TRAVEL

KarimunJawa: Surga Tropis yang Dekat dan Bersahabat

post-img

KARIMUNJAWA: SURGA TROPIS YANG DEKAT DAN BERSAHABAT

Oleh: Djohari Somad
Pemerhati Pariwisata

Saya kadang heran, kenapa kita sibuk mencari pantai cantik ke tempat yang jauh-jauh, sementara di utara Jepara ada kepulauan yang lautnya jernih, pasirnya putih, terumbu karangnya bagus, dan suasananya masih santai.

Namanya Karimunjawa.

Buat orang pariwisata, Karimunjawa sebenarnya bukan nama baru. Destinasi ini sudah lama dikenal wisatawan mancanegara.

Yang menarik, sejak dulu saya sering melihat wisatawan Prancis datang ke Karimunjawa.

Saya sempat bertanya juga: dari mana mereka tahu?

Ternyata jawabannya menarik.

Jauh sebelum zaman Instagram dan TikTok, nama Karimunjawa sudah beredar di kalangan wisatawan Eropa melalui guidebook, forum perjalanan dan cerita dari mulut ke mulut.

Salah satunya Guide du Routard, panduan perjalanan yang sangat populer di Prancis. Karimunjawa sudah lama muncul dalam panduan dan forum perjalanan mereka.

Jadi jangan heran kalau orang Prancis tahu Karimunjawa.

Kadang lucu juga.

Orang Prancis sudah jauh-jauh mencari Karimunjawa, sementara sebagian dari kita masih bertanya: Karimunjawa itu di mana?

Padahal jumlah wisatawannya tidak kecil.

Pada 2024, kunjungan wisatawan ke Karimunjawa tercatat sekitar 99 ribu perjalanan, termasuk lebih dari 13 ribu wisatawan mancanegara.

Artinya, Karimunjawa bukan lagi sekadar hidden gem.

Orang sudah datang.

Ke Karimunjawa Susah Enggak?

Sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

Dari Jakarta misalnya, kita bisa road trip menuju Jepara. Bisa juga menuju Semarang lebih dulu, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Jepara.

Dari Pelabuhan Kartini, Jepara, perjalanan diteruskan dengan kapal menuju Karimunjawa.

Ada kapal cepat dan ada ferry. Tinggal sesuaikan dengan jadwal dan gaya perjalanan.

Karimunjawa juga punya Bandara Dewadaru di Pulau Kemujan. Infrastruktur udaranya sudah ada, meskipun untuk penerbangan kita tetap harus mengecek jadwal aktual sebelum berangkat.

Kalau saya pribadi, perjalanan dengan kapal justru bagian dari pengalaman.

Begitu daratan mulai menjauh, angin laut mulai terasa, rasanya kita benar-benar sedang pergi liburan.

Sampai Sana Ngapain?

Nah, ini justru masalahnya.

Pilihannya banyak.

Karimunjawa punya gugusan pulau-pulau kecil yang bisa dijelajahi. Ada Cemara Kecil, Pulau Cilik, Pulau Tengah, dan banyak spot lainnya.

Jangan cuma diam di pulau utama.

Kalau sudah sampai Karimunjawa tetapi tidak island hopping, rasanya seperti datang ke rumah makan Padang cuma pesan es teh.

Sayang.

Naik perahu, pindah dari satu pulau ke pulau lain, snorkeling, makan siang, lalu cari pantai yang sepi.

Itu baru Karimunjawa.

Buat yang suka dunia bawah laut, ada berbagai spot snorkeling dan diving, termasuk kawasan Menjangan Kecil dan Gosong Cemara.

Tidak harus jago diving.

Pakai masker dan snorkel saja sudah cukup.

Begitu wajah masuk ke air, dunia di bawah sana langsung berubah.

Airnya jernih. Ikan-ikan kecil berwarna-warni berenang di sekitar kita. Di bawahnya terbentang gugusan karang dengan berbagai bentuk, diselingi tumbuhan laut yang bergerak pelan mengikuti arus.

Rasanya seperti berenang di antara taman bawah laut.

Kadang kita sampai lupa waktu. Mengikuti ikan-ikan kecil yang masuk di sela-sela karang, lalu berhenti sebentar hanya untuk melihat tumbuhan laut bergoyang terkena arus.

Di situlah saya merasa keindahan Karimunjawa tidak cukup hanya dilihat dari atas perahu.

Kita harus turun ke air untuk benar-benar mengenalnya.

Kalau sudah puas main air, ada Pantai Tanjung Gelam untuk menikmati sunset, Bukit Joko Tuo untuk melihat Karimunjawa dari atas, dan kawasan mangrove untuk menikmati sisi lain pulau.

Malamnya?

Cari ikan bakar.

Duduk santai.

Ngobrol.

Besok pagi baru mikirin dunia lagi.

Jangan Cuma Cari yang Murah

Karimunjawa bisa dinikmati dengan berbagai budget.

Ada homestay, guesthouse, hotel sampai resort. Bisa backpacker, pergi bersama pasangan, keluarga, komunitas, atau dibuat menjadi perjalanan rombongan.

Tapi satu hal yang selalu saya ingatkan:

jangan cuma cari yang paling murah.

Perjalanan ke kepulauan sangat bergantung pada kapal, cuaca dan kondisi laut.

Kalau menggunakan travel agent atau operator lokal, pilih yang jelas, berpengalaman dan bertanggung jawab.

Mahal sedikit tidak masalah.

Karena ketika semuanya lancar, kita merasa semua bisa diurus sendiri.

Begitu kapal berubah jadwal atau ada masalah, baru biasanya keluar kalimat:

“Pak, bisa bantu enggak?”

Nah.

Di situlah bedanya harga dengan rasa tenang.

Karimunjawa sebenarnya tidak perlu dibandingkan dengan destinasi bahari lain.

Ia punya karakternya sendiri.

Dekat dari Pulau Jawa, relatif mudah dijangkau, lautnya indah, banyak aktivitas, dan suasananya masih santai.

Yang penting keindahan itu dijaga. Jangan sampai karena semakin ramai, justru yang membuat Karimunjawa menarik perlahan-lahan hilang.

Jadi kalau selama ini Karimunjawa cuma lewat di Instagram, mungkin sekarang waktunya melihat sendiri.

Ajak pasangan.

Ajak keluarga.

Ajak teman-teman.

Road trip ke Jepara, naik kapal, keliling pulau, snorkeling, makan ikan bakar, lalu sore-sore duduk menikmati matahari turun.

Orang Prancis saja dari jauh datang mencari Karimunjawa.

Masa kita yang tinggal di Indonesia cuma melihat fotonya?

Karimunjawa sudah menunggu.

Tinggal satu pertanyaan:

kapan kita berangkat?

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side