PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Menyambut Hari Kebaya Nasional 2026 nanti pada 24 Juli mendatang, maka PATADaily.id tertarik mencoba menyajikan perempuan Indonesia dan kebaya. Presiden Direktur PT Berkat Cipta Karsa (Brightstone) Fetty Kwartati menjelaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi juga merupakan identitas budaya nasional yang mencerminkan keanggunan, nilai, dan perjalanan sejarah perempuan Indonesia dari masa ke masa.
Baginya, kebaya adalah bagian dari budaya bangsa. "Di balik setiap kebaya terdapat cerita tentang kearifan lokal dari banyak daerah yang berbeda-beda, kreativitas, dan keberagaman budaya Nusantara yang patut kita banggakan dan lestarikan bersama, serta dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan," tuturnya ketika dihubungi Jumat (17/7/2026).
Kebaya yang merupakan bagian dari budaya Nusantara, maka perempuan Indonesia diajak untuk melestarikan budaya. "Perempuan berperan penting sebagai penjaga dan penerus budaya, mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga hingga lingkungan sekitar sampai masyarakat luas," urainya.
Fetty menjelaskan, melestarikan budaya tidak harus melalui hal yang besar dan rumit. Menurutnya, dengan mengenakan kebaya, menggunakan produk lokal berkualitas, mengajarkan nilai-nilai tradisi khas Indonesia kepada generasi yang lebih muda, hingga memperkenalkan budaya Indonesia melalui banyak kesempatan, termasuk di media sosial juga merupakan bentuk pelestarian yang nyata yang dapat dilakukan oleh perempuan. "Saya mendukung ajakan tersebut," ucapnya.
Kebaya rupanya diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO sehingga tidak salah jika perempuan negeri ini mengenakan kebaya dalam kegiatan sehari-hari. "Sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia, saya berusaha mengenakan kebaya pada berbagai kesempatan, terutama dalam kegiatan formal, acara budaya, maupun perayaan hari-hari tertentu. Style kebaya yang saya kenakan baik yang klasik maupun dengan sentuhan modern," ungkapnya.
Fetty melihat kebaya sebagai busana yang bukan hanya indah dan nyaman dikenakan, melainkan juga memberikan kebanggaan karena mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
Kebaya yang merupakan bagian dari budaya sehingga bisa menarik minat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Fetty menuturkan kebaya memiliki daya tarik yang kuat karena menyatukan unsur budaya, sejarah, seni, dan kreativitas serta tradisi.
"Ketika wisatawan melihat kebaya dikenakan dalam berbagai aktivitas budaya, tentu mereka tidak hanya melihat sebuah pakaian, tetapi juga merasakan pengalaman budaya Indonesia yang autentik," katanya.
Jadi, lanjutnya, Para wisatawan juga bisa diajak berkebaya sebagai bagian dari aktivitas wisata yang menarik, sehingga membawa kesan juga kenangan tersendiri yang menyenangkan, tak terlupakan bagi mereka.
Oleh karena itu, menurut Fetty, kebaya dapat menjadi bagian dari wisata budaya, festival, hingga memberikan pengalaman interaktif yang memperkaya daya tarik destinasi wisata Indonesia.
Fetty pun berharap kebaya semakin dicintai oleh generasi muda, lintas generasi dan menjadi bagian dari gaya hidup yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai budayanya.
"Selain itu, saya berharap kebaya terus menjadi simbol kebanggaan bangsa, mampu menginspirasi kreativitas para perajin dan desainer untuk terus berkarya, serta menjadi salah satu wajah budaya Indonesia yang semakin dikenal dan dihargai di dunia internasional," tutupnya.

.png)