PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian nasional karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh industri pariwisata, tetapi juga oleh berbagai sektor lain, mulai dari transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga UMKM.
"Pariwisata juga membuka lapangan kerja dan menciptakan peluang usaha di berbagai daerah. Bagi TMII, pariwisata memiliki nilai tambah ketika mampu menggerakkan ekonomi sekaligus menjaga kekayaan budaya. Destinasi tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga ruang bagi masyarakat, pelaku seni, komunitas, dan UMKM untuk tumbuh bersama," tutur Plt Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Ratri Paramita ketika dihubungi PATADaily.id, Kamis (1/1/0/2026).
Jadi, lanjutnya, kontribusi pariwisata perlu dilihat bukan hanya dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang tercipta bagi masyarakat. Ia menuturkan bahwa Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat, terutama karena kekayaan alam, budaya, dan keberagaman pengalaman yang tidak dimiliki negara lain dalam kombinasi yang sama.
Namun, lanjutnya, dalam industri pariwisata yang semakin kompetitif, daya tarik saja tidak cukup. Wisatawan juga mempertimbangkan kemudahan akses, konektivitas, kualitas layanan, keamanan, dan pengalaman yang mereka dapatkan.
"Dari perspektif TMII, kekuatan Indonesia terletak pada keberagaman budayanya. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut dikemas menjadi pengalaman yang menarik, mudah diakses, dan relevan bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kita perlu memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi destinasi yang ingin dikunjungi, tetapi juga destinasi yang meninggalkan kesan dan membuat wisatawan ingin kembali," paparnya.
Seiring perkembangan zaman rupanya teknologi canggih dinilai bisa ikut membantu mempromosikan pariwisata Nusantara. Menurutnya, teknologi membuka peluang besar bagi pariwisata untuk menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus menghadirkan komunikasi yang lebih personal. "Kita bisa memanfaatkannya untuk memahami preferensi wisatawan, menyusun promosi yang lebih tepat sasaran, menyediakan informasi dalam berbagai bahasa, hingga membantu wisatawan merencanakan perjalanan sesuai minat mereka," terangnya.
Ratri mengatakan, di TMII, teknologi juga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia dengan cara yang lebih interaktif dan relevan bagi generasi sekarang. Namun, teknologi tetap harus menjadi alat untuk memperkuat pengalaman, bukan menggantikan esensi pariwisata itu sendiri.
"Terutama untuk wisata budaya, teknologi seharusnya membantu masyarakat memahami cerita, nilai, dan makna di balik warisan budaya yang kita miliki," ucapnya.
Ratri menjelaskan bahwa experience menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kualitas sebuah perjalanan. Wisatawan tidak lagi hanya mencari tempat untuk dikunjungi atau objek untuk difoto, tetapi juga ingin merasakan sesuatu, mempelajari hal baru, berinteraksi, dan membawa pulang cerita.
"Ini menjadi peluang bagi TMII sebagai destinasi yang menghadirkan keberagaman budaya Indonesia dalam satu kawasan. Pengunjung tidak hanya melihat representasi rumah adat atau kesenian daerah, tetapi juga diharapkan dapat mengenal tradisi, memahami nilai budaya, dan merasakan keberagaman Indonesia secara lebih dekat. Bagi kami, pengalaman wisata yang baik adalah pengalaman yang tidak hanya menyenangkan saat dijalani, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, apresiasi, dan keterikatan setelah pengunjung pulang," urainya.
Adapun belum lama ini tepatnya pada 27 September dirayakan World Tourism Day. Baginya, World Tourim Day menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana pariwisata dapat tumbuh secara berkualitas dan memberikan manfaat yang lebih luas.
"Harapan kami, pariwisata Indonesia semakin mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Kami juga berharap semakin banyak destinasi di Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman dan dampak yang dihasilkan. Bagi TMII, ini sejalan dengan komitmen untuk menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan kekayaan budaya Nusantara, sekaligus menghadirkan pariwisata yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, kemajuan pariwisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas dan kekayaan Indonesia untuk generasi mendatang," tuturnya.

.png)