TRAVEL

Overland untuk Paket Wisata Adaptif

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Paket wisata yang lebih adaptif disebut menjadi solusi yang bertujuan menangkap peluang wisata nasional, khususnya saat tekanan ekonomi global melanda. "Paket wisata yang lebih adaptif, menyesuaikan dengan kondisi yang sekarang yang mungkin lebih pendek, lebih ke regional kemudian juga dengan budget (anggaran)-nya juga lebih terjangkau," kata Ketua Umum ASTINDO Pauline Suharno.

Adapun ASTINDO saat ini menyiapkan berbagai alternatif perjalanan wisata yang dibuat lebih ramah di kantong konsumen, serta dengan durasi yang lebih singkat. Ya, langkah ini diambil agar masyarakat kelas menengah ke bawah tetap bisa berlibur. 

Terdapat opsi perjalanan darat atau overland, dengan memanfaatkan fasilitas sleeper bus yang dinilai bisa menekan biaya perjalanan secara signifikan.

Paket wisata adaptif ini  juga menawarkan fleksibilitas tinggi. Salah satu contohnya adalah aturan waktu makan yang bisa disesuaikan. Pada masa lalu, agen perjalanan wisata biasanya menyediakan makan bersama dalam grup.

Sistem paket lama tersebut saat ini mulai diubah sehingga bisa mengurangi biaya konsumen. "Dan ini sejalan dengan prinsip sustainability (keberlanjutan) di mana kita bisa berdampak untuk masyarakat lokal ketika kita membuat paket wisata atau menyelenggarakan paket perjalanan," ucap Pauline.

Ia mencontohkan, ASTINDO sudah merancang paket wisata dengan durasi lebih pendek berkonsep perjalanan darat. Perjalanan ini dimulai dari Yogyakarta lalu berakhir di Banyuwangi atau Solo dengan menggunakan kereta api.

"Jadi overland, naik kereta api. Ini yang sudah kami lakukan sehingga berharap nantinya masyarakat ketika long weekend (libur panjang) tuh enggak diam-diam aja, tapi tetap melakukan perjalanan aglomerasi," jelas dia.

"Iya, bisa overland dengan mobil atau kereta," katanya ketika dihubungi PATADaily.id, Selasa (19/5/2026). Menurutnya, overland juga bisa dilakukan di Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara dan lainnya. "Bisa dengan catatan infrastrutur harus memadai. Seperti di Tiongkok sekarang pariwisata domestik meningkat karena mereka punya jalanan tidak ada yang bolong, kereta cepat sudah terhubung di berbagai kota dan provinsi," terangnya.

Menurut Pauline, komunikasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan dan edukasi mengenai paket wisata hemat juga wajib disebarluaskan. Selain itu, lanjutnya, koordinasi antarlembaga pemerintah disebut menjadi kunci utama. "Koordinasi antar K/L (kementerian/lembaga) itu penting supaya tidak merugikan pariwisata. Karena pariwisata ini kan multiplier effect-nya banyak dan perlu koordinasi antar-lembaga, dengan imigrasi perlu, dengan keuangan, SDM (sumber daya manusia) juga perlu," tutur dia.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side