PATADaily.id - Bekasi - Dalam pengembangan di dunia pendidikan, Halimah Munawir, seorang penggiat budaya dan sastrawati yang baru-baru ini melawat ke Mesir dengan Buku Keagungan Kota Suci, terus beruapaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan YPI Alhidayah Pondok Melati, Bekasi baik di bidang SDM maupun pelayanan terhadap siswa siswinya.
Untuk itu di era kepemimpinannya, Halimah Munawir telah membangun sarana dan prasarana pembelajaran, untuk kenyamanan tenaga pendidik dan siswa itu sendiri. Demikian Ketua YPI Alhidayah Pondok Melati, Halimah Munawir kepada wartawan di Bekasi, Jumat (13/3/2026).
Untuk kenyamanan para siswa siswi, diadakan berbagai pembaruan fasilitas sekolah seperti ruang kelas ber-AC, penyediaan mushala, laboratorium komputer, pengadaan kantin sehat, hingga penguatan budaya literasi melalui pojok baca.
Menurutnya, untuk tidak tertinggal dengan lembaga lembaga pendidikan Islam lainnya, maka kita harus mampu menunjukkan bahwa YPI AlHidayah Pondok Melati juga dapat menjadi pilihan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
"Karena YPI Alhidayah sejak didirikannya oleh para pendiri dan pemberi wakaf diperuntukan tidak semata berbasis komersial dan untuk menanamkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keIslaman, YPI Alhidayah Pondok Melati tetap yang termurah diantara sekolah swasta lainnya," jelas Halimah Munawir yang diawal kepemimpinannya mengambil langkah pertama menciptakan kenyamanan dan peningkatan kesejahteraan guru agar para tenaga pendidik dapat optimal dalam mengajar.
Kedua membangun sarana prasarana untuk kenyamanan siswa dalam menjalani proses pembelajaran sehari-hari. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melengkapi seluruh ruang kelas dengan pendingin ruangan atau AC.
Tak hanya lantaran juga dibangun kantin untuk keamanan dan kesehatan siswa dengan tidak jajan sembarangan. Sementara itu salah satu staf YPI AlHidayah, Eva Damayanti pada kesempataan yang sama kepada wartawan menerangkan bahwa, awalnya merasa dag dig dug dengan berbagai terobosan yang dilakukan ketua yayasan Halimah Munawir.
"Karena dalam terobosan tersebut tidak dapat dipungkiri, membutuhkan dana sementara dana SPP sebelumnya saja tidak cukup untuk mensejahterakan tenaga pendidik dan memberi lenyamanan siswa. Karena SPP sebelumnya hanya Rp. 50.000 duafa Rp.35.000 dan Yatim gratis," tuturnya.
"Namun ide cemerlang dilakukan ibu ketua yakni di awal tahun ajaran baru, menaikan uang SPP menjadi Rp. 100.000 bagi siswa baru dengan ruangan ber-AC. Sementara kelas 2 sampai dengan kelas 6 uang SPP tidak dinaikkan. Alhamdulillah yang mendaftar melebihi target. Setelah ruang kelas 1 ber-AC siswa lainnya protes dan minta juga ruangan mereka ber-AC dan bersedia membayar iuran yang sama dengan kelas 1.\
Kualitas sekolah terus di tingkatkan dan di adakan pula ekskul yang di sekolah swasta lingkungan Jatiwarna tak ada yakni ekskul Maschingband dan Futsal. meningkat,” ungkap Eva Damayanti.
Halimah Munawir juga mengakui bahwa berbagai pengembangan fasilitas yang dilakukan membutuhkan dukungan finansial yang cukup besar. Tak cukup mengandalkan dari dana SPP siswa. "Alhamdulillah ada bantuan dana BOS dan BosDa Kota Bekasi juga khususnya untuk Mushala, itu atas dana gotong royong dari infak sodakoh guru siswa melalui "kencrengan" hingga para donatur yang peduli termasuk Ketua Yayasan Halimah Munawir dan anak anaknya.
"Ya, semoga kerja sama yang baik tetap terjalin antara Yayasan - Tenaga Pendidik dan para orang tua siswa khususnya Komite dan Korlas secara bersama membangun dan menjaga marwah YPI Al-Hidayah Pondok Melati. Untuk tahun ajaran 2026, kita menyesuaikan anggaran operasional yang terus membengkak, dan untuk memberikan sarana lebih byaman lagi ke para siswa, maka dengan berat hati
untuk siswa baru kelas 1 ada kenaikan SPP namun masih jauh dibawah sekolah swasta sekitar Jatiwarna, yakni akan dikenakan SPP sebesar Rp150.000 namun kelas 2 sampai dengan kelas 6, SPP tetap Rp. 100.000. " pungkas Halimah Munawir. (Gabriel Bobby)

.jpg)
.jpg)