TRAVEL

Menanti Wisata Skydiving di Tanjung Lesung

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Tanjung Lesung yang dikenal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Pandeglang- Banten terus menambah daya tarik wisatanya. Dalam waktu dekat, wisatawan akan bisa mencoba kegiatan skydiving (terjun payung) sambil menikmati pemandangan laut Tanjung Lesung dari udara. 

Rencana tersebut menyusul penandatanganan kerja sama antara PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola dan pengembang KEK Pariwisata Tanjung Lesung dengan PT Bro Skydive Indonesia untuk pengembangan kegiatan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.
 
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Poernomo Siswoprasetijo selaku Direktur Utama PT BWJ, W Widiasmanto selaku Direktur BWJ, serta Fanny Kusuma Dewi, Direktur Utama PT Bro Skydive Indoesia dan Muhammad Rizki Fardani, Direktur PT Bro Skydve Indonesia, di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
 
Penandatanganan tersebut turut disaksikan Kunto Wijoyo, Direktur Operasional BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung. 
 
Sekadar informasi, KEK Tanjung Lesung dikenal sebagai wisata terpadu dengan berbagai aktivitas dan rekreasi seluas 1.500 Ha yang dikembangkan oleh PT Banten West Java, salah satu anak usaha  PT Jababeka Tbk dengan sederet award dari nasional maupun internasional.
 
Sementara Bro Skydive Indonesia dikenal sebagai platform terjun payung profesional yang mengkhususkan diri dalam pengalaman terjun payung yang aman dengan didukung instruktur bersertifikat internasional dan peralatan berkualitas tinggi.
 
Pasca penandatanganan surat perjanjian kerja sama ini, pihak PT Banten West Java akan menyediakan lokasi dan lahan seluas kurang lebih 9 Ha untuk mendukung kegiatan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism di KEK Tanjung Lesung, Pandeglang-Banten. 
 
Sementara PT Bro Skydive Indonesia bertanggung jawab untuk melakukan konstruksi pembangunan dan pengembangan infrastruktur serta menyediakan fasilitas untuk kegiatan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism di KEK Tanjung Lesung.
 
Fanny Kusuma Dewi, mengaku senang sekaligus antusias atas kerja sama yang terjalin dengan Tanjung Lesung. Ia mengaku optimistis atas kerja sama ini dan bisa memajukan kedua belah pihak sekaligus meningkatkan pariwisata di Indonesia.
 
"Saya sangat optimis semua berjalan dengan baik. Karena Bro Skydive di Tanjung Lesung nanti merupakan satu-satunya dan pertama kali operator yang resmi di Indonesia dengan dropzone bertaraf internasional, yang kami yakin akan banyak didatangi oleh wisatawan mancanegara dan domestik," terang Fanny Kusuma Dewi, usai penandantanganan. 

Fanny, begitu ia biasa disapa, bercerita bahwa dropzone yang ada di Tanjung Lesung akan menjadi dropzone yang unik. Sebab Tanjung Lesung, selain keindahan alamnya destinasi wisata yang ada di Pandeglang ini punya infrastruktur untuk olahraga skydiving cukup lengkap, yakni Bandara Salakanagara dengan hanggar di dalamnya, punya fasilitas pendukung, seperti aneka penginapan yang tak jauh dari lokasi terjun, dan juga aktivitas wisata olahraga laut dan daratnya. 

“Jadi, begitu selesai terjun, bisa coba aktivitas wisata jetski, mancing, snorkeling, atau jelajah pulau (island hopping). Bisa kita buat jual paket,” urai Fanny. "Kemudahan akses menuju Tanjung Lesung juga semakin mendukung kegiatan wisata skydiving menyusul Tol Serang-Panimbang Seksi 3A (Cileles–Bojong) akan selesai pada November mendatang," kata Fanny.

Sementara itu, Tol Serang-Panimbang secara keseluruhan diproyeksikan rampung pada kuartal II 2027. Dengan beroperasi penuhnya tol tersebut, waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung diyakini hanya sekitar 2–2,5 jam, sehingga perjalanan wisatawan dari berbagai daerah menjadi lebih mudah dan nyaman. 

Sementara Poernomo Siswoprasetijo, menyambut baik kerja sama ini dan berharap kerjasama ini bisa cepat terwujud. Sebabnya, ia juga sama-sama meyakini bahwa kerja sama ini bisa memberi manfaat bagi kedua belah pihak dan dunia aviasi, serta memberikan multipliefer effect untuk masyarakat. 

“Semoga perjanjian (kerja sama) hari ini bisa menjadi langkah ke depan yang baik. Sehingga semua yang telah direncanakan untuk pengembangan skydiving di Tanjung Lesung bisa cepat terwujud,” kata Poernomo Siswoprasetijo, dalam sambutannya. 

Ia juga berharap hadirnya kegiatan sport tourism yang didukung akomodasi, aktivitas-aktivitas wisata, Bandara Salakanagara, bisa memicu generasi muda semakin tertarik dengan terjun payung atau olahraga dirgantara. Sebab, pangsa pasar cukup luas, baik dari luar negeri maupun penggemarnya di Jabodetabek. Sehingga bisa membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung. 

Kunto Wijoyo menambahkan bahwa siap mendukung proses yang dibutuhkan pihak Bro Skydive Indonesia untuk pengopreasian fasilitas skydiving. Karena Tanjung Lesung sudah punya Bandara Salakanagara dengan airstrip untuk bisa mengakomodir olahraga-olahraga kedirgantaraan, termasuk skydiving. 

“Pekerjaan utama ialah membuat landing zone sembilan hektar, kemudian perpanjangan aprone (tempat parkir pesawat), taxiway (landasan yang menghubungkan antara runway dengan fasilitas Bandara) di mana runway (landasan pacu)  akan diperpanjang 200 meter agar lebih safety pendaratannya, nanti  ada bangunan di dalam hanggar sebagai kantor Bro Skydive,” kata Kunto Wijoyo. 

Menanggapi hal itu, Fanny, menjelaskan bahwa proses konstruksi akan langsung dilakukan dan mereka menargetkan Bro Skydive bisa beroperasi pada minggu kedua pada Desember 2026. 

“Desember kami harap sudah siap, sudah beroperasi. Sebelum libur akhir tahun kita akan coba (buka),” tutup Fanny.
 
 

 

 
 
 

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side