan Nusantara yang belum lama ini traveling ke Candi Borobudur.
Jejel mengatakan, pengunjung dipaksa melewati pedagang kios-kios, bekelok-kelok. Padahal, lanjutnya, setelah mengunjungi Borobudur, pengunjung perlu ruang istirahat yang adem dengan bangku yang baik. Ia menjelaskan bahwa dirinya traveling ke Candi Borobudur pada Kamis, 28 Mei lalu.
"Tidak terbayang kan pengunjung yang memiliki kendala berjalan dipaksa berjalan di gang sempit berkelok-kelok dengan pedagang yang bergantian membujuk," ucapnya kepada PATAdaily, Kamis (4/6/2026).
Jadi, kesannya tidak baik dan tidak berkelas. Menurutnya, barang dagangannya juga kesannya jadi murahan. Harga barang di kios di depan jauh lebih tinggi dibanding kios yang dekat pintu akhir. Jejel pun berharap perlu perhatian agar wisata Borobudur lebih berkelas.
"Saran saya, pengunjung punya pilihan langsung keluar area/masuk area komersil," ujarnya. Menurutnya, area komersil pun perlu ditata agar belanja cukup nyaman dan dengan harga yang fair. "Proses tawar-menawar sebenarnya menumpuk antrean di lokasi yang sempit sehingga pengunjung yang tadinya berniat membeli jadi urung," paparnya.
Jalan di area terbuka menuju candipun tdk bersahabat dgn pengunjung yg punya keterbatasan gerak karena beda tinggi lantai hanya melalui tangga.
"Putri saya melihat pengunjung yang menggunakan kursi roda terpaksa diangkat oleh putranya berkali-kali saat melalui tangga sehingga putranya kelelahan".

.png)