PATADaily.id - Jakarta - Adharta, Ketua Dewan Pengawas PRAMARIN (Praktisi Maritim Indonesia) memberikan sambutan dalam silaturahmi buka puasa bersama dan FGD pada Kamis, 12 Maret 2026
"Sahabat Maritim, dari Sabang sampai Merauke. Di hari yang penuh berkah ini, kita bisa kembali berkumpul dalam hangatnya persaudaraan keluarga besar PRAMARIN. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas buka puasa bersama. Saya ingin momen ini menjadi ruang kolaborasi dan titik balik untuk memperkuat semangat kita dalam membangun kedaulatan maritim Indonesia," terangnya kepada PATADaily.id, Rabu (11/3/2026).
Adharta mengemukakan bahwa Ramadhan mengajarkan tentang kesabaran, integritas, dan empati. "Puasa bukan hanya soal menahan lapar, tapi momentum untuk merefleksikan karya besar Sang Pencipta yang telah menganugerahkan hamparan laut luar biasa bagi bangsa ini," ujarnya.
"Melalui spirit Ramadhan, mari kita perkuat niat untuk berkontribusi lebih nyata bagi masa depan Indonesia," ucapnya. Lalu mengapa maritim harus tetap menjadi urat nadi negeri ini? Adharta menjelaskan bahwa laut adalah konektor, bukan pemisah. "Kita adalah negara kepulauan," katanya tegas.
Jadi, lanjutnya, di mata PRAMARIN, laut adalah jembatan fisik dan emosional yang menyatukan keberagaman Indonesia yang terbentang dari ujung barat hingga timur.
Potensi Tanpa Batas
Adharta mengemukakan bahwa dengan garis pantai terpanjang di dunia, peluang kita di sektor perikanan, industri kelautan, hingga energi terbarukan sangatlah masif. Maka, lanjutnya, jJika dikelola dengan cerdas dan berkelanjutan, laut adalah kunci kesejahteraan rakyat.
Kekuatan Armada dan SDM
Adharta mengungkapkan, sejarah membuktikan, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki pelaut tangguh dan kapal yang kuat. "PRAMARIN hadir untuk memastikan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton di lautnya sendiri, tapi menjadi pemain utama," tuturnya.
Jadi, lanjutnya, saat bergabung dengan PRAMARIN, maka Anda bukan sekadar anggota organisasi lantaran kita menjadi pejuang maritim. "Anda adalah bagian dari mereka yang mendedikasikan pikiran dan keringat demi kemajuan sektor kelautan," ucapnya.
Adharta mengaku bangga tercatat dalam PRAMARIN karena dirinya selama ini kental dengan dunia maritim Indonesia. "Secara pribadi, saya bangga menjadi bagian dari keluarga ini. Sebagian besar hidup saya habis tercurah untuk maritim Indonesia yang mencari penghidupan, membangun usaha, dan menemukan jati diri. Bagi saya, laut adalah sumber inspirasi yang tidak pernah kering. Saya percaya, jika kita memiliki "Cinta" yang sama terhadap laut, tidak ada ombak yang terlalu besar untuk kita lalui bersama," terangnya.
Harapan saya untuk PRAMARIN ke depan:
1. Menjadi Think-Tank: PRAMARIN harus menjadi pusat gagasan strategis bagi masa depan maritim.
2. Driver Inovasi: Kita harus proaktif mendorong teknologi di bidang pelayaran dan industri laut.
3. Magnet Generasi Muda: Kita punya tugas sejarah untuk membuat anak muda kembali bangga menjadi insan maritim.
4. Jembatan Strategis: Menjadi penghubung yang solid antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Tak ketinggalan Adharta menyampaikan sebuah pesan singkat:
Di ufuk timur, harapan bangsa mulai berlayar,
Ombak takkan gentar menguji langkah kita.
PRAMARIN berdiri tegak menjaga samudra Nusantara,
Bersatu hati, membangun negeri tercinta.
"Maritim jaya, Indonesia luar biasa! Jayalah PRAMARIN," katanya. (Gabriel Bobby)

.jpg)
.jpg)