JAKARTA'S EVENTS

Kolaborasi Merah Putih untuk Perekonomian Nasional

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Kolaborasi tidak bisa dipungkiri pada masa kini menjadi sangat penting dalam upaya bersama pemerintah dan pihak swasta membangun perekonomian nasional.

Advisor Asosiasi Franchise Indonesia Jahja B Soenarjo kepada PATADaily.id, Jumat (6/3/2026). Adapun hal tersebut lantaran kedua belah pihak dianggap sudah tidak bisa berjalan sendiri lagi sehingga harus bergandengan tangan demi kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat negeri ini.

Jahja menyambut baik dan mendukung program pemerintah yang melahirkan Koperasi Merah Putih. "Pandangan saya bahwa Koperasi Merah Putih sudah seyogyanya dapat bermitra dengan jaringan ritel swasta, jadi jangan menganggap musuh," terangnya.

Baginya, kehadiran dan keberadaan Koperasi Merah Putih bisa menggerakkan pemerataan perekonomian di Tanah Air yang mengacu Pasal 33 UUD 1945.

"Kita kawal sehingga Koperasi Merah Putih bisa dikelola secara profesional dan transparansi sehingga bisa ada keberlangsungan dan berjalan baik koperasi ini," jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, jika negeri ini mau maju demi kepentingan perekonomian nasional yang bisa dirasakan masyarakat di Tanah Air, maka harus bersatu. Ia mengungkapkan bahwa Koperasi Merah Putih dan ritel modern saling melengkapi dan saling membutuhkan.

"Keberadaan  dan kehadiran ritel modern dibutuhkan Koperasi Merah Putih sebab ritel modern sudah sejak lama membangun mulai dari nol, setapak demi setapak sehingga menjadi kuat seperti saat ini yang bisa menciptakan rantai pasok, tata kelola yang baik, dan mampu menciptakan ekosistem, serta menjadi perusahaan publik," papar Jahja yang juga Ketua Umum CEO Business Forum Indonesia.

Jadi, menurutnya, ritel modern tidak melakukan monopoli. "Jangan membangn opini ‘monopoli’. Apalagi ritel modern bukanlah sektor vital yang menguasai hajat hidup orang banyak," katanya. Karenanya ritel modern yang bisa bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih adalah ritel modern lokal yang menjual produk lokal juga jadi bukan dari asing.

Menurutnya, ritel modern lokal bisa di-benchmark oleh Koperasi Merah Putih lantaran ritel modern lokal memiliki manajemen yang bagus.

"Pemerintah tidak boleh lupa UUD 1945 pasal 33 ayat 1 dan 2 dalam mengelola Koperasi Merah Putih sehingga koperasi ini harus memiliki bisnis model yang berlangsung jangka panjang," ucapnya.

Menurutnya, jika ada sumber daya manusia (SDM) Koperasi Merah Putih yang kurang memadai, maka bisa menggandeng ritel modern untuk bekerja sama.

"Pemerintah butuh ritel modern, begitu juga sebaliknya ritel modern butuh pemeintah sehingga kolaborasi menjadi penting dan kunci untuk maju bersama," katanya.

Jahja menjelaskan bahwa kolaborasi Merah Putih tercipta antara Koperasi Merah Putih dengan ritel modern lokal yang tentunya adalah ritel Merah Putih. (Gabriel Bobby)

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side