PATADaily.id - Jakarta - Peluang bisnis di Indonesia tahun Kuda Api ini banyak, tetapi jujur belum terlalu baik iklim perekonomiannya.
Hal tersebiut disampaikan Jahja B Soenarjo, Ketua Umum CEO Business Forum Indonesia kepada PATADaily.id, Sabtu (28/2/2026). "Pertumbuhan tidak akan berbeda jauh dari tahun sebelumnya, apalagi tantangan dan ancamannya besar, baik dari dalam maupun dari luar negeri," terangnya.
Jahja memaparkan bahwa peluang tetap ada selama permintaan masih bertumbuh, tinggal siapa yang cepat menangkap, atau bila mampu, ciptakan peluang itu sendiri melalui terobosan inovasi, termasuk peluang menghasilkan subtitusi barang impor, menambah nilai tambah dalam rantai pasok, menawarkan produk-produk konsumsi yang ekonomis, dan sebagainya.
Seperti diketahui, perayaan Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili pada 17 Februari lalu menjadi awal Tahun Kuda Api. Adapun perayaan Imlek tahun ini mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara dan masyarakat Tionghoa pun melambungkan harapan besar di Tahun Kuda Api.
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi bisnis di dalam negeri adalah menghadapi inkonsistensi kebijakan-kebijakan Pemerintah dan juga dampak dari penerapan pajak yang lebih agresif untuk mengejar pendapatan negara.
Karenanya kolaborasi bisa menjadi jawaban uuntuk bisa meningkatkan pendapatan di Tahun Kuda Api. "Kolaborasi bukan hanya di tahun Kuda Api ini, tapi dibutuhkan setiap saat untuk menjawab setiap peluang dan tantangan," ujarnya.
Tentunya, lanjutnya, harus mendapat mitra kolaborasi yang tepat dan memiliki tujuan sama serta saling melengkapi. "Tanpa bermaksud melemahkan semangat kita semua, tahun ini tetap harus mewaspadai kemungkinan terburuk dari dinamika politik dalam negeri, merosotnya daya beli kelas menengah, pengangguran yang meningkat, harga bahan pokok yang tetap masih mahal," tuturnya.
Terhadap situasi demikian, lanjutnya, maka para pelaku usaha harus memiliki semangat menerobos dan responsif, melakukan diversifikasi target pasar, mencari celah-celah baru, sementara masyarakat harus lebih cerdas dalam mengatur pola belanjanya, cerdas finansial, lebih giat dalam pekerjaan, karena dampak positif sejatinya adalah ‘output dari mindset’ juga. (Gabriel Bobby)

.jpg)
.jpg)